Jumat, 14 April 2017

Easter = Paskah?

*Easter = Paskah?*

Patut diketahui, supaya tidak keliru.

Kata Easter berasal dari kata "Ishtar" dimana Ishtar adalah perayaan kebangkitan seorang dewa bernama Tamus. Siapakah Tamus?

Salah satu anak Nuh bernama Ham. memiliki seorang anak bernama Cush dan menikah dengan seorang wanita bernama Semiramis. Cush dan Semiramis memiliki seorang putra bernama Nimrod (Kej 10:8-10).

Nimrod dalam bahasa Ibrani berarti 'pemberontak'. Nimrod adalah pencipta sistem Babilonia dimana ia menciptakan tatanan pemerintahan dan hukum dasar perdagangan ekonomi.

Nimrod adalah orang pertama yang memperkenalkan penyembahan setan (satanic worship). Nimrod begitu bejat sampai ia bersetubuh dengan ibu kandungnya sendiri yaitu Semiramis. Sang ibu kemudian hamil dan melahirkan anak bernama Tamus.

Ketika Nimrod meninggal, Semiramis mendoktrinasi pengikutnya bahwa Nimrod telah naik ke tahtanya di matahari dan harus dipuja sebagai Baal yaitu sang dewa matahari. Semiramis sendiri menyatakan bahwa ia datang di Bumi melalui peristiwa dimana ia turun dari bulan dan 'mendarat' di sungai Efrata ( Irak). Peristiwa ini dinamai Ishtar/easter.

Nimrod yang dipuja sebagai dewa matahari,

Semiramis dipuja orang sebagai dewa bulan,

Tamus disembah dgn gelar Queen of Heaven atau Ratu Surga (Yeremia 7:18 dan Yeremia 44:17-25).

Pada Alkitab bahasa inggris, kata "Paskah" diterjemahkan sebagai "Passover" bukan "Easter". ( Matius 26:17-19 )

Kesimpulan

Paskah atau Passover yang kita rayakan adalah perayaan kebangkitan Yesus Kristus mengalahkan kematian sedangkan Easter (atau Ishtar) adalah perayaan kebangkitan seorang dewa bernama Tamus.

Kita percaya hanya merayakan: PASKAH - PESACH - PASSOVER.

Dan BUKAN easter!

Kita mengucapkan: Hag Pesach Sameach / Happy Pesach / Selamat Paskah. 

Dan BUKAN Happy easter. Ingat loh jangan salah mengucapkan !!

Rabu, 12 April 2017

Mesias

Mesias

Sumber: Seminar Aqedah Yitshaq
Tgl: 3 April, 2017
Narasumber: Dr. Bambang Noorsena

Teks: Yes. 53:10-12
10 Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.
11 Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.
12 Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.

Ada beberapa ide tentang Mesias yang sudah ada sejak masa pra-Kristen, di antaranya:
a. Mesias harus menderita: targum Yonatan, Yesaya
b. Mesias adalah Anak yang Mahatinggi: naskah laut mati, Yesaya
c. Kehadiran pra-eksistensi Mesias: Injil Yohanes
d. Mesias menebus dosa umat manusia: Yesaya (disimbolkan dalam peristiwa Aqedah Yitshaq yang juga diterima oleh bangsa Yahudi). Lihat catatan di bawah ini tentang prasasti Nuzi.
e. kerajaan-Nya tidak berkesudahan: naskah laut mati, Yesaya

Dalam sejarah, ada beberapa orang yang hampir dinobatkan menjadi Mesias Yahudi:
- Bar Kokhba
- Martin Luther
- David Koresh
Namun sangat jelas bahwa tidak ada seorang pun di antara mereka yang memenuhi semua kriteria Mesias di atas. Hal ini juga telah ditegaskan oleh almarhum Rabbi Kaduri (5)(6).

Vicarious (1)
Makna kematian Yesus dalam konteks penebusan dosa umat manusia dijelaskan dengan baik oleh Rasul Paulus dalam Roma 5:6-11

6 Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.
7 Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar--tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati--.
8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.
9 Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.
10 Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!
11 Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.

