Minggu, 28 Agustus 2016

Elia (Elijah)

Introductory note: in this article I explain the reasons why I chose the nickname: "ThirdElijah."

Shalom saudaraku,
Pagi ini saya ingin berbagi perenungan sedikit tentang Elia. Artikel ini saya tulis untuk memenuhi permintaan seorang pendeta senior yang saya hormati, yaitu Pdt. Dr. Joas Adiprasetya, yang juga menjabat sebagai Ketua STT Jakarta sampai sekarang (catatan: kini beliau sudah tidak lagi menjabat ketua STTJ - 29 agustus 2016). Beliau menanyakan bagaimana saya dapat memverifikasi posting saya sebelumnya bahwa sangkakala yang terdengar di beberapa negara itu adalah semacam peringatan terakhir (http://sabdaspace.org/warning) dari Tuhan. Jawaban saya kepada beliau adalah sbb: "Tentang verifikasi, memang agak sulit karena teman saya mendapat sms tersebut dari grup bbmnya, lagipula mungkin saksi tersebut ada di Belanda. Tapi saya bisa ceritakan pengalaman saya yang mendukung kesaksian tersebut, bahwa kedatangan Yesus sudah sangat dekat, meskipun tanggalnya tidak ada seorangpun yang tahu. Kalau bapak berminat saya bisa tuliskan kesaksian saya. Jbu." 
Jadi dalam kesempatan ini, perkenankan saya menuliskan kesaksian dan panggilan saya, untuk menegaskan mengapa saya yakin bahwa kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali memang sudah amat sangat dekat. Untuk itu, izinkan saya memulai dari perenungan tentang Elia.

Elia akan datang?
Beberapa hari yang lalu saya membaca sebuah artikel yang menulis bahwa Elia akan datang dan ia merupakan salah satu tanda bahwa kedatangan Yesus sudah dekat, lihat Mal. 4:5 : 
"Sesungguhnya Aku akan mengutus Nabi Elia kepadamu menjelang datangnya Hari Tuhan yang besar dan dahsyat tersebut."

Sewaktu saya membaca artikel tersebut, saya agak bingung karena pemahaman saya  sejauh ini, Elia yang disebut itu sudah datang yaitu Yohanes Pembaptis. Bukankah demikian juga pemahaman sebagian besar dari kita? Lihat Mat. 11:14, 17:11-13.

Karena saya masih bingung tentang hal tersebut, saya memutuskan untuk berdoa dan langsung menanyakan hal itu kepada Tuhan: "Tuhan, benarkah bahwa harus datang nabi Elia yang akan mempersiapkan kedatangan-Mu yang kedua?" Tidak berapa lama kemudian, Tuhan menjawab doa tersebut, dan jawaban Tuhan itu sungguh membuat saya kaget. Ia menjawab demikian: "kamulah Elia itu." Saya langsung mencatat jawaban itu di hp saya, dan catatan itu menunjukkan jawaban itu adalah pada 30 mei 2015, pk. 8:43. Dan jawaban tersebut mengingatkan saya pada dialog dan pengutusan yang saya terima dari Tuhan sejak 2009. 
Tentunya banyak pembaca tidak akan mudah memahami kenapa Tuhan menjawab doa saya seperti itu, karena itu ijinkan saya menceritakan latar belakang religius saya dan juga panggilan yang saya terima dari Tuhan sejak 2009.

Latar belakang
Mungkin sebagian pembaca mengira bahwa latar belakang saya adalah sejenis aliran karismatik atau pentakosta. Tapi dugaan itu tidak benar, saya dibesarkan di salah satu gereja reformed Calvinis kulturalis (saya kira lebih baik tidak saya sebutkan nama gereja kami). Meskipun selama beberapa saat dalam kurun waktu 2007-2009 saya akui bahwa saya agak sering keluyuran ke gereja-gereja karismatik tapi sejak november 2009 saya membulatkan hati untuk kembali ke gereja asal saya, dan sampai kini saya masih melayani sebagai seorang penatua sejak 2013.
Karena latar belakang gereja reformed yang cenderung rasional tersebut, maka saya sama sekali tidak memiliki pengalaman dalam karunia-karunia yang wajar bagi seorang karismatik seperti bahasa lidah, nubuat atau menyembuhkan orang. Justru saya lebih suka hal-hal saintifik seperti gravitasi dan kosmologi, dan bahkan pernah memperoleh beasiswa dari pemerintah Rusia untuk belajar gravitasi di Moskow dari tahun 2008-2009, meskipun tidak selesai.  Dari latar belakang tersebut, mungkin pembaca dapat memahami bahwa saya sendiri juga terkaget-kaget waktu Tuhan berkenan memanggil saya menjadi hamba-Nya, karena dari sudut pandang spiritualitas, tampaknya saya minus karunia-karunia seperti itu.
Meskipun beberapa tahun ini saya mendalami teologia di salah satu seminari karismatik di jawa timur, tapi itu justru karena saya ingin memahami bagaimana orang bisa memperoleh karunia karunia tersebut, jadi bukan karena ingin pindah gereja.

