Selasa, 04 Oktober 2016

Norilsk

Shalom, selamat pagi saudaraku. Kira-kira tiga hari yang lalu saya membaca sebuah berita baris di televisi nasional yang menyebutkan bahwa sungai Daldykan di Dekat kota Norilsk di salah satu wilayah Rusia berubah warnanya menjadi merah seperti darah. (2) Sungai itu termasuk wilayah yang sangat tercemar, karena dekat dengan tambang Nikel Norilsk, karena itu pejabat setempat menghubungkan perubahan warna sungai itu dengan polusi dari tambang tersebut.
Berita ini cukup menggelitik saya, sehingga saya mencoba cari informasi apakah ada berita serupa. Ternyata sejak 2012 telah dilaporkan beberapa peristiwa yang mirip: (1)
a. 2012: pantai di Sydney berubah menjadi merah darah, padahal tidak ada serangan hiu
b. 2014: sungai di Wenzhou, China juga berubah menjadi merah seperti darah. Pejabat setempat menyatakan bahwa kemungkinan ada polusi zat berwarna oleh industri setempat
c. 2015: laut di sekitar di Pulau Tonga di Pasifik juga dilaporkan berubah menjadi merah, diduga karena efek algae merah.
Tidak hanya itu, kalau kita mau melacak peristiwa serupa, masih ada beberapa peristiwa mirip:
d. Sungai Nil juga berubah menjadi merah, hal ini mengingatkan orang pada kisah kuno dalam kitab Keluaran (3)
e. sungai yang melintasi salah satu desa di Slovakia juga dilaporkan berubah menjadi merah darah dalam waktu semalam (4).

Makna
Mungkin sebagian di antara peristiwa berubahnya warna sungai dan laut menjadi merah darah dapat dicarikan penjelasan ilmiahnya. Namun sebagian lagi tetap tinggal misteri.
Tentu bagi pembaca yang akrab dengan nubuat-nubuat dalam Alkitab akan teringat bahwa ada ayat yang menyebut tentang berubahnya sungai-sungai menjadi merah darah:

Wahyu 16:4
Dan malaikat yang ketiga menumpahkan cawannya atas sungai-sungai dan mata-mata air, dan semuanya menjadi darah.

Mungkin ini adalah suatu peringatan dari Tuhan bahwa hari kedatangan Tuhan yang kedua kali telah kian dekat. Khususnya itu peringatan bagi negara-negara yang sering menganiaya orang-orang kudus secara sistematis (Wahyu 16:6).
Tidak perlu panik, namun kita mesti waspada akan tanda-tanda zaman. Marilah kita memohon agar diberikan hikmat sedemikian untuk mempergunakan waktu yang ada untuk bertobat dan memperbaiki kelakuan kita, meskipun memang saat dan harinya tidak ada seorangpun yang tahu.

Tuhan Yesus mengasihi Anda.

Versi 1.0: 11 september 2016, pk. 11:52
VC

Referensi:
(1) http://www.inquisitr.com/2222783/why-are-waters-around-the-world-turning-blood-red-people-fear-it-is-a-sign-of-the-end-times/
(2) http://abcnews.go.com/International/russian-river-mysteriously-turns-blood-red/story?id=41914260
(3) http://www.breakingisraelnews.com/64877/nile-river-turns-blood-red-in-biblical-nature-phenomenon-middle-east/
(4) http://www.dailymail.co.uk/news/article-2517516/The-river-blood-Villagers-shock-Slovakian-waterway-turns-red-overnight-like-horror-film.html
(5) https://www.rt.com/viral/358561-red-river-siberia-norilsk/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar