Jumat, 14 April 2017

Easter = Paskah?

*Easter = Paskah?*

Patut diketahui, supaya tidak keliru.

Kata Easter berasal dari kata "Ishtar" dimana Ishtar adalah perayaan kebangkitan seorang dewa bernama Tamus. Siapakah Tamus?

Salah satu anak Nuh bernama Ham. memiliki seorang anak bernama Cush dan menikah dengan seorang wanita bernama Semiramis. Cush dan Semiramis memiliki seorang putra bernama Nimrod (Kej 10:8-10).

Nimrod dalam bahasa Ibrani berarti 'pemberontak'. Nimrod adalah pencipta sistem Babilonia dimana ia menciptakan tatanan pemerintahan dan hukum dasar perdagangan ekonomi.

Nimrod adalah orang pertama yang memperkenalkan penyembahan setan (satanic worship). Nimrod begitu bejat sampai ia bersetubuh dengan ibu kandungnya sendiri yaitu Semiramis. Sang ibu kemudian hamil dan melahirkan anak bernama Tamus.

Ketika Nimrod meninggal, Semiramis mendoktrinasi pengikutnya bahwa Nimrod telah naik ke tahtanya di matahari dan harus dipuja sebagai Baal yaitu sang dewa matahari. Semiramis sendiri menyatakan bahwa ia datang di Bumi melalui peristiwa dimana ia turun dari bulan dan 'mendarat' di sungai Efrata ( Irak). Peristiwa ini dinamai Ishtar/easter.

Nimrod yang dipuja sebagai dewa matahari,

Semiramis dipuja orang sebagai dewa bulan,

Tamus disembah dgn gelar Queen of Heaven atau Ratu Surga (Yeremia 7:18 dan Yeremia 44:17-25).

Pada Alkitab bahasa inggris, kata "Paskah" diterjemahkan sebagai "Passover" bukan "Easter". ( Matius 26:17-19 )

Kesimpulan

Paskah atau Passover yang kita rayakan adalah perayaan kebangkitan Yesus Kristus mengalahkan kematian sedangkan Easter (atau Ishtar) adalah perayaan kebangkitan seorang dewa bernama Tamus.

Kita percaya hanya merayakan: PASKAH - PESACH - PASSOVER.

Dan BUKAN easter!

Kita mengucapkan: Hag Pesach Sameach / Happy Pesach / Selamat Paskah. 

Dan BUKAN Happy easter. Ingat loh jangan salah mengucapkan !!

Rabu, 12 April 2017

Mesias

Mesias

Sumber: Seminar Aqedah Yitshaq
Tgl: 3 April, 2017
Narasumber: Dr. Bambang Noorsena

Teks: Yes. 53:10-12
10 Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.
11 Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.
12 Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.

Ada beberapa ide tentang Mesias yang sudah ada sejak masa pra-Kristen, di antaranya:
a. Mesias harus menderita: targum Yonatan, Yesaya
b. Mesias adalah Anak yang Mahatinggi: naskah laut mati, Yesaya
c. Kehadiran pra-eksistensi Mesias: Injil Yohanes
d. Mesias menebus dosa umat manusia: Yesaya (disimbolkan dalam peristiwa Aqedah Yitshaq yang juga diterima oleh bangsa Yahudi). Lihat catatan di bawah ini tentang prasasti Nuzi.
e. kerajaan-Nya tidak berkesudahan: naskah laut mati, Yesaya

Dalam sejarah, ada beberapa orang yang hampir dinobatkan menjadi Mesias Yahudi:
- Bar Kokhba
- Martin Luther
- David Koresh
Namun sangat jelas bahwa tidak ada seorang pun di antara mereka yang memenuhi semua kriteria Mesias di atas. Hal ini juga telah ditegaskan oleh almarhum Rabbi Kaduri (5)(6).

Vicarious (1)
Makna kematian Yesus dalam konteks penebusan dosa umat manusia dijelaskan dengan baik oleh Rasul Paulus dalam Roma 5:6-11

6 Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.
7 Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar--tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati--.
8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.
9 Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.
10 Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!
11 Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.

Ayat 6-8 dalam teks bacaan kali ini menggambarkan kasih Allah yang begitu besar. Kasih itu ditunjukkan justru pada saat manusia masih lemah. Kata "masih lemah" ini dalam bahasa Yunani digunakan kata asthenes yang lebih tepat diartikan "tak ada daya atau tak punya kekuatan." Sebagai orang yang ada di dalam dosa, semua manusia tidak berdaya untuk menebus hutang dosa bila hanya dengan kekuatan sendiri.
Namun pada saat itulah, Kristus mau mati bagi manusia yang tak berdaya melawan dosa. Ia menggantikan tempat orang berdosa, menebus dosa, dan menyelamatkan manusia. Kematian Kristus menurut Gerald F. Hawthorne dan Ralph Martin bersifat "vicarious," artinya kematian itu bukan sekadar kematian biasa, namun dilakukan untuk orang lain sebagai pengganti orang lain dan demi kepentingan orang lain.
Berikut ini adalah kisah seorang pastor yang bersedia menggantikan hukuman mati napi lainnya dalam kamp tawanan Yahudi saat PD II.

Kolbe (1)
Pada tahun 1941, seorang pastor bernama Maximilian Kolbe dipenjarakan di Auschwitz. Pada satu hari seorang napi berhasil melarikan diri. Telah menjadi kebiasaan, setiap kali ada satu napi lari, semua napi lainnya akan dikumpulkan di halaman, lalu komandan akan memilih secara acak 10 napi. Mereka akan dimasukkan ke sebuah sel, tidak diberi makan dan minum sampai mati.
Begitulah pagi itu komandan mulai memilih secara acak mereka yang akan dihukum. Nama napi kesepuluh yang dipanggil adalah Gajowniczek. Begitu namanya disebut, ia langsung menangis histeris: "Oh, istri dan anak-anakku," katanya.
Tiba-tiba dari antara barisan, Max maju ke muka dan menghadap sang komandan. Ia melepas topinya dan memandang perwira Jerman itu tepat di matanya. Ia berkata: "Tuan komandan, ijinkan saya mengajukan permohonan. Saya ingin mati untuk menggantikan napi ini," katanya sambil menunjukkan Gajowniczek yang terus menangis. "Saya tidak punya istri dan anak-anak. Selain itu saya sudah tua. Lebih baik orang itu saja yang hidup lebih lama." Sang komandan diam seribu bahasa, juga para napi lainnya tercengang. Akhirnya terdengar suara: "Permohonanmu dikabulkan."
Max akhirnya tidak mati karena kehausan dan kelaparan, namun karena disuntik racun pada tanggal 14 Agustus 1941. Sementara Gajowniczek berhasil lolos dari pembantaian. Di halaman belakang rumahnya didiriksn sebuah tanda peringatan bagi Maximilan Kolbe, orang yang mati baginya agar ia tetap hidup.
Dalam berbagai kesempatan, Gajowniczek mengisi hidup yang dijalaninya dengan menjadi saksi tentang kebaikam yang telah dilakukan oleh Maximilian Kolbe. Ia meninggal pada tanggal 13 Maret 1995, 53 tahun setelah hukumannya digantikan oleh Kolbe dan mendapat kesempatan hidup kedua.

Penutup
Kiranya kisah Max Kolbe ini membuat jelas, bahwa kita semua adalah mirip dengan situasi Gajowniczek. Itulah yang dimaksud dengan pengorbanan vicarious Yesus Kristus dalam Roma 5:6-11.
Lalu apa yang sudah kita lakukan bagi Dia, sang Penebus tersebut?

Versi 1.0: 3 April 2017, pk. 12:12
versi 1.1: 8 April 2017, pk. 10:46
VC

Bacaan lanjutan:
(1) sumber: Derap Remaja, edisi 41, minggu kedua 2017
(2) Scot McKnight. Jesus and His death. Waco: Baylor University Press, 2005
(3) James Waddell. The Messiah. New York: T&T Clark, 2011
(4) John Balchin dkk. Intisari Alkitab Perjanjian Lama. Jakarta: Scripture Union Indonesia, 1994
(5) http://www.triumphpro.com/rabbi-kaduri-and-yeshua.pdf
(6) url: http://www.yeshuahamashiach.org/Kaduri_names_Messiah.htm
(7) Richard Longenecker. The Christology of early Jewish Christianity. Illinois: SCM Press Ltd., 1970
(8) David Novak. Jewish Christian Dialogue: A jewish justification. Oxford: Oxford University Press, 1989

---
Catatan: Prasasti Nuzi

Ditulis sejaman dengan Abraham.
Antara lain isinya:
"Jika seorang budak perempuan punya anak, lalu nyonyanya juga melahirkan, maka yang disebut anak tunggal yang memiliki hak kesulungan adalah anak nyonyanya itu."
Ini menunjukkan bahwa kisah Abraham mengusir Hagar itu cocok dengan adat budaya pada zaman itu.

"Nuzi was excavated between 1925 and 1941. It is located southeast of Nineveh, not far from modern Kirkuk, and it has yielded several thousand documents. These tablets provide numerous illustations of the customs which figure in the patriarchal narratives. The people of Nuzi (or Nuzu) were Hurrians (the Horites of the KJV) Old Testament."

Sumber: http://www.theology.edu/abraham.htm








Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013
Phone: (62) 812-30663059
***Papers and books can be found at:
http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
http://www.unesco.chair.network.uevora.pt/media/kunena/attachments/731/ChristologyReloaded_Aug2016.pdf
http://fs.gallup.unm.edu/APS-Abstracts/APS-Abstracts-list.htm
http://independent.academia.edu/VChristianto
Http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto/
Http://id.linkedin.com/pub/victor-christianto/b/115/167
http://www.amazon.com/Victor-Christianto/e/B00AZEDP4E
http://www.amazon.com/Jesus-Christ-Evangelism-Difficult-ebook/dp/B00AZDJCLA
Http://gospel.16mb.com
http://www.kenosis4mission.tk
http://www.twelvegates.tk

Budaya

Budaya

Acara: menyiapkan SDM yang handal
Tanggal: 25 Maret 2017

Shalom selamat siang saudaraku. Apakah akhir-akhir ini Anda mulai merasa jenuh dan suntuk dengan suasana di gereja Anda? Benarkah rumput di halaman gereja lain selalu terlihat lebih segar? Mari tanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut kepada diri Anda:

Budaya gereja
Apakah Anda pernah mengamati perbedaan budaya yang menimbulkan pengalaman beribadah yang berbeda-beda? Misalnya, apakah Anda merasa gereja Anda terlalu adem-ayem? Kurang penjangkauan dan terkesan lebih mirip aquarium (sibuk di dalam)?
Atau Anda memiliki gembala sidang yang karismatik dan memiliki gedung gereja yang megah bagaikan hotel bintang 5? Semua usher dilatih untuk menyambut para tamu dengan senyum, bahkan jika ada pengunjung yang menderita disabilitas, akan dijemput di mobil menggunakan kursi roda?
Atau Anda merindukan gembala sidang yang low profile, bukannya yang mendekap semua hasil persembahan dalam brankas pribadinya? Malah kabarnya ada hamba Tuhan yang ikut mengantar jemaatnya menjual sapi, karena hasil penjualan sapi itu akan langsung dipotong 10%.
Bahkan ada salah satu gereja, yang pendetanya sangat menekankan agar gerejanya menjadi berkat bagi seluruh bangsa, namun kini ia terjerat tuntutan hukum sebesar 500 milyar, karena menggelapkan dana milik gereja lainnya.
Komentar di atas bukan dimaksudkan untuk mengkritik gereja tertentu, melainkan suatu ajakan agar kita belajar berintrospeksi tentang apa yang sudah dan belum dikerjakan sebagai gereja.
Semua hal di atas terkait dengan budaya gereja (church culture), dan tampaknya hal ini luput diperhatikan dalam banyak gereja di Indonesia. Kebetulan, tanggal 25 maret yang lalu ada seminar terbatas yang membahas antara lain tentang budaya gereja. Narasumberna adalah pendeta senior kami, Pdt. DR. Robby Chandra, yang menekuni tema ini selama beberapa tahun.*

Kanvas Diri Pribadi (atau KPI: Indikator kinerja kunci)
Menurut beliau, SDM berkualitas muncul bila sebagian besar warga gereja dan pemimpin punya warna indah dalam kanvas pribadinya, di antaranya:
a. Pengalaman perjumpaan dengan Tuhan.
KPI: takjub, rasa berterimakasih, rasa ingin kenal, ingin hidup lebih akrab
b. pengalaman pertumbuhan wawasan.
KPI: upaya dan disiplin mencari sumber serta lingkungan yang nenumbuhkan, rasa tidak layak
c. Perubahan gambar diri, berdamai dengan luka batin.
KPI: rindu lebih terpesona dan mengalami sentuhan lagi.
d. Perubahan karakter.
KPI: lebih peduli dan empati, lebih ingin mengenal potensi orang, lebih ingin menumbuhkannya, lebih bersedia berkurban
e. cara kerja dan hasil yang inspiratif.
KPI: sikap rindu belajar, menginspirasi, love language, mendapatkan trust
f. Keinginan menularkan.
KPI: menjadi mentor atau coach, peka kondisi masyarakat.

Kanvas pelayanan gereja
Dari kanvas pribadi tersebut, kita bisa mengembangkan kanvas pelayanan di gereja. Mulailah dari visi-misi-nilai nilai inti.
Ajukan pertanyaan-pertanyaan berikut:
a. Apa impian-impian Anda tentang gereja yang berhasil?
b. apa yang Anda ingin dapatkan dari Tuhan?
c. Apa yang Anda ingin dapatkan sebagai berkat melalui gereja?
d. Daftarkan apa yang menurut Anda paling bernilai?
e. apa halangan-halangan historis untuk tercapainya impian?
f. Apa kebutuhan yang tidak terpenuhi?
Misalnya di gereja kami, salah satu nilai yang dijunjung tinggi adalah kemauan tinggi untuk terus belajar (continuous learning), meskipun ada juga kelemahan yaitu pudarnya pengalaman perjumpaan awal, atau mungkin bisa disebut "kasih mula-mula."