Ayat 6-8 dalam teks bacaan kali ini menggambarkan kasih Allah yang begitu besar. Kasih itu ditunjukkan justru pada saat manusia masih lemah. Kata "masih lemah" ini dalam bahasa Yunani digunakan kata asthenes yang lebih tepat diartikan "tak ada daya atau tak punya kekuatan." Sebagai orang yang ada di dalam dosa, semua manusia tidak berdaya untuk menebus hutang dosa bila hanya dengan kekuatan sendiri.
Namun pada saat itulah, Kristus mau mati bagi manusia yang tak berdaya melawan dosa. Ia menggantikan tempat orang berdosa, menebus dosa, dan menyelamatkan manusia. Kematian Kristus menurut Gerald F. Hawthorne dan Ralph Martin bersifat "vicarious," artinya kematian itu bukan sekadar kematian biasa, namun dilakukan untuk orang lain sebagai pengganti orang lain dan demi kepentingan orang lain.
Berikut ini adalah kisah seorang pastor yang bersedia menggantikan hukuman mati napi lainnya dalam kamp tawanan Yahudi saat PD II.

Kolbe (1)
Pada tahun 1941, seorang pastor bernama Maximilian Kolbe dipenjarakan di Auschwitz. Pada satu hari seorang napi berhasil melarikan diri. Telah menjadi kebiasaan, setiap kali ada satu napi lari, semua napi lainnya akan dikumpulkan di halaman, lalu komandan akan memilih secara acak 10 napi. Mereka akan dimasukkan ke sebuah sel, tidak diberi makan dan minum sampai mati.
Begitulah pagi itu komandan mulai memilih secara acak mereka yang akan dihukum. Nama napi kesepuluh yang dipanggil adalah Gajowniczek. Begitu namanya disebut, ia langsung menangis histeris: "Oh, istri dan anak-anakku," katanya.
Tiba-tiba dari antara barisan, Max maju ke muka dan menghadap sang komandan. Ia melepas topinya dan memandang perwira Jerman itu tepat di matanya. Ia berkata: "Tuan komandan, ijinkan saya mengajukan permohonan. Saya ingin mati untuk menggantikan napi ini," katanya sambil menunjukkan Gajowniczek yang terus menangis. "Saya tidak punya istri dan anak-anak. Selain itu saya sudah tua. Lebih baik orang itu saja yang hidup lebih lama." Sang komandan diam seribu bahasa, juga para napi lainnya tercengang. Akhirnya terdengar suara: "Permohonanmu dikabulkan."
Max akhirnya tidak mati karena kehausan dan kelaparan, namun karena disuntik racun pada tanggal 14 Agustus 1941. Sementara Gajowniczek berhasil lolos dari pembantaian. Di halaman belakang rumahnya didiriksn sebuah tanda peringatan bagi Maximilan Kolbe, orang yang mati baginya agar ia tetap hidup.
Dalam berbagai kesempatan, Gajowniczek mengisi hidup yang dijalaninya dengan menjadi saksi tentang kebaikam yang telah dilakukan oleh Maximilian Kolbe. Ia meninggal pada tanggal 13 Maret 1995, 53 tahun setelah hukumannya digantikan oleh Kolbe dan mendapat kesempatan hidup kedua.

Penutup
Kiranya kisah Max Kolbe ini membuat jelas, bahwa kita semua adalah mirip dengan situasi Gajowniczek. Itulah yang dimaksud dengan pengorbanan vicarious Yesus Kristus dalam Roma 5:6-11.
Lalu apa yang sudah kita lakukan bagi Dia, sang Penebus tersebut?

Versi 1.0: 3 April 2017, pk. 12:12
versi 1.1: 8 April 2017, pk. 10:46
VC

Bacaan lanjutan:
(1) sumber: Derap Remaja, edisi 41, minggu kedua 2017
(2) Scot McKnight. Jesus and His death. Waco: Baylor University Press, 2005
(3) James Waddell. The Messiah. New York: T&T Clark, 2011
(4) John Balchin dkk. Intisari Alkitab Perjanjian Lama. Jakarta: Scripture Union Indonesia, 1994
(5) http://www.triumphpro.com/rabbi-kaduri-and-yeshua.pdf
(6) url: http://www.yeshuahamashiach.org/Kaduri_names_Messiah.htm
(7) Richard Longenecker. The Christology of early Jewish Christianity. Illinois: SCM Press Ltd., 1970
(8) David Novak. Jewish Christian Dialogue: A jewish justification. Oxford: Oxford University Press, 1989

---
Catatan: Prasasti Nuzi

Ditulis sejaman dengan Abraham.
Antara lain isinya:
"Jika seorang budak perempuan punya anak, lalu nyonyanya juga melahirkan, maka yang disebut anak tunggal yang memiliki hak kesulungan adalah anak nyonyanya itu."
Ini menunjukkan bahwa kisah Abraham mengusir Hagar itu cocok dengan adat budaya pada zaman itu.