Pulang ke jakarta
Cerita saya dimulai di Moskow sekitar bulan mei 2009, waktu itu saya sudah sekitar lima bulan menempuh studi gravitasi dan kesan saya studi ini agak membosankan karena melulu teoretis. Tidak pernah dibahas di kelas hal-hal yang menantang seperti lubang cacing (wormhole) atau antigravity, dan juga tidak pernah dibahas kaitan antara kosmologi dan penciptaan. Saya sampai di satu titik buntu (cul de sac), karena beasiswa tidak kunjung turun, sementara dana dari sumber-sumber lain sulit diharapkan. 
Jadi suatu sore, saat itu hujan gerimis, saya duduk di pojok salah satu kapel gereja di Moskow dan berdoa,"Tuhan, tunjukkanlah jalan yang Kaukehendaki. Sepertinya jalan yang saya tempuh untuk studi tingkat doktoral ini bukan jalan yang tepat. Dan jika Engkau melepaskan saya dari berbagai persoalan yang saya hadapi, maka saya akan mengabdikan diri saya untuk melayani Engkau." Waktu itu saya belum dapat mendengar jawaban doa secara langsung dari Tuhan, jadi tidak ada jawaban apa-apa.
Akhirnya, setelah menyelesaikan ujian-ujian satu semester itu, saya memutuskan untuk pulang. Waktu pulang ada kisah yang cukup unik. Waktu itu saya mencari tiket Moskow-Jkt tidak ada, yang ada hanya Moskow-Abu Dhabi-Singapore dan disambung Sing-Jkt. Ada saudara yang mau membantu membeli tiket pulang, tapi uang yang dikirim pas untuk beli tiket Moskow-Sing. Untungnya saya masih ada sisa kiriman dari kenalan saya Prof. Florentin Smarandache sebesar $100. Ketika di agen, saya tanya berapa harga tiket Sing-Jkt, jawabnya sekitar $85, jadi saya memberanikan diri untuk pulang dengan uang $100 di saku.
Besoknya saya berangkat dari Moskow dan esoknya sampai di Singapore, lalu saya pergi ke loket AirAsia, ternyata harga tiket ke jkt $105. Oh sial, pikir saya, uang saya kurang $5. Padahal di tabungan BCA saya tidak ada lagi uang. Saya terus berjalan mondar-mandir sambil menyeret koper saya mirip orang kesasar. Sambil berjalan saya berdoa: "Tuhan tolonglah, saya tidak mau terdampar di bandara Changgi." Terus saya berjalan ke mesin atm cirrus, dan memasukkan kartu atm bca saya, tapi tidak ada uang keluar. (ya memang tabungan sudah saya pakai semua di moskow) Terus saya berjalan keliling bandara Changgi sambil berdoa lagi dalam hati, dan untuk kedua kali saya masukkan kartu atm saya. Tidak ada apa apa.
Kemudian saya berjalan keliling sekali lagi, sambil berdoa sungguh-sungguh: "Tuhan tolonglah, saya tidak mau tersangkut di Changgi sini." Lalu saya memberanikan diri untuk mencoba sekali lagi memasukkan kartu atm bca saya ke mesin cirrus, dan puji Tuhan, dari mesin itu keluar uang pas $5. Jadi saya bisa beli tiket pulang ke jkt. Memang peristiwa uang $5 yang aneh itu tidak sebesar mukjizat air menjadi anggur yang dibuat Yesus, tapi bagi saya itu merupakan suatu tanda bahwa kepulangan saya ke Indonesia memperoleh perkenan dari Tuhan.

Panggilan untuk melayani
Setelah saya kembali ke jakarta, saya bekerja di perusahaan kakak saya. Saya bekerja dengan tenang dari juni sampai oktober. Tapi suatu malam di bulan oktober, sekita pukul 23 saya merasakan nyeri yang hebat di dada kiri. Karena ayah saya meninggal karena serangan jantung, saya jadi terpikir bahwa kali itu saya juga akan meninggal. Karena itu saya berdoa: "Tuhan jika Engkau berkenan, tolong angkat rasa nyeri dari dada kiri saya." Tapi kemudian saya mendengar jawaban samar-samar dalam doa saya: "Dosamu terlalu banyak. Besok pagi kamu mesti temui pendeta untuk didoakan." Jadi keesokan harinya, saya memutuskan untuk ijin dari bekerja dan minta diantarkan ke seorang pendeta di daerah tangerang. Setelah bertemu pak pendeta saya menyatakan maksud saya, dan pendeta itu menyarankan saya untuk ikut doa pelepasan. Lalu saya setuju. Tapi pak pendeta mengatakan bahwa saya mesti berpuasa dulu semalam, dan besok baru dilayani. Jadi saya pulang dan puasa dari jam 22.00 sampai besok siangnya. 
Besok paginya, saya diminta mengisi cek list sebanyak 4-5 lembar, yang intinya saya mesti mengakui semua dosa saya. Setelah saya isi semua cek list tersebut, pak pendeta lalu mendoakan saya dengan tumpang tangan. Setelah itu saya diminta berdoa sendiri. Saya berdoa sendiri kira-kira 15 menit, lalu ada semacam suara yang menegur saya: "Victor Christianto, apakah engkau mengasihi Aku?" Lalu saya menjawab: "Ya Tuhan, Engkau tahu bahwa saya mengasihi-Mu." Lalu Tuhan menjawab: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." 
Pertanyaan sama diulangi tiga kali, lalu saya membatin, apakah saya sudah berkhianat seperti Petrus, sampai Tuhan menanyakan pertanyaan tersebut tiga kali. 
Kemudian saya ceritakan tentang dialog tersebut kepada pendeta yang melayani saya doa pelepasan, dan beliau menjawab bahwa kemungkinan saya memang dipanggil secara khusus untuk melayani Tuhan sebagai hamba-Nya. Selama beberapa hari berikutnya saya menggumuli apakah makna panggilan Tuhan Yesus tersebut, dan memang Tuhan sering memberitahukan kehendak-Nya dalam doa khususnya waktu malam. Di antara beberapa tugas pelayanan yang diberikan Tuhan Yesus kepada saya antara lain:
(1) kedatangan Yesus sudah semakin dekat, dan Tuhan ingin saya membantu gereja-gereja di seluruh dunia mempersiapkan diri dalam menyongsong kedatangan-Nya yang kedua kali.
(2) karena waktu-Nya semakin dekat, Tuhan ingin saya memberikan waktu saya secara penuh untuk melayani Dia. (karena itu lalu saya memutuskan untuk mundur dari pekerjaan)
(3) Tuhan Yesus ingin saya mulai melayani di gereja asal saya tempat saya dibesarkan. (karena itu mulai november 2009 saya memutuskan untuk pulang ke kota asal saya)
(4) Tuhan Yesus juga ingin saya membantu gereja-gereja dalam menghadapi anti-Kristus yang kian besar pengaruhnya.