Kunci keberhasilan
Untuk membangun organisasi apapun diperlukan:
- engaging
- educating
- empowering
Jadi masalah besar bukanlah organisasi harus diubah atau restrukturisasi. Masalahnya: kita tidak pernah mempelajari dan mengendalikan budaya organisasi kita (Church Culture).
Budaya organisasi pada dasarnya adalah cara kita memandang sesuatu dan bertindak (1).

Tipologi budaya organisasi
a. Budaya clan (kekeluargaan)
b. kontrol/hirarki
c. Adhocracy
d. Misi/transformasi masyarakat
Menurut Kim Cameron dan Robert Quinn, ada 2 faktor penentu:
- fleksibilitas atau stabilitas
- fokus ke dalam dan integrasi atau fokus menghasilkan dampak.
Mari kita lihat satu persatu:
a. Budaya clan (kekeluargaan): energi gereja ini difokuskan kepada menjaga lingkungan internalnya dengan fleksibilitas, kepedulian terhadap seluruh anggotanya dan sensitivitas terhadap semua yang terlibat
b. kontrol/hirarki: energi gereja ini terutama difokuskan untuk menjaga stabilitas dan kendali atas lingkungan internalnya
c. Adhocracy: sebuah gereja yang berfokus untuk mendapatkan peran yang khas di masyarakat disertai tingkat fleksibilitas dan individualitas yang tinggi
d. Misi/transformasi masyarakat: sebuah gereja yang memfokuskan energinya untuk menemukan peran dan tempatnya di masyarakat disertai kebutuhan menjaga stabilitas dan kendali demi mencapai visinya.

Pertanyaan penutup
Untuk direnungkan:
1. sudahkah Gereja anda menemukan cita-cita atau impian bersama yang hendak diwujudkan? Dan apakah impian tersebut benar-benar berasal dari Roh Kudus?
2. sudahkah budaya gereja anda sesuai dengan cita-cita tersebut?
Mari kita terus belajar dan saling belajar sebagai Tubuh Kristus.

Versi 1.0: 8 april 2017, pk. 11:45
VC

*note: terimakasih kepada Bpk. Pdt. Robby Chandra yang memberikan izin untuk mengulas ceramah beliau. Jbu

Bacaan lanjutan:
(1) Roger Connors and Tom Smith, Change the Culture, change the game, 2012. Url: https://www.boomerangbooks.com.au/change-the-culture-change-the-game/roger-connors/book_9781591845393.htm
(2) http://churchleaders.com/pastors/free-resources-pastors/145945-free-book-chapter-cracking-your-church-s-culture-code.html
(3) https://www.bgco.org/wp-content/uploads/2010/11/Church-Culture.pdf
(4) http://www.firstthird.org/eym/EYM-Tool-2-Identifying-Your-Churchs-Culture.pdf
(5) Stephen Blandino, url: http://stephenblandino.com/2010/11/8-words-that-define-your-churchs.html











Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013
Phone: (62) 812-30663059
***Papers and books can be found at:
http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
http://www.unesco.chair.network.uevora.pt/media/kunena/attachments/731/ChristologyReloaded_Aug2016.pdf
http://fs.gallup.unm.edu/APS-Abstracts/APS-Abstracts-list.htm
http://independent.academia.edu/VChristianto
Http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto/
Http://id.linkedin.com/pub/victor-christianto/b/115/167
http://www.amazon.com/Victor-Christianto/e/B00AZEDP4E
http://www.amazon.com/Jesus-Christ-Evangelism-Difficult-ebook/dp/B00AZDJCLA
Http://gospel.16mb.com
http://www.kenosis4mission.tk
http://www.twelvegates.tk

Roh Kudus

Roh Kudus

Teks: Yesaya 61:1-4
1 Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara,
2 untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung,
3 untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka "pohon tarbantin kebenaran", "tanaman TUHAN" untuk memperlihatkan keagungan-Nya.
4 Mereka akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan mendirikan kembali tempat-tempat yang sejak dahulu menjadi sunyi; mereka akan membaharui kota-kota yang runtuh, tempat-tempat yang telah turun-temurun menjadi sunyi.

Shalom, saudaraku, selamat pagi. Tema Roh Kudus sungguh amat luas, dan sering menjadi bahan perdebatan. Meskipun Roh Kudus dan Roh Tuhan jelas disebut dalam Alkitab, sejak PL hingga Wahyu, namun tetap saja ada berbagai penafsiran. Artikel ini tidak bermaksud mengupas segala hal tentang Roh Kudus, namun sebagai permulaan baiklah kita tegaskan bahwa ada perbedaan antara peran Roh Kudus:
1. Menurut Lukas-Kisah Para Rasul
2. Menurut Injil Yohanes
3. Menurut surat-surat Paulus.
Dalam permulaan pelayanan Yesus, Lukas 4:18-19 mengutip teks Yesaya 61:1-2 yang berbunyi kabar selamat bagi Sion. Kutipan ini membersitkan pengharapan Mesianik akan kedatangan Kerajaan Allah yang membawa damai sejahtera (shalom) dalam semua aspek dan kepada semua orang.

Kitab Yesaya
Pesan nabi Yesaya terutama ditulis untuk bangsa Yehuda yang berada dalam
pengasingan di Babel. Bangsa Yehuda di Babel tidak boleh putus asa: Allah akan menghampiri mereka dan mereka akan diselamatkan. Tentu saja pasal-pasal ini juga ditulis untuk kita. Bangsa Yahudi berada dalam belenggu dosa, demikian juga halnya dengan kita, mereka perlu diselamatkan, begitu pula kita.[1]

Akibat kehadiran Roh Tuhan
Ayat 1-4 khususnya sangat penting bagi kita, karena memberi petunjuk tentang apa yang seharusnya kita lakukan setelah menerima Roh Kudus, di antaranya:
a. Mewartakan berita baik bagi orang miskin,
b. membebaskan orang tertawan, yaitu mereka yang ditangkap dan kehilangan hak-hak politik mereka,
c. Memberi penglihatan bagi yang buta, yaitu mereka yang kehilangan akses informasi dan pengetahuan,
d. Membebaskan orang tertindas,
e. memberitakan tahun rahmat (sabat) Tuhan sudah datang.