"Nuzi was excavated between 1925 and 1941. It is located southeast of Nineveh, not far from modern Kirkuk, and it has yielded several thousand documents. These tablets provide numerous illustations of the customs which figure in the patriarchal narratives. The people of Nuzi (or Nuzu) were Hurrians (the Horites of the KJV) Old Testament."

Sumber: http://www.theology.edu/abraham.htm








Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013
Phone: (62) 812-30663059
***Papers and books can be found at:
http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
http://www.unesco.chair.network.uevora.pt/media/kunena/attachments/731/ChristologyReloaded_Aug2016.pdf
http://fs.gallup.unm.edu/APS-Abstracts/APS-Abstracts-list.htm
http://independent.academia.edu/VChristianto
Http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto/
Http://id.linkedin.com/pub/victor-christianto/b/115/167
http://www.amazon.com/Victor-Christianto/e/B00AZEDP4E
http://www.amazon.com/Jesus-Christ-Evangelism-Difficult-ebook/dp/B00AZDJCLA
Http://gospel.16mb.com
http://www.kenosis4mission.tk
http://www.twelvegates.tk

Budaya

Budaya

Acara: menyiapkan SDM yang handal
Tanggal: 25 Maret 2017

Shalom selamat siang saudaraku. Apakah akhir-akhir ini Anda mulai merasa jenuh dan suntuk dengan suasana di gereja Anda? Benarkah rumput di halaman gereja lain selalu terlihat lebih segar? Mari tanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut kepada diri Anda:

Budaya gereja
Apakah Anda pernah mengamati perbedaan budaya yang menimbulkan pengalaman beribadah yang berbeda-beda? Misalnya, apakah Anda merasa gereja Anda terlalu adem-ayem? Kurang penjangkauan dan terkesan lebih mirip aquarium (sibuk di dalam)?
Atau Anda memiliki gembala sidang yang karismatik dan memiliki gedung gereja yang megah bagaikan hotel bintang 5? Semua usher dilatih untuk menyambut para tamu dengan senyum, bahkan jika ada pengunjung yang menderita disabilitas, akan dijemput di mobil menggunakan kursi roda?
Atau Anda merindukan gembala sidang yang low profile, bukannya yang mendekap semua hasil persembahan dalam brankas pribadinya? Malah kabarnya ada hamba Tuhan yang ikut mengantar jemaatnya menjual sapi, karena hasil penjualan sapi itu akan langsung dipotong 10%.
Bahkan ada salah satu gereja, yang pendetanya sangat menekankan agar gerejanya menjadi berkat bagi seluruh bangsa, namun kini ia terjerat tuntutan hukum sebesar 500 milyar, karena menggelapkan dana milik gereja lainnya.
Komentar di atas bukan dimaksudkan untuk mengkritik gereja tertentu, melainkan suatu ajakan agar kita belajar berintrospeksi tentang apa yang sudah dan belum dikerjakan sebagai gereja.
Semua hal di atas terkait dengan budaya gereja (church culture), dan tampaknya hal ini luput diperhatikan dalam banyak gereja di Indonesia. Kebetulan, tanggal 25 maret yang lalu ada seminar terbatas yang membahas antara lain tentang budaya gereja. Narasumberna adalah pendeta senior kami, Pdt. DR. Robby Chandra, yang menekuni tema ini selama beberapa tahun.*

Kanvas Diri Pribadi (atau KPI: Indikator kinerja kunci)
Menurut beliau, SDM berkualitas muncul bila sebagian besar warga gereja dan pemimpin punya warna indah dalam kanvas pribadinya, di antaranya:
a. Pengalaman perjumpaan dengan Tuhan.
KPI: takjub, rasa berterimakasih, rasa ingin kenal, ingin hidup lebih akrab
b. pengalaman pertumbuhan wawasan.
KPI: upaya dan disiplin mencari sumber serta lingkungan yang nenumbuhkan, rasa tidak layak
c. Perubahan gambar diri, berdamai dengan luka batin.
KPI: rindu lebih terpesona dan mengalami sentuhan lagi.
d. Perubahan karakter.
KPI: lebih peduli dan empati, lebih ingin mengenal potensi orang, lebih ingin menumbuhkannya, lebih bersedia berkurban
e. cara kerja dan hasil yang inspiratif.
KPI: sikap rindu belajar, menginspirasi, love language, mendapatkan trust
f. Keinginan menularkan.
KPI: menjadi mentor atau coach, peka kondisi masyarakat.