Waktu saya dipanggil itu, sejujurnya saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan untuk mempersiapkan kedatangan Yesus yang kedua kali. Tapi berangsur-angsur Tuhan memimpin saya untuk menulis berbagai artikel blog dan juga panduan untuk membantu orang bertobat (http://www.twelvegates.tk). Artikel-artikel blog yang saya tulis tersebut kini sudah dibendel menjadi 3 buku dan diterbitkan oleh sebuah penerbit kristen di jerman pada tahun 2013 dan 2014 yang lalu (Blessed Hope Publishing). Buku-buku tersebut dapat dipesan di www.morebooks.de
Selain itu, atas dorongan seorang pendeta emeritus yang saya temui awal tahun 2011, saya kemudian memutuskan untuk mengikuti pendidikan formal teologi, dan saya memilih program pasca sarjana di sebuah seminari teologi. Dan puji Tuhan, saya telah menyelesaikan pendidikan tersebut pada tahun 2014. Namun, apa langkah selanjutnya yang Tuhan ingin saya kerjakan masih banyak yang misteri bagi saya, dan saya hanya berusaha menjalani hidup saya hari demi hari. Meskipun demikian, saya berusaha tetap menulis baik paper, buku maupun artikel blog untuk membantu gereja-gereja mempersiapkan diri dan menyongsong kedatangan Yesus yang kedua kali.
Singkat kata, saya memang tidak dapat memverifikasi kisah pendeta yang kabarnya menjumpai seorang malaikat yang diutus ke Nigeria (yang saya posting di artikel berjudul "warning", lihat http://sabdaspace.org/warning). Tapi satu hal yang bisa saya pastikan, yaitu kedatangan Yesus sudah amat dekat, dan hari kemurkaan Bapa itu sudah di ambang pintu. Berbahagialah Anda yang tidak terlalu santai seperti hamba yang malas, karena jika demikian maka Anda akan dihukum berat. 
Usahakan untuk berbicara tentang Yesus setidaknya kepada 3 orang dalam sehari, mulailah dari keluarga dan sahabat-sahabat Anda.

Yoh. 9:4
"Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja."

Kesimpulan
Untuk menutup artikel ini, ada tiga kesimpulan yang kiranya bisa ditarik, sbb:
(1) untuk menjawab orang-orang yang berpendapat bahwa hari Tuhan sudah dekat jika Elia sudah datang, jawabannya adalah: "hari ini nats Maleakhi 4:5 itu sudah digenapi." Elia itu memang sudah datang, dan dialah yang menulis artikel ini.
(2) hari kedatangan Yesus yang kedua kali itu sudah sangat dekat, meskipun tidak seorangpun yang tahu kapan tanggalnya. Memang ada yang mengatakan bahwa anti-Kristus itu belum muncul, juga si pembinasa keji belum menguasai Bait Suci, tapi tanda-tanda lainnya sudah berlimpah. Jadi pesan utama yang perlu disampaikan adalah bahwa: semua orang baik Kristen maupun bukan Kristen mesti bersiap-siap menghadapi hari Penghakiman Terakhir, ketika orang-orang benar akan mendapat bagiannya dalam hidup yang kekal, dan orang-orang jahat akan mendapat hukuman kekal. (Mat. 25)
(3) kalau ada yang menanyakan perasaan saya, sesungguhnya jika waktu masih memungkinkan dan saya boleh memilih, saya lebih suka menjadi pendeta jemaat biasa saja, daripada harus memikul tanggung jawab yang berat untuk mempersiapkan kedatangan Yesus yang kedua kali. Saya sendiri bukan siapa-siapa dan sama sekali tidak layak untuk tugas sebesar ini, dan sampai sekarang saya masih terus mencari cara yang lebih baik untuk menunaikan tugas tersebut. Namun saya sudah menulis panduan untuk membantu orang bertobat dalam lebih dari 30 bahasa di dunia, dan dapat dilihat di http://www.twelvegates.tk). Dari apa yang Tuhan ajarkan, itulah yang dimaksud dengan dua belas pintu gerbang dalam kitab Yesaya 45:1 karena itu situs tersebut saya beri nama "Twelve Gate."

"Beginilah firman TUHAN: "Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, ... supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup" (Yes. 45:1)

Demikianlah penjelasan sederhana yang bisa saya tuliskan, kiranya dapat membantu siapa saja yang memang ingin menyongsong hari Tuhan yang dahsyat dan besar tersebut. (Mal. 4:5) Dan saya akan sangat gembira jika ada hal-hal lain yang perlu dijelaskan sehubungan dengan tugas pelayanan untuk menyongsong kedatangan Yesus yang kedua kali tersebut. 

Akhir kata, mohon maaf apabila saya tidak dapat menulis secara lebih meyakinkan lagi tentang peringatan kedatangan Tuhan yang kedua kali. Tuhan menyertai Anda semua. Soli Deo gloria. Amin.