Bukankah banyak di antara kita khususnya dari kalangan Pentakosta dan Karismatik yang sudah merasa puas kalau bisa bernubuat atau berbahasa roh, walaupun setelah itu mereka tidak berbuat apapun?
Sebaliknya, teks Yesaya 61 ini menunjukkan bahwa setelah kita menerima Roh Tuhan, ada banyak yang harus kita kerjakan. Ada 7 panggilan yang mesti kita kerjakan, walaupun teks ini secara klasik ditafsirkan sebagai nubuat untuk Mesias.
Mari kita lihat satu demi satu:

a. untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara:
Panggilan pertama adalah menyampaikan kabar baik. Apakah kita memiliki hati dan kerinduan untuk memberitakan kabar baik, terutama kepada mereka yang tunduk kepada kuasa gelap dan hidup dalam kesengsaraan?

b. merawat orang-orang yang remuk hati:
Apakah kita memiliki hati untuk menghibur dan merawat orang-orang yang depresi, frustrasi, putus asa, dan remuk hati?

c. memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan:
Apakah kita sudah memberitakan pembebasan kepada mereka yang hidup dalam belenggu kutuk dosa dan kuasa Iblis?

d. kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara:
Apakah kita juga merasa prihatin akan banyaknya orang yang masih terpenjara dalam kuasa dosa? Sudahkah kita menjadi suluh di tengah lingkungan yang rusak?

e. memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita:
Tanggal 16 september 2015 tahun lalu adalah terhitung hari pertama dalam tahun 6000 menurut kalender Torah (lihat www.torahcalendar.com). Tahun 6000 ini juga bertepatan dengan tahun Yobel yang ke-120, atau 50x120=6000. Itu artinya sejak bulan September tahun lalu seluruh dunia memasuki tahun rahmat Tuhan.

f. menghibur semua orang berkabung:
Banyak orang yang hidup dalam kesengsaraan karena mereka tetap mengaku percaya dalam nama Yesus Kristus. Baru-baru ini saya mendengar kabar di salah satu provinsi di China, banyak gedung gereja yang dibuldozer, bahkan kabarnya ada pasangan pendeta yang mati karena juga ikut dibuldozer.

g. mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar:
Sudahkah kita memberitakan kepada para hamba Tuhan khususnya di pelosok-pelosok desa, bahwa: Mereka yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai berkasnya dengan sorak sorai.

Janji Tuhan
Jika kita melakukan hal-hal di atas, maka janji Tuhan adalah bahwa kehidupan orang-orang yang kita sentuh akan berubah drastis, bahkan dikatakan bahwa:
(1) Mereka akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad,
(2) akan mendirikan kembali tempat-tempat yang sejak dahulu menjadi sunyi;
(3) mereka akan membaharui kota-kota yang runtuh, tempat-tempat yang telah turun-temurun menjadi sunyi.
Reruntuhan yang berabad-abad itu mungkin bukan saja berkaitan dengan puing-puing sisa kejayaan masa lampau, melainkan juga pola pikir keliru yang telah mengakar, yang menekankan egoisme dan keserakahan khususnya dalam bidang ekonomi dan tata kehidupan masyarakat.[2]
Sementara itu, pola pikir masyarakat zaman dahulu yang menjunjung tinggi kekeluargaan, gotong royong, dan juga guyub rukun, akan kembali mendapat prioritas. Tidak hanya itu, kota-kota yang sunyi dan telah runtuh akan dibangun kembali. Artinya, kembalinya peradaban dibandingkan pola-pola destruktif dalam masyarakat.

Penutup
Dengan kata lain, bagi Lukas kehadiran Roh Kudus berdampak secara nyata dalam kehidupan orang-orang yang kita jumpai setiap hari.
Pertanyaan untuk direnungkan: sudahkah kehadiran kita membawa dampak dan damai sejahtera bagi semua orang yang Tuhan tempatkan di sekitar kita?
Demikian kiranya sekelumit perenungan ini dapat berguna bagi kita semua. Mari kita amini janji Tuhan ini juga bagi kebangkitan negeri tercinta ini.

Versi 1.0: 8 juni 2016, pk. 18:45
versi 1.1: 8 april 2017, pk. 9:53
VC

Referensi:
[1] John Balchin dkk. Intisari Alkitab Perjanjian Lama. Jakarta: Scripture Union Indonesia, 1994. Hal. 169
[2] Etika altruisme dan ekonomi kekekuargaan. Url: https://www.researchgate.net/publication/303444294_Etika_altruisme_dan_Ekonomi_kekeluargaan


Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013
Phone: (62) 812-30663059
***Papers and books can be found at:
http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
http://www.unesco.chair.network.uevora.pt/media/kunena/attachments/731/ChristologyReloaded_Aug2016.pdf
http://fs.gallup.unm.edu/APS-Abstracts/APS-Abstracts-list.htm
http://independent.academia.edu/VChristianto
Http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto/
Http://id.linkedin.com/pub/victor-christianto/b/115/167
http://www.amazon.com/Victor-Christianto/e/B00AZEDP4E
http://www.amazon.com/Jesus-Christ-Evangelism-Difficult-ebook/dp/B00AZDJCLA
Http://gospel.16mb.com
http://www.kenosis4mission.tk
http://www.twelvegates.tk

Mesias

Mesias

Sumber: Seminar Aqedah Yitshaq
Tgl: 3 April, 2017
Narasumber: Dr. Bambang Noorsena

Teks: Yes. 53:10-12
10 Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.
11 Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.
12 Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.

Ada beberapa ide tentang Mesias yang sudah ada sejak masa pra-Kristen, di antaranya:
a. Mesias harus menderita: targum Yonatan, Yesaya
b. Mesias adalah Anak yang Mahatinggi: naskah laut mati, Yesaya
c. Kehadiran pra-eksistensi Mesias: Injil Yohanes
d. Mesias menebus dosa umat manusia: Yesaya (disimbolkan dalam peristiwa Aqedah Yitshaq yang juga diterima oleh bangsa Yahudi). Lihat catatan di bawah ini tentang prasasti Nuzi.
e. kerajaan-Nya tidak berkesudahan: naskah laut mati, Yesaya

Dalam sejarah, ada beberapa orang yang hampir dinobatkan menjadi Mesias Yahudi:
- Bar Kokhba
- Martin Luther
- David Koresh
Namun sangat jelas bahwa tidak ada seorang pun di antara mereka yang memenuhi semua kriteria Mesias di atas. Hal ini juga telah ditegaskan oleh almarhum Rabbi Kaduri (5)(6).

Vicarious (1)
Makna kematian Yesus dalam konteks penebusan dosa umat manusia dijelaskan dengan baik oleh Rasul Paulus dalam Roma 5:6-11

6 Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.
7 Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar--tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati--.
8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.
9 Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.
10 Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!
11 Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.

Ayat 6-8 dalam teks bacaan kali ini menggambarkan kasih Allah yang begitu besar. Kasih itu ditunjukkan justru pada saat manusia masih lemah. Kata "masih lemah" ini dalam bahasa Yunani digunakan kata asthenes yang lebih tepat diartikan "tak ada daya atau tak punya kekuatan." Sebagai orang yang ada di dalam dosa, semua manusia tidak berdaya untuk menebus hutang dosa bila hanya dengan kekuatan sendiri.
Namun pada saat itulah, Kristus mau mati bagi manusia yang tak berdaya melawan dosa. Ia menggantikan tempat orang berdosa, menebus dosa, dan menyelamatkan manusia. Kematian Kristus menurut Gerald F. Hawthorne dan Ralph Martin bersifat "vicarious," artinya kematian itu bukan sekadar kematian biasa, namun dilakukan untuk orang lain sebagai pengganti orang lain dan demi kepentingan orang lain.
Berikut ini adalah kisah seorang pastor yang bersedia menggantikan hukuman mati napi lainnya dalam kamp tawanan Yahudi saat PD II.