Kanvas pelayanan gereja
Dari kanvas pribadi tersebut, kita bisa mengembangkan kanvas pelayanan di gereja. Mulailah dari visi-misi-nilai nilai inti.
Ajukan pertanyaan-pertanyaan berikut:
a. Apa impian-impian Anda tentang gereja yang berhasil?
b. apa yang Anda ingin dapatkan dari Tuhan?
c. Apa yang Anda ingin dapatkan sebagai berkat melalui gereja?
d. Daftarkan apa yang menurut Anda paling bernilai?
e. apa halangan-halangan historis untuk tercapainya impian?
f. Apa kebutuhan yang tidak terpenuhi?
Misalnya di gereja kami, salah satu nilai yang dijunjung tinggi adalah kemauan tinggi untuk terus belajar (continuous learning), meskipun ada juga kelemahan yaitu pudarnya pengalaman perjumpaan awal, atau mungkin bisa disebut "kasih mula-mula."

Kunci keberhasilan
Untuk membangun organisasi apapun diperlukan:
- engaging
- educating
- empowering
Jadi masalah besar bukanlah organisasi harus diubah atau restrukturisasi. Masalahnya: kita tidak pernah mempelajari dan mengendalikan budaya organisasi kita (Church Culture).
Budaya organisasi pada dasarnya adalah cara kita memandang sesuatu dan bertindak (1).

Tipologi budaya organisasi
a. Budaya clan (kekeluargaan)
b. kontrol/hirarki
c. Adhocracy
d. Misi/transformasi masyarakat
Menurut Kim Cameron dan Robert Quinn, ada 2 faktor penentu:
- fleksibilitas atau stabilitas
- fokus ke dalam dan integrasi atau fokus menghasilkan dampak.
Mari kita lihat satu persatu:
a. Budaya clan (kekeluargaan): energi gereja ini difokuskan kepada menjaga lingkungan internalnya dengan fleksibilitas, kepedulian terhadap seluruh anggotanya dan sensitivitas terhadap semua yang terlibat
b. kontrol/hirarki: energi gereja ini terutama difokuskan untuk menjaga stabilitas dan kendali atas lingkungan internalnya
c. Adhocracy: sebuah gereja yang berfokus untuk mendapatkan peran yang khas di masyarakat disertai tingkat fleksibilitas dan individualitas yang tinggi
d. Misi/transformasi masyarakat: sebuah gereja yang memfokuskan energinya untuk menemukan peran dan tempatnya di masyarakat disertai kebutuhan menjaga stabilitas dan kendali demi mencapai visinya.

Pertanyaan penutup
Untuk direnungkan:
1. sudahkah Gereja anda menemukan cita-cita atau impian bersama yang hendak diwujudkan? Dan apakah impian tersebut benar-benar berasal dari Roh Kudus?
2. sudahkah budaya gereja anda sesuai dengan cita-cita tersebut?
Mari kita terus belajar dan saling belajar sebagai Tubuh Kristus.

Versi 1.0: 8 april 2017, pk. 11:45
VC

*note: terimakasih kepada Bpk. Pdt. Robby Chandra yang memberikan izin untuk mengulas ceramah beliau. Jbu

Bacaan lanjutan:
(1) Roger Connors and Tom Smith, Change the Culture, change the game, 2012. Url: https://www.boomerangbooks.com.au/change-the-culture-change-the-game/roger-connors/book_9781591845393.htm
(2) http://churchleaders.com/pastors/free-resources-pastors/145945-free-book-chapter-cracking-your-church-s-culture-code.html
(3) https://www.bgco.org/wp-content/uploads/2010/11/Church-Culture.pdf
(4) http://www.firstthird.org/eym/EYM-Tool-2-Identifying-Your-Churchs-Culture.pdf
(5) Stephen Blandino, url: http://stephenblandino.com/2010/11/8-words-that-define-your-churchs.html











Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013
Phone: (62) 812-30663059
***Papers and books can be found at:
http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
http://www.unesco.chair.network.uevora.pt/media/kunena/attachments/731/ChristologyReloaded_Aug2016.pdf
http://fs.gallup.unm.edu/APS-Abstracts/APS-Abstracts-list.htm
http://independent.academia.edu/VChristianto
Http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto/
Http://id.linkedin.com/pub/victor-christianto/b/115/167
http://www.amazon.com/Victor-Christianto/e/B00AZEDP4E
http://www.amazon.com/Jesus-Christ-Evangelism-Difficult-ebook/dp/B00AZDJCLA
Http://gospel.16mb.com
http://www.kenosis4mission.tk
http://www.twelvegates.tk

Roh Kudus

Roh Kudus

Teks: Yesaya 61:1-4
1 Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara,
2 untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung,
3 untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka "pohon tarbantin kebenaran", "tanaman TUHAN" untuk memperlihatkan keagungan-Nya.
4 Mereka akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan mendirikan kembali tempat-tempat yang sejak dahulu menjadi sunyi; mereka akan membaharui kota-kota yang runtuh, tempat-tempat yang telah turun-temurun menjadi sunyi.

Shalom, saudaraku, selamat pagi. Tema Roh Kudus sungguh amat luas, dan sering menjadi bahan perdebatan. Meskipun Roh Kudus dan Roh Tuhan jelas disebut dalam Alkitab, sejak PL hingga Wahyu, namun tetap saja ada berbagai penafsiran. Artikel ini tidak bermaksud mengupas segala hal tentang Roh Kudus, namun sebagai permulaan baiklah kita tegaskan bahwa ada perbedaan antara peran Roh Kudus:
1. Menurut Lukas-Kisah Para Rasul
2. Menurut Injil Yohanes
3. Menurut surat-surat Paulus.
Dalam permulaan pelayanan Yesus, Lukas 4:18-19 mengutip teks Yesaya 61:1-2 yang berbunyi kabar selamat bagi Sion. Kutipan ini membersitkan pengharapan Mesianik akan kedatangan Kerajaan Allah yang membawa damai sejahtera (shalom) dalam semua aspek dan kepada semua orang.

Kitab Yesaya
Pesan nabi Yesaya terutama ditulis untuk bangsa Yehuda yang berada dalam
pengasingan di Babel. Bangsa Yehuda di Babel tidak boleh putus asa: Allah akan menghampiri mereka dan mereka akan diselamatkan. Tentu saja pasal-pasal ini juga ditulis untuk kita. Bangsa Yahudi berada dalam belenggu dosa, demikian juga halnya dengan kita, mereka perlu diselamatkan, begitu pula kita.[1]

Akibat kehadiran Roh Tuhan
Ayat 1-4 khususnya sangat penting bagi kita, karena memberi petunjuk tentang apa yang seharusnya kita lakukan setelah menerima Roh Kudus, di antaranya:
a. Mewartakan berita baik bagi orang miskin,
b. membebaskan orang tertawan, yaitu mereka yang ditangkap dan kehilangan hak-hak politik mereka,
c. Memberi penglihatan bagi yang buta, yaitu mereka yang kehilangan akses informasi dan pengetahuan,
d. Membebaskan orang tertindas,
e. memberitakan tahun rahmat (sabat) Tuhan sudah datang.

Bukankah banyak di antara kita khususnya dari kalangan Pentakosta dan Karismatik yang sudah merasa puas kalau bisa bernubuat atau berbahasa roh, walaupun setelah itu mereka tidak berbuat apapun?
Sebaliknya, teks Yesaya 61 ini menunjukkan bahwa setelah kita menerima Roh Tuhan, ada banyak yang harus kita kerjakan. Ada 7 panggilan yang mesti kita kerjakan, walaupun teks ini secara klasik ditafsirkan sebagai nubuat untuk Mesias.
Mari kita lihat satu demi satu:

a. untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara:
Panggilan pertama adalah menyampaikan kabar baik. Apakah kita memiliki hati dan kerinduan untuk memberitakan kabar baik, terutama kepada mereka yang tunduk kepada kuasa gelap dan hidup dalam kesengsaraan?