Note: jika ada komentar dan saran, silakan kirim ke email: victorchristianto@gmail.com

Versi 1.0: 1 juni 2015 pk. 14:29, versi 1.1: 27 agustus 2016 pk. 17:45
VC

Note: perkenankan saya menyampaikan banyak terimakasih kepada beberapa hamba Tuhan yang telah saya ajak bertukar pikiran dan sharing wawasan mengenai panggilan pelayanan saya, di antaranya: Pdt. Purbaya W. Susilaradeya (2009), Pdt. Emeritus Andi Soedjono (2009, 2014), Pdt. Budisatyo Tanuharjo (2009-2010), Pdt. Emanuel Kuswanto (2009-2015) dll. Meskipun memang tidak semua menyetujui penafsiran saya terhadap panggilan Tuhan tersebut, namun secara umum mereka semua cukup demokratis. Juga banyak terimakasih kepada Prof. Florentin Smarandache , David Kermite dan Yunita Umniyati yang telah banyak membantu saya semasa studi di Moskow. Tuhan sendiri kiranya yang akan membalas kebaikan mereka. Terimakasih juga kepada saudara-saudari saya yang telah banyak membantu selama saya studi teologi di malang. 

Publikasi:
(1) blog: http://sabdaspace.org/warning
(2) blog: http://sabdaspace.org/tanda
(3) blog: http://www.sabdaspace.org/sangkakala

Rabu, 17 Agustus 2016

Al-Salafi

Teks: Yohanes 8:32
"dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." 

Caution: the following article may be disturbing. Reader's discretion is advised.

Shalom, selamat pagi saudaraku. Sejauh yang saya amati, sebagian besar umat muslim tidak mau diasosiasikan dengan sepak terjang ISIS di Timur Tengah. Sebagian lagi masih ragu-ragu, dan hanya sebagian kecil yang bersimpati kepada mereka atau mau mengakui bahwa ISIS adalah bagian dari umat muslim. Setidaknya demikianlah hasil survei yang dilakukan oleh Pew Research Centre bulan november lalu di 11 negara.(15)
Dalam konteks ini, sore kemarin (11/8/2016) saya melihat berita baris di salah satu televisi nasional yang mengutip pernyataan Donald Trump bahwa Hillary dan Obamalah yang menciptakan ISIS. Lihat (13).
Meskipun saya tidak terlalu mendalami soal-soal politik, berita baris itu sungguh mengusik pikiran saya. Seberapa jauh elemen kebenaran dalam pernyataan demikian? 
Sebelum saya melanjutkan artikel ini, perlu diberikan catatan awal:
a. Artikel ini masih bersifat hipotetis, dan bukan kajian mendalam tentang geopolitik atau geostrategi atau politik luarnegeri AS. Lihat misalnya (10)(11).
b. saya bukan ahli politik dan artikel ini tidak dimaksudkan sebagai dukungan terhadap pencalonan Trump sebagai kandidat presiden Amerika. 
c. Dalam artikel ini tidak akan dibahas kelebihan dan kekurangan masing-masing kandidat tersebut. Jika Anda ingin membaca suatu ringkasan tentang dua kandidat presiden Amerika, lihat artikel menarik yang ditulis oleh Ekaputra Tupamahu, kandidat doktor yang sedang menempuh studi di AS (18).
Maksud tulisan ini hanya ingin menyingkap sepercik kebenaran di antara tumpukan dusta, sebagaimana salah satu pepatah jurnalisme mengatakan: jangan hanya membaca apa yang tersirat ("read between the lines"), namun belajarlah membaca di antara kebohongan ("read between the lies").

3 pernyataan 
Sejauh yang saya ikuti dalam beberapa bulan terakhir ini, ada 3 pernyataan dari sumber-sumber yang berbeda yang tampaknya berada satu garis dengan pernyataan Trump tersebut:
a. Pernyataan Yousaf Al-Salafi: dalam suatu rangkaian interogasi, salah satu pimpinan ISIS di Pakistan baru-baru ini menyatakan bahwa mereka menerima dana secara teratur dari pemerintahan AS, dan mereka dibayar sekitar $600 untuk setiap orang yang mereka rekrut untuk ISIS.(2)
b. Pernyataan John Brennan, Direktur CIA: bahwa ISIS adalah hasil rekayasa CIA yang kemudian lepas kontrol. Sayangnya link ke berita tentang ini semuanya sudah dihapus atau menjadi broken link. Yang masih belum terhapus adalah pernyataan Brennan membantah Obama yang menyatakan bahwa kekuatan ISIS melemah. (6)
c. Laporan rahasia Pentagon: menyatakan bahwa ISIS diciptakan oleh AS dengan tujuan menggoyang pemerintahan resmi Suriah. (3) Di sisi lain, ada laporan investigatif yang menyatakan bahwa Joint Chief of Staff dari Pentagon memberikan laporan intelijen secara berkala kepada Presiden Suriah, berlawanan dengan rencana Obama. (7)
Meskipun laporan resmi dari Obama administration selalu membantah adanya hubungan atau dukungan langsung terhadap aktivitas ISIS, namun ketiga poin di atas tampaknya menguatkan sinyalemen Prof. Tim Anderson bahwa memang Washington mendukung ISIS (17). Dalam artikelnya, Prof. Tim Anderson antara lain menulis: "In 2006, as al-Baghdadi and others were released, the Bush administration announced its plan for a ‘New Middle East’, a plan which would employ sectarian violence as part of a process of ‘creative destruction’ in the region." (17)