Kolbe (1)
Pada tahun 1941, seorang pastor bernama Maximilian Kolbe dipenjarakan di Auschwitz. Pada satu hari seorang napi berhasil melarikan diri. Telah menjadi kebiasaan, setiap kali ada satu napi lari, semua napi lainnya akan dikumpulkan di halaman, lalu komandan akan memilih secara acak 10 napi. Mereka akan dimasukkan ke sebuah sel, tidak diberi makan dan minum sampai mati.
Begitulah pagi itu komandan mulai memilih secara acak mereka yang akan dihukum. Nama napi kesepuluh yang dipanggil adalah Gajowniczek. Begitu namanya disebut, ia langsung menangis histeris: "Oh, istri dan anak-anakku," katanya.
Tiba-tiba dari antara barisan, Max maju ke muka dan menghadap sang komandan. Ia melepas topinya dan memandang perwira Jerman itu tepat di matanya. Ia berkata: "Tuan komandan, ijinkan saya mengajukan permohonan. Saya ingin mati untuk menggantikan napi ini," katanya sambil menunjukkan Gajowniczek yang terus menangis. "Saya tidak punya istri dan anak-anak. Selain itu saya sudah tua. Lebih baik orang itu saja yang hidup lebih lama." Sang komandan diam seribu bahasa, juga para napi lainnya tercengang. Akhirnya terdengar suara: "Permohonanmu dikabulkan."
Max akhirnya tidak mati karena kehausan dan kelaparan, namun karena disuntik racun pada tanggal 14 Agustus 1941. Sementara Gajowniczek berhasil lolos dari pembantaian. Di halaman belakang rumahnya didiriksn sebuah tanda peringatan bagi Maximilan Kolbe, orang yang mati baginya agar ia tetap hidup.
Dalam berbagai kesempatan, Gajowniczek mengisi hidup yang dijalaninya dengan menjadi saksi tentang kebaikam yang telah dilakukan oleh Maximilian Kolbe. Ia meninggal pada tanggal 13 Maret 1995, 53 tahun setelah hukumannya digantikan oleh Kolbe dan mendapat kesempatan hidup kedua.

Penutup
Kiranya kisah Max Kolbe ini membuat jelas, bahwa kita semua adalah mirip dengan situasi Gajowniczek. Itulah yang dimaksud dengan pengorbanan vicarious Yesus Kristus dalam Roma 5:6-11.
Lalu apa yang sudah kita lakukan bagi Dia, sang Penebus tersebut?

Versi 1.0: 3 April 2017, pk. 12:12
versi 1.1: 8 April 2017, pk. 10:46
VC

Bacaan lanjutan:
(1) sumber: Derap Remaja, edisi 41, minggu kedua 2017
(2) Scot McKnight. Jesus and His death. Waco: Baylor University Press, 2005
(3) James Waddell. The Messiah. New York: T&T Clark, 2011
(4) John Balchin dkk. Intisari Alkitab Perjanjian Lama. Jakarta: Scripture Union Indonesia, 1994
(5) http://www.triumphpro.com/rabbi-kaduri-and-yeshua.pdf
(6) url: http://www.yeshuahamashiach.org/Kaduri_names_Messiah.htm
(7) Richard Longenecker. The Christology of early Jewish Christianity. Illinois: SCM Press Ltd., 1970
(8) David Novak. Jewish Christian Dialogue: A jewish justification. Oxford: Oxford University Press, 1989

---
Catatan: Prasasti Nuzi

Ditulis sejaman dengan Abraham.
Antara lain isinya:
"Jika seorang budak perempuan punya anak, lalu nyonyanya juga melahirkan, maka yang disebut anak tunggal yang memiliki hak kesulungan adalah anak nyonyanya itu."
Ini menunjukkan bahwa kisah Abraham mengusir Hagar itu cocok dengan adat budaya pada zaman itu.

"Nuzi was excavated between 1925 and 1941. It is located southeast of Nineveh, not far from modern Kirkuk, and it has yielded several thousand documents. These tablets provide numerous illustations of the customs which figure in the patriarchal narratives. The people of Nuzi (or Nuzu) were Hurrians (the Horites of the KJV) Old Testament."

Sumber: http://www.theology.edu/abraham.htm








Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013
Phone: (62) 812-30663059
***Papers and books can be found at:
http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
http://www.unesco.chair.network.uevora.pt/media/kunena/attachments/731/ChristologyReloaded_Aug2016.pdf
http://fs.gallup.unm.edu/APS-Abstracts/APS-Abstracts-list.htm
http://independent.academia.edu/VChristianto
Http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto/
Http://id.linkedin.com/pub/victor-christianto/b/115/167
http://www.amazon.com/Victor-Christianto/e/B00AZEDP4E
http://www.amazon.com/Jesus-Christ-Evangelism-Difficult-ebook/dp/B00AZDJCLA
Http://gospel.16mb.com
http://www.kenosis4mission.tk
http://www.twelvegates.tk

Ramah

Ramah

Pendahuluan
"Monggo mampir, mas." (Mari mampir, kak). "Monggo pinarak." (Mari duduk.) Kalimat-kalimat itu akan sering kita dengar kalau kita yang dari kota mampir ke salah satu desa di jawa tengah atau jawa timur. Tidak hanya itu, kalau ada orang kota datang ke rumah seorang di desa, biasanya dengan senang hati semua yang ada di rumah akan diberikan, termasuk buah-buahan seperti kelapa, jambu, mangga atau yang lainnya. Itu yang mungkin kita sebut keramahan orang desa, atau keramahan khas Indonesia.
Keramahan yang khas tersebut agaknya sudah mulai luntur kalau tidak ingin mengatakan hilang sama sekali. Sebagai contoh, seorang rekan yang juga pendeta pernah bercerita bahwa dulu di desanya, di depan rumah setiap warga di tepi jalan besar selalu tersedia kendi berisi air siap minum, tujuannya untuk menyediakan minum bagi pejalan kaki yang pulang dari atau pergi ke pasar dan kehausan. Kini, kendi-kendi berisi air itu telah hilang, mungkin tergantikan oleh penjaja air dalam kemasan.
Keramahan yang dipuji oleh hampir semua turis ke Indonesia tersebut, kini sering berganti dengan wajah-wajah beringas yang sering dijumpai di siaran berita di televisi. Ke mana gerangan keramahan tersebut? Kini marilah kita mengambil waktu sejenak untuk merenungkan pola keramahan dalam PL dan PB, serta bagaimana keramahan menurut beberapa pemikir kontemporer.