b. merawat orang-orang yang remuk hati:
Apakah kita memiliki hati untuk menghibur dan merawat orang-orang yang depresi, frustrasi, putus asa, dan remuk hati?

c. memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan:
Apakah kita sudah memberitakan pembebasan kepada mereka yang hidup dalam belenggu kutuk dosa dan kuasa Iblis?

d. kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara:
Apakah kita juga merasa prihatin akan banyaknya orang yang masih terpenjara dalam kuasa dosa? Sudahkah kita menjadi suluh di tengah lingkungan yang rusak?

e. memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita:
Tanggal 16 september 2015 tahun lalu adalah terhitung hari pertama dalam tahun 6000 menurut kalender Torah (lihat www.torahcalendar.com). Tahun 6000 ini juga bertepatan dengan tahun Yobel yang ke-120, atau 50x120=6000. Itu artinya sejak bulan September tahun lalu seluruh dunia memasuki tahun rahmat Tuhan.

f. menghibur semua orang berkabung:
Banyak orang yang hidup dalam kesengsaraan karena mereka tetap mengaku percaya dalam nama Yesus Kristus. Baru-baru ini saya mendengar kabar di salah satu provinsi di China, banyak gedung gereja yang dibuldozer, bahkan kabarnya ada pasangan pendeta yang mati karena juga ikut dibuldozer.

g. mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar:
Sudahkah kita memberitakan kepada para hamba Tuhan khususnya di pelosok-pelosok desa, bahwa: Mereka yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai berkasnya dengan sorak sorai.

Janji Tuhan
Jika kita melakukan hal-hal di atas, maka janji Tuhan adalah bahwa kehidupan orang-orang yang kita sentuh akan berubah drastis, bahkan dikatakan bahwa:
(1) Mereka akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad,
(2) akan mendirikan kembali tempat-tempat yang sejak dahulu menjadi sunyi;
(3) mereka akan membaharui kota-kota yang runtuh, tempat-tempat yang telah turun-temurun menjadi sunyi.
Reruntuhan yang berabad-abad itu mungkin bukan saja berkaitan dengan puing-puing sisa kejayaan masa lampau, melainkan juga pola pikir keliru yang telah mengakar, yang menekankan egoisme dan keserakahan khususnya dalam bidang ekonomi dan tata kehidupan masyarakat.[2]
Sementara itu, pola pikir masyarakat zaman dahulu yang menjunjung tinggi kekeluargaan, gotong royong, dan juga guyub rukun, akan kembali mendapat prioritas. Tidak hanya itu, kota-kota yang sunyi dan telah runtuh akan dibangun kembali. Artinya, kembalinya peradaban dibandingkan pola-pola destruktif dalam masyarakat.

Penutup
Dengan kata lain, bagi Lukas kehadiran Roh Kudus berdampak secara nyata dalam kehidupan orang-orang yang kita jumpai setiap hari.
Pertanyaan untuk direnungkan: sudahkah kehadiran kita membawa dampak dan damai sejahtera bagi semua orang yang Tuhan tempatkan di sekitar kita?
Demikian kiranya sekelumit perenungan ini dapat berguna bagi kita semua. Mari kita amini janji Tuhan ini juga bagi kebangkitan negeri tercinta ini.

Versi 1.0: 8 juni 2016, pk. 18:45
versi 1.1: 8 april 2017, pk. 9:53
VC

Referensi:
[1] John Balchin dkk. Intisari Alkitab Perjanjian Lama. Jakarta: Scripture Union Indonesia, 1994. Hal. 169
[2] Etika altruisme dan ekonomi kekekuargaan. Url: https://www.researchgate.net/publication/303444294_Etika_altruisme_dan_Ekonomi_kekeluargaan


Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013
Phone: (62) 812-30663059
***Papers and books can be found at:
http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
http://www.unesco.chair.network.uevora.pt/media/kunena/attachments/731/ChristologyReloaded_Aug2016.pdf
http://fs.gallup.unm.edu/APS-Abstracts/APS-Abstracts-list.htm
http://independent.academia.edu/VChristianto
Http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto/
Http://id.linkedin.com/pub/victor-christianto/b/115/167
http://www.amazon.com/Victor-Christianto/e/B00AZEDP4E
http://www.amazon.com/Jesus-Christ-Evangelism-Difficult-ebook/dp/B00AZDJCLA
Http://gospel.16mb.com
http://www.kenosis4mission.tk
http://www.twelvegates.tk

Mesias

Mesias

Sumber: Seminar Aqedah Yitshaq
Tgl: 3 April, 2017
Narasumber: Dr. Bambang Noorsena

Teks: Yes. 53:10-12
10 Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.
11 Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.
12 Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.