Catatan
a. Jika ketiga pernyataan di atas dilakukan cek silang, maka ada cukup alasan untuk mengatakan bahwa meskipun retorika Donald Trump sering agak sembrono, namun dalam konteks pernyataan tentang ISIS (13), tampaknya ada elemen kebenaran dalam pernyataan tersebut. Namun demikian, memang ada beberapa pertanyaan yang belum terjawab, misalnya: 1. Benarkah Hillary ikut berperan dalam merancang ISIS sebagai bagian dari kebijakan Luar Negeri AS di Timur Tengah, khususnya waktu ia menjabat sebagai Menlu AS?, 2. Apakah memang ISIS merupakan produk CIA yang lalu lepas kendali, atau apakah sampai sekarang mereka terus bekerja di bawah instruksi dari Obama Administration?, 3. Apa saja rencana ISIS ke depan dalam konteks Asia Tenggara? Kiranya pertanyaan-pertanyaan ini merupakan bagian dari analisis politik dan intelijen Kemenlu.
b. Kepada saudara-saudara sesama Kristen, sebaiknya jangan menyamaratakan bahwa semua umat muslim berpandangan radikal seperti ISIS. Sebaliknya, rekan-rekan muslim juga jangan "menggebyah-uyah" bahwa semua orang Kristen sepaham dengan kebijakan luar negeri Obama administration. Ada indikasi yang menunjukkan bahwa kebijakan luar negeri Obama administration banyak dipengaruhi oleh Dr. Zbigniew Brzezinski, dan itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan pandangan kristiani (12). Dalam pidatonya sekitar tahun 2007, sebelum terpilih menjadi presiden, Obama memuji Brzezinski dengan kalimat berikut: “he is one of our most outstanding scholars, one of our most outstanding thinkers”... "has proven to be an outstanding friend and somebody who I have learned an immense amount from” (12). Lihat juga (14).
c. Sekali lagi, saya bukan ahli intelijen atau ahli politik, jadi saya sama-sekali tidak tahu apa yang akan terjadi ke depan. Namun mengingat bahwa ISIS telah menyatakan perang di websitenya terhadap Malaysia dan Indonesia (9), maka sudah selayaknya badan penanggulangan terorisme (BNPT) melakukan langkah-langkah antisipatif terhadap ancaman ISIS tersebut, juga terhadap organisasi-organisasi yang berafiliasi dengannya, seperti misalnya Katibah Nusantara. Lihat (8). (Catatan: Katibah Nusantara jelas berbeda dengan gerakan "Islam Nusantara" yang diprakarsai NU.)
d. Kalau melihat sepak terjangnya akhir-akhir ini, setelah berhasil mengacaukan seluruh Timur Tengah tampaknya ISIS akan berusaha menciptakan khaos di Eropa dan juga Asia Tenggara. Itulah yang tampaknya terjadi dengan berbagai serangan di Perancis dan beberapa negara Eropa lainnya dalam beberapa bulan terakhir. Dan bisa jadi mereka akan berusaha melakukan eskalasi serangan di Eropa dalam bulan-bulan ke depan.
e. Ada kemungkinan bahwa ISIS akan meningkatkan serangan ke Barat, seperti disinyalir oleh John Brennan, Direktur CIA (4)(5). Jika hal ini terus terjadi dan tidak dihentikan, maka mungkin itulah yang dimaksud dengan masa Tribulasi (The Great Tribulation).

Penutup
1. Tampaknya ada alasan yang cukup untuk menduga bahwa Obama administration sedang menjalankan kebijakan destruksi kreatif di Timur Tengah sebagaimana yang mereka telah lakukan di Balkan, mungkin atas nasehat Brzezinski (10). Dan kini tampaknya kebijakan destruksi kreatif itu mulai diarahkan ke Eropa Barat dan Asia Tenggara.
2. Secara teologis dan filosofis, kebijakan destruksi kreatif (atau dalam motto: "Creating order out of chaos") dapat dipertanyakan kebenarannya. Lihat (19). Istilah tersebut menjadi populer dalam dunia ilmiah melalui buku Ilya Prigogine & Isabelle Stengers (20). Mungkin saja fenomena termodinamika non-ekuilibrium membenarkan konsep "order out of chaos" namun hal ini tidak dapat begitu saja diterapkan ke wilayah sosial dan politik. Apalagi menjadi kebijakan luar negeri suatu negara untuk merusak wilayah lain.
3. Sekali lagi, memang artikel ini hipotetikal dan mungkin kurang mempertimbangkan dimensi geopolitik secara komprehensif, namun pesan utama di sini adalah supaya BNPT lebih antisipatif terhadap  kiprah ISIS di Indonesia khususnya, dan Asia Tenggara umumnya.

Versi 1.0: 11 Agustus 2016, pk. 21:45, versi 1.1: 14 agustus 2016, pk. 16:08
VC

note: terimakasih kepada Daniel atas saran-sarannya.

Referensi:
(1) Pamela Geller & Robert Spencer. The post-American presidency: The Obama Administration's war on America. New York: Threshold Editions, 2010
(2) http://nesaranews.blogspot.co.id/2016/07/isis-we-are-being-funded-by-obama.htm
(3) http://www.zerohedge.com/news/2015-05-23/secret-pentagon-report-reveals-us-created-isis-tool-overthrow-syrias-president-assad
(4) http://econlog.econlib.org/archives/2016/06/brennan_admits.html
(5) https://theconservativetreehouse.com/2016/06/16/cia-director-brennan-says-trump-is-right-isis-attempting-u-s-infiltration-via-refugees/
(6) http://www.rushlimbaugh.com/daily/2016/06/16/cia_director_contradicts_obama
(7) http://thefreethoughtproject.com/white-house-cia-supply-terrorists-weapons-topple-assad-u-s-military-feeds-syrian-govt-intel-isis/
(8) https://www.intelijen.co.id/katibah-nusantara-sayap-melayu-isis-dan-ancaman-bagi-asia/
(9) http://news.asiaone.com/news/malaysia/declares-war-malaysia-and-indonesia
(10) Vassilis Fouskas. Zones of conflict: US foreign policy in the Balkans and the greater Middle East. Sterling: Pluto Press, 2003.
(11) Yakub Halabi. US foreign policy in the Middle East. Surrey: Ashgate Publishing Limited, 2009.
(12) Bruno Adrie. In the Foreign Policy Shadow of Dr. Brzezinski: Obama, Islamic Fundamentalism, and Russia. Part I. Global Research, Oct. 2015. Url: http://www.globalresearch.ca/in-the-foreign-policy-shadow-of-dr-brzezinski-obama-islamic-fundamentalism-and-russia/5485727
(13) Binoy Kampmark. Donald Trump and the ISIS factor. Global Research, August 13th, 2016. Url: http://www.globalresearch.ca/donald-trump-and-the-isis-factor/5540902
(14) http://www.hoefgeest.nl/temp/ObamaMSNBC.pdf
(16) Jacob Poushter. Nov. 15, 2015. Url: http://www.pewresearch.org/fact-tank/2015/11/17/in-nations-with-significant-muslim-populations-much-disdain-for-isis/
(17) Prof. Tim Anderson. The Dirty War on Syria: Washington supports the Islamic State (ISIS) - the evidence. Global Reseearch, December 29th 2015, url: http://www.globalresearch.ca/the-dirty-war-on-syria-washington-supports-the-islamic-state-isis/5494957
(18) Ekaputra Tupamahu. Quo Vadis Amerika? Url: http://www.satuharapan.com/read-detail/read/quo-vadis-amerika
(19) http://www.zerohedge.com/news/2014-08-15/order-out-chaos-doctrine-runs-world
(20) Ilya Prigogine & Isabelle Stengers. Order out of chaos. New York: Bantam books, 1984.