Keramahan dalam PL
Salah satu contoh yang kerap dikutip tentang keramahan dalam PL adalah kisah Abraham yang menjamu tamu-tamu tidak dikenal, yang ternyata mereka adalah malaikat (Kej. 18). Bayangkan, di tengah terik siang hari, Abraham berlari menemui beberapa orang asing, menyiapkan makan dan minum, serta menjamu mereka dengan keramahan khas Mediteranian.
Dalam pola keramahan atau hospitalitas khas Timur Tengah tersebut, ada beberapa langkah dalam prosesnya:[1]
a. Perkenalan: tuan rumah akan menanyakan asal usul tamu serta tujuannya
b. penyelidikan singkat: tuan rumah akan menanyakan beberapa hal tentang tamu tersebut, untuk memastikan bahwa dia bukan orang jahat atau berniat jahat
c. Jamuan: tuan rumah menyediakan makan, minum, kadang pakaian dan tempat berteduh
D. harapan akan hubungan yang berlanjut: orang asing mungkin memberikan hadiah, atau janji akan menyambut di kemudian hari, atau salam dari seorang yang penting.
Dalam PL memang salah satu perintah yang diberikan Tuhan adalah memperlakukan orang asing dengan ramah.

Keramahan dalam PB
- Keramahan Bapa: Yesus memperkenalkan Allah sebagai Bapa yang Maha Kasih dan Pemelihara Kehidupan. Ia yang mendandani bunga bakung di ladang, serta menurunkan hujan serta memberikan sinar matahari bagi orang baik dan orang jahat, adalah sumber utama dari keramahan kristiani. Keramahan Bapa ditunjukkan dengan baik dalam perumpamaan tentang kembalinya anak yang hilang.
- Keramahan Ibu: para perempuan di sekitar Yesus tampil sebagai rekan penolong yang setia melayani Yesus dan murid-murid-Nya, termasuk Maria dan Marta, Maria Magdalena dll.
- Keramahan Anak: Allah Putra menuruti perintah Bapa dengan cara turun ke bumi menjadi manusia, dan menjumpai umat ciptaan-Nya yang bandel-bandel dan cenderung menyukai kegelapan (Yoh. 1:1-14). Ia yang adalah tuan rumah dan pemilik alam semesta bersedia lahir dalam wujud anak seorang tukang kayu dalam segala kebersahajaannya, dan seumur hidup-Nya Ia adalah penerima keramahan (hospitalitas) orang-orang di sekitar-Nya.
- Keramahan sebagai Anugerah Umum: kisah tentang orang Samaria yang baik hati menunjukkan dengan baik gagasan khas Yesus bahwa orang-orang yang mungkin kita anggap tidak mengenal Allah justru sering kali menunjukkan keramahan (hospitalitas) kepada sesamanya. Dalam konteks ajaran Calvin, ini mungkin dapat disebut sebagai petunjuk adanya Anugerah Umum, sementara itu dalam konteks pemikiran Amos Yong (lihat di bawah), keramahan antar sesama tersebut dianggap merupakan hasil karya Roh Kudus dalam agama-agama lain (menurut teologi agama-agama berbasis pneumatologi).

Keramahan dalam pemikiran kontemporer
Ada banyak penulis yang telah memikirkan mengenai topik keramahan (hospitalitas) tersebut, di antaranya Jacques Derrida, Amos Yong dan Andrew Shepherd. Berikut ini adalah ringkasan pandangan Amos Yong yang dikutip dari tesis seorang sahabat saya [3].
Amos Yong memulai dengan Yesus sebagai paradigma dari hospitalitas. Menurut Yong, Yesus mewakili dan mewujudkan hospitalitas Allah. Dalam perspektif Lukas, Yesus adalah yang diurapi, Kristus, dan pribadi yang diberdayakan oleh Roh Kudus dalam segala aspek kehidupan dan pelayanan. Yong mengarahkan fokusnya pada tiga motif [3, hal. 29-30]:
a. Hospitalitas Allah dapat dilihat dalam keberadaan Yesus sebagai penerima (sekaligus pemberi) hospitalitas yang patut untuk ditiru. Dalam kalimat lain, Yesus sekaligus adalah tamu asing bagi dunia (stranger), tapi juga yang empunya kebun yang datang pada milik kepunyaan-Nya. Ia adalah pendatang sekaligus tuan rumah.
b. Jika kita perhatikan Injil dengan seksama, maka kita akan menemukan fakra bahwa dalam kisah perjamuan makan, penerima hospitalitas ilahi yang paling bersemangat bukanlah para pemimpin agama namun orang-orang miskin dan tertindas.
c. Berdasarkan kisah orang Samaria yang murah hati, orang yang berlainan iman dipandang bukan sekedar sebagai sarana perpanjangan tangan Allah untuk menolong umat-Nya, namun juga memiliki kemungkinan untuk memperoleh hidup yang kekal (Luk. 10:25).
Lebih lanjut Amos Yong menyatakan bahwa hospitalitas Trinitarian sebagaimana termanifestasi melalui tubuh Kristus bukan sekadar christomorphic namun juga diberdayakan oleh Roh Kudus. Amos Yong secara sadar sedari awal membangun pendekatan hospitalitas bukan sekadar sebagai kepercayaan Kristen namun lebih daripada praktik dari teologi agama-agama yang berbasis pneumatologis. Karena itu, penulis lain berpendapat:"konsep hospitalitas yang menjadi kunci dari pemikiran Yong juga relevan dalam konteks Indonesia. Konsep ini bahkan telah mengakar di dalam kultur bangsa Indonesia yang terkenal dengan keramahtamahan dan toleransi."[2]
Para pemikir lain seperti Derrida agak berbeda dalam menggarap tema hospitalitas ini, namun untuk ringkasnya silakan lihat [1]. Sementara itu Shepherd menulis disertasi di Universitas Otago dengan topik teologi hospitalitas. [4] Namun demikian, perlu dicatat bahwa ada juga yang mengambil sikap kritis terhadap pendekatan hospitalitas untuk membangun dialog teologis.[5]

Demikian uraian singkat tentang topik yang sangat aktual bagi bangsa ini. Kiranya berguna dalam menggugah kembali budaya keramahan bangsa Indonesia, bukan budaya saling mencederai dan saling melukai.