-------
Komentar dari Dr. David Widihandojo, Pascasarjana UKDW

Menghadapi Kebenaran Membutuhkan Keberanian dan Kejujuran Namun Menyuarakan Kebenaran Membutuhkan Keberanian dan Kejujuran Yang Jauh Lebih Besar Lagi” Confucius

Dear Victor,
Apa yang yang anda kemukakan dalam Speak the Truth to Power bukan sesuatu yang baru. Jika anda ikuti issues politik global masalah ini sudah cukup lama bahkan juga sudah ada hasil penelitian serta buku yang diterbitkan. Namun kita di Indonesia memang cenderung tertinggal jauh – saya tidak tahu mengapa bukankah information just on the finger tip? – bahkan surat kabar dan majalahpun tidak ada yang memberitakannya.

Pengakuan gamblang Hillary dalam 2 wawancara yang terpisah dan penjelasan Putin tentang lahirnya Al Qaeda dan ISIS di Valda Discussian Group, 2014 (www.youtube.com/ watch?v=OQuceU3x2; www.youtube.com/watch?v=PJLR1LhxiN0; www. youtube.com/ watch?v=0zGbhffOxhM) menunjuk keterlibatan US dalam melahirkan Taliban, Al Qaeda dan ISIS. Menurut Putin dan berdasarkan berbagai sumber, ISIS terdiri dari serdadu bayaran (mercenaries) Amerika yang bertujuan menggoyang kekuasan rejim-rejim Islam Timur Tengah karena itu Hillary marah besar sampai mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas sebagai seorang pejabat se-level US State Secretary karena koalisi militer Suriah, Rusia dan China menghancurkan basis-basis ISIS di Suriah dan Irak yang mengakibatkan ratusan tentara bayaran dan pelatih militer US menjadi korban.

Sumber lain yang lebih meyakinkan karena berdasarkan penelitian/studi yang mendalam adalah buku Anand Gopal, No Good Among the Living - video Anand Gopal di Henry Wallace National Security Forum dengan judul How US Created Taliban and Al Qaeda dapat anda saksikan di www.youtube.com/watch? v=xYEBX6UlBLU. Dalam bukunya Gopal mengemukakan berbagai data temuannya yang menunjukkan adanya aliran dana, senjata dan keterlibatan pelatih militer US di Taliban dan Al Qaeda.  Studi yang lebih serius  dilaku - kan oleh Garikai Chengu, peneliti universitas Harvard, dalam America Created Al Qaeda and ISIS Terror Group, yang pada akhir tulisannya menyimpulkan bahwa:  

 “The so-called “War on Terror” should be seen for what it really is: a pretext for maintaining a dangerously oversized U.S. military. The two most powerful groups in the U.S. foreign policy establishment are the Israel lobby, which directs U.S. Middle East policy, and the Military-Industrial-Complex, which profits from the former group’s actions. Since George W. Bush declared the “War on Terror” in October 2001, it has cost the American taxpayer approximately 6.6 trillion dollars and thousands of fallen sons and daughters; but, the wars have also raked in billions of dollars for Washington’s military elite.
In fact, more than seventy American companies and individuals have won up to $27 billion in contracts for work in postwar Iraq and Afghanistan over the last three years, according to a recent study by the Center for Public Integrity. According to the study, nearly 75 per cent of these private companies had employees or board members, who either served in, or had close ties to, the executive branch of the Republican and Democratic administrations, members of Congress, or the highest levels of the military.
In 1997, a U.S. Department of Defense report stated, “the data show a strong correlation between U.S. involvement abroad and an increase in terrorist attacks against the U.S.” Truth is, the only way America can win the “War On Terror” is if it stops giving terrorists the motivation and the resources to attack America. Terrorism is only the symptom, while American imperialism  is the cancer...............” (www.globalresearch.ca/america-created-al-qaeda-and-the-isis-terror-group/ 5402881).