Bagaimana pendapat Anda? Jika ada komentar dan saran silakan kirim ke email: victorchristianto@gmail.com

Note: artikel ini sekalipun bukan ringkasan yang memadai, terinspirasi dari tesis yang ditulis sahabat saya: Pdt. Welko Henro Marpaung, MTh., tentang pemikiran Amos Yong. [3]

Versi 1.0: 19 Nopember 2015, pk. 17:41,
versi 1.1: 20 Nopember 2015, pk. 00:13,
Versi 1.2: 4 april 2017, pk. 20:46
VC

Referensi:
[1] Jason Foster. Hospitality: The Apostle John, Jacques Derrida, and Us. Reformed Perspectives Magazine, 2007. Url: http://thirdmill.org/newfiles/jas_foster/jas_foster.hospitality.html
[2] Hans Abdiel Harmakaputra. Melepas bingkai: upaya pencarian jalan-jalan lain yang mengatasi kebuntuan model pendekatan tipologi tripolar dalam diskursus teologi agama-agama kontemporer. Jakarta: Grafika KreasIndo, 2014.
[3] Welko Henro Marpaung. Pendekatan Hospitalitas sebagai praktik teologi agama-agama pentakosta karismatik Amos Yong yang berbasis Pneumatologi dalam dialog dengan konteks Indonesia... Tesis Magister Teologi, STT Satyabhakti, 2015.
[4] Andrew Shepherd. The gift of the other: Levinas, Derrida and a Theology of Hospitality. PhD dissertation at University of Otago, New Zealand, Dec. 23. 2009
[5] J. Eliot. Url: http://womenintheology.org/2014/03/10/the-myth-of-christian-hospitality-and-theological-dialogue-or-its-a-trap-trust-me/


Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013
Phone: (62) 812-30663059
***Papers and books can be found at:
http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
http://www.unesco.chair.network.uevora.pt/media/kunena/attachments/731/ChristologyReloaded_Aug2016.pdf
http://fs.gallup.unm.edu/APS-Abstracts/APS-Abstracts-list.htm
http://independent.academia.edu/VChristianto
Http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto/
Http://id.linkedin.com/pub/victor-christianto/b/115/167
http://www.amazon.com/Victor-Christianto/e/B00AZEDP4E
http://www.amazon.com/Jesus-Christ-Evangelism-Difficult-ebook/dp/B00AZDJCLA
Http://gospel.16mb.com
http://www.kenosis4mission.tk
http://www.twelvegates.tk

Liyan

Liyan

Etika altruisme dan Ekonomi kekeluargaan

Teks: Kisah Para Rasul 2:45
"dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing."

Pendahuluan
Salah satu permasalahan utama dalam bidang ekonomi adalah bagaimana menafsirkan dan menjabarkan Pasal 33 UUD 1945 (6)(7). Sudah banyak upaya untuk melakukan Judicial Review terhadap berbagai Undang-undang yang berhubungan dengan Pasal 33 tersebut. Artikel ini juga merupakan salah satu upaya untuk merefleksikan Pasal 33 tersebut, khususnya dalam perspektif altruisme dan Etika Kristen.

Egoisme dan maksimalisasi utilitas
Sejak zaman dahulu kala, manusia cenderung mendahulukan egonya ketimbang sesamanya. Hal ini seakan dirumuskan oleh Adam Smith yang menulis antara lain bahwa masyarakat akan menjadi makmur jika setiap orang bebas mengejar kepentingan-kepentingannya secara individual. Itulah yang kemudian menjadi dasar dari suatu prinsip ekonomi yaitu memaksimalkan utilitas ("utility maximisation"), sehingga egoisme dan keserakahan merupakan dasar dari ekonomi kapitalistik (15).
Prinsip ekonomi tersebut tampaknya lalu memperoleh penegasan lagi oleh buku Richard Dawkins berjudul The Selfish Gene (4), yang intinya mengajarkan bahwa sel-sel dalam tubuh manusia juga mengutamakan kepentingannya sendiri. Dawkins dikenal sebagai tokoh Neo Darwinisme.
Dengan kata lain kita sampai pada kesimpulan yang meresahkan yaitu bahwa egoisme (selfishness) tampaknya dibenarkan atau bahkan dianjurkan dalam ilmu ekonomi maupun biologi modern. Itulah sebabnya banyak manusia dewasa ini cenderung menjadi sangat individualis dan hanya mengejar kemakmuran diri sendiri.
Benarkah demikian halnya? Adakah pendekatan ekonomi yang tidak bertumpu pada egoisme dan keserakahan?

Altruisme
Altruisme yang artinya "selflessness" atau mendahulukan kepentingan liyan daripada kepentingan diri sendiri,* merupakan lawan kata dari egoisme, meskipun kata altruisme memang agak jarang terdengar dewasa ini. Dalam konteks iman Kristen, altruisme atau kasih adalah perwujudan cinta kepada Tuhan yang kita teruskan kepada sesama yang menderita. Jadi jelas bahwa altruisme adalah salah satu inti dari Etika Kristen (Mat. 22:37-41). Lihat (5).
Mari kita lihat beberapa kisah dari Kitab Injil. Ajaran Yesus tentang altruisme nampak misalnya dalam kisah pemuda yang datang kepada Yesus dan menanyakan jalan menuju sorga. Yesus yang tahu bahwa pemuda itu telah menaati seluruh hukum Allah hanya menyuruh dia menjual semua hartanya dan membagikan kepada orang-orang miskin, lalu mengikut Yesus (Luk. 18:22). Yesus sebenarnya hendak mengajarkan pemuda itu untuk menerapkan altruisme, bukan hanya sekadar ketaatan akan hukum-hukum Taurat.
Demikian juga Zakheus diterima pertobatannya, karena ia sudah belajar menerapkan altruisme (Luk. 19:8). Hal ini tidak berarti bahwa menjadi kaya itu dilarang oleh Yesus, namun memang sulit menjadi kaya sekaligus tetap menerapkan altruisme. Itu sebabnya Yesus pernah mengatakan bahwa lebih mudah bagi seekor unta untuk masuk lobang jarum daripada bagi orang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah (Mat. 19:24).
Masih banyak contoh dari Alkitab yang bisa disebut yang menegaskan bahwa altruisme, belaskasih, dan pengampunan merupakan ajaran sentral dari Yesus Kristus.
Dalam kaitan ini ada satu hal yang menarik, yakni seorang ahli biologi evolusioner dari Praha yaitu Prof. Jaroslav Flegr menulis buku yang isinya terang-terangan menyanggah konsep "selfish gene" dari Dawkins.(3)(17) Meskipun temuan ini perlu riset lanjutan, tampaknya hal ini menunjukkan bahwa gen-gen kita pun tidak melulu egois.

Ekonomi kekeluargaan
Penerapan altruisme ada beberapa hal, misalnya dalam ekonomi dikenal sebagai kooperasi (kerjasama). Lihat (1). Kita mesti bersyukur bahwa dalam UUD 45 Pasal 33 ayat 1 ditegaskan bahwa "Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan," dengan kata lain ekonomi kekeluargaan merupakan ciri khas ekonomi Indonesia. Artinya kooperasi dan altruisme mesti merupakan landasan hidup berbangsa, bukan maksimalisasi utilitas.
Lalu bagaimana penerapan praktis ekonomi kekeluargaan yang berbasis altruisme dan kooperasi tersebut? Tentu ini pertanyaan besar yang memerlukan jawaban dan terobosan kreatif dari para ekonom dan ahli hukum Indonesia.(7)(8)
Penulis akan coba berikan 3 contoh pendekatan ekonomi berbasis kooperasi dan altruisme yang mungkin ditempuh:
(a) Beberapa waktu lalu harian Kompas memuat headline berjudul "Bisnis aplikasi sedang tumbuh pesat: ekonomi berbagi tidak bisa dibendung" (28/3/2016). Artinya ekonomi yang muncul akibat penggunaan gawai dan berbagai apps tidak lagi sesuai dengan model bisnis ekonomi industrial. Konsep ekonomi berbagi (sharing economy) merupakan salah satu ciri dari ekonomi masa depan, dan hal ini perlu disambut gembira karena memberikan sebersit harapan akan ekonomi masyarakat yang tidak melulu bertumpu pada egoisme dan maksimalisasi utilitas. Di antara penerapan ekonomi berbagi tersebut, yang bisa disebut antara lain adalah crowdfunding dan crowdsourcing (13).
(b) Pola pendanaan mikro (microlending/microcredit) dengan pengawasan berkelompok seperti yang diterapkan oleh Grameen Bank, juga menunjukkan salah satu jalan alternatif ekonomi altruisme yang berakar pada kebutuhan riil masyarakat terutama di tingkat akarrumput. Keberhasilan metode pendanaan mikro di Bangladesh serta beberapa negara Asia lainnya tampaknya perlu dipelajari untuk diterapkan di negeri ini (11)(12)(16).
(c) Contoh lain adalah seorang sahabat penulis sedang berupaya merintis sebuah konsep baru yang disebut ekonomi Gotong Royong, bertolak dari keprihatinan akan kegagalan banyak koperasi sebagai badan usaha di berbagai tempat.
Dengan kata lain, kemajuan teknologi khususnya informatika dan komunikasi membuka peluang untuk menerobos kebuntuan penafsiran akan Pasal 33 tersebut, dan memungkinkan berbagai pendekatan baru untuk mewujudkan demokrasi ekonomi yang berwatak partisipatif dan emansipatif, seperti yang pernah dikemukakan oleh Prof. Sri-Edi Swasono (6). Beliau juga mengutip model pendekatan Jalan Ketiga yang diperkenalkan oleh Anthony Giddens. Pendekatan Jalan Ketiga ini telah mencetuskan berbagai perubahan dalam kebijakan publik di Eropa, khususnya di Inggris dalam masa Tony Blair (9)(10). Lihat juga (14).
Dengan kata lain, altruisme juga mesti diterapkan dalam kepemimpinan di berbagai bidang, baik sekuler maupun kepemimpinan religius.(2)

Penutup
Demikianlah kiranya kita mulai belajar menerapkan altruisme yang sejati dalam kehidupan berbangsa, khususnya dalam bidang ekonomi, alih-alih menelan mentah-mentah berbagai teori ekonomi kapitalistik yang menekankan egoisme dan keserakahan. Memang hal ini sulit, tapi itulah amanat Konstitusi bangsa Indonesia.
Sebagai penutup, izinkan saya mengutip I Timotius 6:17 untuk mengingatkan salah satu tugas sebagai orang Kristen:

"Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati."

Bagaimana pendapat Anda?

Versi 1.0: 24 april 2016, pk. 11:47,
versi 1.1: 26 april 2016, pk. 12:27,
Versi 1.2: 4 april 2017, pk. 20:48

Catatan:
* Terimakasih kepada Prof. Liek Wilardjo yang memberikan definisi yang lebih tepat untuk altruisme.

Referensi:
(1) Karen Cunningham. Cooperation and altruism. Url: http://www.personal.kent.edu/~kcunning/conflict_theory/sample_paper_pdf.pdf
(2) Andrew Ma. Leadership Advance Online. Issue XVI, 2009. Url: http://www.regent.edu/acad/global/publications/lao/issue_16/LAO_IssXVI_Ma.pdf
(3) Jaroslav Flegr. Frozen evolution: A farewell to selfish gene. Prague: Charles University, 2008. Url: http://www.frozenevolution.com/about-jaroslav-flegr
(4) Richard Dawkins. The Selfish Gene. Oxford: Oxford University Press, 1976.
(5) Colin Grant. Altruism and Christian Ethics. Cambridge: Cambridge University Press, 2001.
(6) Sri-Edi Swasono. Pasal 33 UUD 1945 harus dipertahankan: jangan dirubah tapi boleh ditambah ayat. 2008. Url: https://materikuliahfhunibraw.files.wordpress.com/2008/12/sri-edi-swasono-asas-kekeluargaan.pdf
(7) Sulitnya merealisasikan Pasal 33 UUD 1945. Url: http://m.hukumonline.com/berita/baca/lt55505f23aac65/sulitnya-merealisasikan-pasal-33-uud-1945
(8) M. Lutfi Chakim. Url: http://www.lutfichakim.com/2011/12/analisis-penafsiran-pasal-33-uud-1945.html
(9) Philip Arestis & Malcolm Sawyer (eds.) The economics of the Third Way: Experiences from around the world. Cheltenham: Edward Elgar Publ. Ltd., 2001
(10) Ray Kiely. The clash of globalisations: Neo-Liberalism, the Third Way, and anti-globalisation. Leiden, Boston: Brill, 2005.
(11) Phil Smith & Eric Thurman. A billion bootstraps. McGraw-Hill Comp., 2007.
(12) Aminur Rahman. Women and microcredit in rural Bangladesh: anthropology study on the rhetoric and realities of Grameen Bank lending. Colorado: Westview Press, 1999.
(13) Kevin Lawton & Dan Marom. The Crowdfunding revolution: social networking meets venture financing. 2010, self published.
(14) Dawam Rahardjo. Ekonomi Pancasila dalam tinjauan Filsafat Ilmu. 2004. Url: https://matakuliah.files.wordpress.com/2007/09/ekonomi-pancasila-dalam-tinjauan-pilsafat-ilmu.pdf
(15) Fuad Aleskerov, Denis Bouyssou, Bernard Monjardet. Utility maximization, choice and preference. 2nd ed. Berlin: Springer, 2007.
(16) Alex Counts. Small loans, big dreams. New Jersey: John Wiley & Sons, Inc., 2008.
(17) Jaroslav Flegr. Biology Direct, 2013. Url: http://web.natur.cuni.cz/flegr/pdf/punctuated.pdf


Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013
Phone: (62) 812-30663059
***Papers and books can be found at:
http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
http://www.unesco.chair.network.uevora.pt/media/kunena/attachments/731/ChristologyReloaded_Aug2016.pdf
http://fs.gallup.unm.edu/APS-Abstracts/APS-Abstracts-list.htm
http://independent.academia.edu/VChristianto
Http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto/
Http://id.linkedin.com/pub/victor-christianto/b/115/167
http://www.amazon.com/Victor-Christianto/e/B00AZEDP4E
http://www.amazon.com/Jesus-Christ-Evangelism-Difficult-ebook/dp/B00AZDJCLA
Http://gospel.16mb.com
http://www.kenosis4mission.tk
http://www.twelvegates.tk