Chengu menunjuk permainan politik (political game) elit politik US yang melahirkan War on Terror dimana terorisme sengaja diciptakan oleh Military—Industrial-Complex US demi kepentingan komersial, dan George Bush berperan sebagai “executive” industri militer US yang mendatangkan duit. Ini menunjukkan betapa tidak sehatnya politik US yang sepenuhnya merupakan arena bermain pemilik modal. Mereka demi kepentingan komersial -nya tidak peduli ribuan nyawa putra-putra US serta kebangkrutan negaranya. Ini sejalan dengan apa yang dikemukakan Joseph Stiglitz, Nobel Laureates dan guru besar universitas Columbia, dalam The Price of Inequality yang menunjuk bahwa demokrasi US hanya meng -untungkan segelintir elit dan menciptakan kepincangan sosial yang parah yang berakibat dengan kebangrutan negara. Juga oleh Daniel A Bell, guru besar universitas Princeton, dalam China Democracy & Meritocracy, yang melihat bahwa demokrasi liberal US hanya bekerja demi kepentingan elit bisnis sehingga tidak mampu melahirkan pemimpin negara yang sepenuhnya bekerja bagi kepentingan rakyat dan negaranya. Bagi Bell sistem politik China adalah sebuah demokrasi yang jauh lebih baik karena seleksi pemimpin dilakukan sepenuhnya berdasarkan prinsip meritokrasi bukannya kampanye politik. Kesimpulan Bell ini menggarisbawahi kesimpulan Loretta Napoleoni, guru besar universitas Cambridge, dalam Maonomics: Why China Create Better Capitalism than Us: ”Here we arrive at the heart of the problem if we estimate of the Chinese population’s lack of political freedom, once again it is the fruit of conceptual misunderstanding.”    

Jadi selain terorisme juga perlu dikritisi apa yang dikemukan Prof Joseph Nye aebagai upaya US untuk me-liberalisasi politik dan ekonomi semua negara di dunia ini. Prof. Joseph Nye dalam the American Century is Over mengemukakan adalah kebijakan US untuk memper -lemah negara-negara lain demi mempertahankan dominasi globalnya. Nye mengungkapkan keberhasilan US melemahkan Russia melalui Glasnost dan Perestroika dan Jepang dengan memaksakan kebijakan moneter yang melumpuhkan kemampuan ekonominya. Akibatnya Russia berhenti pertumbuhan ekonominya dan Jepang terjebak kedalam stagnasi ekonomi yang akut. Namun US gagal memperlemah China karena sistem politik China begitu kokoh dan tidak mudah disusupi. Para petinggi politik China tegas menolak tekanan US untuk menerapkan demokrasi liberal model Barat serta liberalisasi moneter model IMF/World Bank serta konsisten berjalan dengan sistem dan model pembangunan yang diciptakan sendiri. 

Liberalisasi politik atau dikenal sebagai demokratisasi di negara sedang berkembang selalu berakhir dengan macetnya pembangunan, makin lebarnya jurang kaya dan miskin, stagnasi ekonomi, terbelahnya masyarakat, negara terjebak kedalam pertarungan politik yang akut. Sedangkan liberalisasi ekonomi menjebak negara kedalam lumpur hutang dan dibawah tekanan kapitalisme global. Dalam situasi semacam ini maka yang sukses adalah dominasi kapitalisme global dan langgengnya hegemoni imperialisme US. Inilah nasib negara-negara di Timur Tengah dan seluruh  negara-negara sedang berkembang yang pro Barat di Asia.  Seandainya – jika saja kita boleh berandai-andai – ditahun 1997 China melangkah ke demokrasi politik karena memenuhi tuntutan para mahasiswa naif di Tiananmen dapat dipasikan saat ini China adalah eksportir tenaga kerja murah yang terbesar di dunia bersaing dengan India, Bangladesh, Filipina dan Indonesia. Para demokrat fundamentalis tidak mampu melihat secara jernih bahwa kebebasan dari kemiskinan adalah hak yang sangat mendasar bagi eksistensi seorang manusia, seorang warga negara, dan kehadiran strong state  sangat essensial bagi sebuah bangsa untuk melewati transisi keluar dari jebakan kemiskinan dan middle income trap, dua bottle neck yang sangat serius, berbahaya dan mengancam negara yang sedang bertumbuh. Jika negara gagal melewati transisi ini maka akan terjebak kedalam stagnasi ekonomi dan lumpur kemiskinan yang akut. 

US adalah adikuasa di abad 19 dan 20 dengan mindset sama yang dimiliki Gaius Julius Caesar 2000 tahun yang lalu yaitu untuk mempertahankan hegemoninya bertumpu sepenuhnya pada kekuatan militer, tekanan politik dan membentuk sekutu (allies). Namun dalam konteks kapitalisme global akhir abad 20 dan diabad 21, strategi ini sudah tidak tepat lagi sehingga dengan cepat dominasi US melemah secara signifikan, kemampuan militernya menjadi bumerang bagi dirinya sendiri karena menggerogoti kemampuan finansialnya sehingga kebijakan politik destruktifnya tidak berjalan sukses. Ini nampak jelas dari kasus AIIB dan One Road & One Belt. Dimana para sekutu US membangkang dan berbalik mendukung China, dimulai dengan Inggris kemudian diikuti Jerman, Perancis, Australia, Canada dan Israel berbondong-bondong mendukung China mendirikan AIIB, padahal AIIB didirikan dengan tujuan untuk mengimbangi IMF/World Bank, dimana US memegang peran dominan. Kemudian, mereka juga berbondong-bondong mendukung pembentukan Silk Road Fund untuk membiayai proyek raksasa China One Road & One Belt yang mempersatukan Eropa, Asia dan Afrika melalui jaringan infrastruktur yang kompleks. Dengan demikian terbentuk sebuah pasar bersama raksasa yang menyatukan 3 benua. Ini berarti posisi ekonomi US tidak dominan lagi,  pasar utama dunia beralih ke Erasia. Selain itu strategi containment US kepada China di Pasifik melalui kebijakan Obama dan Hilary yaitu Pivot Asia dan Trans Pacific Partnership tumpul karena posisi negara-negara Pacific menjadi minor.     

Bagi Indonesia saat ini penting untuk mandiri demi memanfaatkan perubahan percaturan politik global yang multi polar namun hal ini membutuhkan kehadiran sebuah strong state yang dapat mengarahkan seluruh enerji untuk bangkit, untuk melindungi kekayaan negara dari berbagai kebocoran, untuk memanfaatkan kehadiran pasar raksasa Erasia, mematah -kan communism phobia dan mengajak seluruh anak bangsa ini ke wawasan berpikir dan bertindak yang pragmatist-realist. Khusus, bagi mereka kaum Kristiani, sungguh saya amat merindukan mereka memiliki kedewasaan iman, kematangan pribadi dan kebijaksanaan intelektual Dr. J. Verkuyl, theolog, yang secara jernih dapat melihat dan menulis:”…..dikubu Komunisme terletak dosa-dosa gereja…….” 

Salam,

David Widihandojo
22/08/2016

Sabtu, 06 Agustus 2016

A new book: Christology Reloaded

Yes, you are right: I am a fan of The Matrix Trilogy movies. And I just completed a new book, inspired in part by that movie. But not only that, I am also inspired by a book written by Chris Seay, with title: The Gospel Reloaded. It is full of new thought provoking ideas based on The Matrix. The basic idea of this book is that it is possible to develop a new cosmology model inspired by Cosmic Christology. In other words, Christology is not a separate matter from science.
From Christology as starting point, I began to develop various approaches based on wave physics, which I call: “fractal vibrating string.” Through this new cosmology model, I wish to offer a new path for dialogue between science and theology. Moreover, it offers a new and fresh approach to understand the bible in this modern age. I sincerely hope that you will like this new path, as I like it very much.

Grab the book now at: https://www.researchgate.net/publication/305603620_Christology_Reloaded_Selected_Papers_2010-2016

Sabtu, 02 Juli 2016

DNA Decipher Journal

Dear all readers,
Our new paper has been published by DNA Decipher Journal last week.
This paper discusses non-particle view of DNA, based on the research by Prof. Luc Montagnier, a Nobel laureate for his discovery of HIV virus.
See below.
VC
-------

DNA Decipher Journal has just published Volume 6 Issue 2 entitled "On Genetic Code, Origin of Life & Wave View of DNA" at

http://dnadecipher.com/index.php/ddj/issue/view/18

We invite you to review the Table of Contents here and then visit our journal website to review articles and items of interest. Thank you.

Sincerely,

Huping Hu & Maoxin Wu
DNADJ Editors
QuantumDream, Inc.

DNA Decipher Journal
Vol 6, No 2 (2016): On Genetic Code, Origin of Life & Wave View of DNA
Table of Contents
http://dnadecipher.com/index.php/ddj/issue/view/18

Articles
--------

On the Representations of Genetic Code by Dark Nuclear Strings in TGD Framework
   Matti Pitkanen

Report
--------

One Step Closer to Understanding the Origins of Life
   Matti Pitkanen

Exploration
--------

On the Plausible Implications of Gariaev & Montagnier’s Work: Omne Vivum ex Vivo via Crebritudo?
   Victor Christianto,    Yunita Umniyati
On the Replication of Mirror DNA & Chiral Selection
   Matti Pitkanen
Progress on the Notion of Magnetic Body & Metabolism in TGD Framework
   Matti Pitkanen

Scientific God Journal

Dear all readers,
Our two papers have just been published by SGJ, july edition.
See below.
VC
---

Scientific GOD Journal has just published Volume 7 Issue 6 entitled "Religious Pluralism, Proof of God’s Existence & Imagination of World Peace" at http://scigod.com/index.php/sgj/issue/view/66

We invite you to review the Table of Contents here and then visit our journal website to review articles and items of interest. Thank you.

Happy July 4th!

Sincerely,

Huping Hu & Maoxin Wu

SGJ editors
Scientific GOD Inc.

Scientific GOD Journal
Vol 7, No 6 (2016): Religious Pluralism, Proof of God’s Existence & Imagination of World Peace
Table of Contents
http://scigod.com/index.php/sgj/issue/view/66

Essays
--------

A Comparative Study of Cosmology Revealed from Christology and Trinitarian Approaches
   Victor Christianto
Science Proves the Existence of God
   Himangsu S. Pal
Imagining Paradise & World Peace
   Alex Vary

Letter to the Editor
--------

On Hermeneutics & Its Relation to Science
   Victor Christianto

Senin, 23 Mei 2016

Kenosis4mission.tk: e-learning for mission

Today we create www.Kenosis4mission.tk: e-learning for mission.
Our goal is to equip and send more than 10000 laymen missionaries to as many countries as possible, within 3-5 years. The inspiration came from reading Philippians 2:6-11, where Jesus Christ went to this world with weaknesses (kenosis), so we as Christians are called to imitate His kenosis to become Kenotic missionaries in our society, wherever we are.
Thanks to Dr. Wonsuk Ma from Oxford Centre for Mission Studies, Oxford University, for his insightful story on his kenotic mission work in Philippines.
More reflections are to come in the near future. Let us glorify the name of Jesus Christ as Kenotic missionaries in this last hour.

Visit and join for free at: www.Kenosis4mission.tk

24 May 2016
VC

Kamis, 19 Mei 2016

Guide to repent

Dear all people,

If you wish to read a simple guide to help you repent, see the following sites:
http://www.twelvegates.tk
http://guidetorepent.uphero.com
Please copy and distribute these guides to all your friends and relatives. Time is very short.
Return to God, all corners of the world.
Remain blessed in the name of Jesus Christ.

May God be with you,

VC
www.sciprint.org
www.sci4God.com
http://independent.academia.edu/VChristianto
Email: victorchristianto@gmail.com