Ada beberapa ide tentang Mesias yang sudah ada sejak masa pra-Kristen, di antaranya:
a. Mesias harus menderita: targum Yonatan, Yesaya
b. Mesias adalah Anak yang Mahatinggi: naskah laut mati, Yesaya
c. Kehadiran pra-eksistensi Mesias: Injil Yohanes
d. Mesias menebus dosa umat manusia: Yesaya (disimbolkan dalam peristiwa Aqedah Yitshaq yang juga diterima oleh bangsa Yahudi). Lihat catatan di bawah ini tentang prasasti Nuzi.
e. kerajaan-Nya tidak berkesudahan: naskah laut mati, Yesaya

Dalam sejarah, ada beberapa orang yang hampir dinobatkan menjadi Mesias Yahudi:
- Bar Kokhba
- Martin Luther
- David Koresh
Namun sangat jelas bahwa tidak ada seorang pun di antara mereka yang memenuhi semua kriteria Mesias di atas. Hal ini juga telah ditegaskan oleh almarhum Rabbi Kaduri (5)(6).

Vicarious (1)
Makna kematian Yesus dalam konteks penebusan dosa umat manusia dijelaskan dengan baik oleh Rasul Paulus dalam Roma 5:6-11

6 Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.
7 Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar--tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati--.
8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.
9 Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.
10 Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!
11 Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.

Ayat 6-8 dalam teks bacaan kali ini menggambarkan kasih Allah yang begitu besar. Kasih itu ditunjukkan justru pada saat manusia masih lemah. Kata "masih lemah" ini dalam bahasa Yunani digunakan kata asthenes yang lebih tepat diartikan "tak ada daya atau tak punya kekuatan." Sebagai orang yang ada di dalam dosa, semua manusia tidak berdaya untuk menebus hutang dosa bila hanya dengan kekuatan sendiri.
Namun pada saat itulah, Kristus mau mati bagi manusia yang tak berdaya melawan dosa. Ia menggantikan tempat orang berdosa, menebus dosa, dan menyelamatkan manusia. Kematian Kristus menurut Gerald F. Hawthorne dan Ralph Martin bersifat "vicarious," artinya kematian itu bukan sekadar kematian biasa, namun dilakukan untuk orang lain sebagai pengganti orang lain dan demi kepentingan orang lain.
Berikut ini adalah kisah seorang pastor yang bersedia menggantikan hukuman mati napi lainnya dalam kamp tawanan Yahudi saat PD II.

Kolbe (1)
Pada tahun 1941, seorang pastor bernama Maximilian Kolbe dipenjarakan di Auschwitz. Pada satu hari seorang napi berhasil melarikan diri. Telah menjadi kebiasaan, setiap kali ada satu napi lari, semua napi lainnya akan dikumpulkan di halaman, lalu komandan akan memilih secara acak 10 napi. Mereka akan dimasukkan ke sebuah sel, tidak diberi makan dan minum sampai mati.
Begitulah pagi itu komandan mulai memilih secara acak mereka yang akan dihukum. Nama napi kesepuluh yang dipanggil adalah Gajowniczek. Begitu namanya disebut, ia langsung menangis histeris: "Oh, istri dan anak-anakku," katanya.
Tiba-tiba dari antara barisan, Max maju ke muka dan menghadap sang komandan. Ia melepas topinya dan memandang perwira Jerman itu tepat di matanya. Ia berkata: "Tuan komandan, ijinkan saya mengajukan permohonan. Saya ingin mati untuk menggantikan napi ini," katanya sambil menunjukkan Gajowniczek yang terus menangis. "Saya tidak punya istri dan anak-anak. Selain itu saya sudah tua. Lebih baik orang itu saja yang hidup lebih lama." Sang komandan diam seribu bahasa, juga para napi lainnya tercengang. Akhirnya terdengar suara: "Permohonanmu dikabulkan."
Max akhirnya tidak mati karena kehausan dan kelaparan, namun karena disuntik racun pada tanggal 14 Agustus 1941. Sementara Gajowniczek berhasil lolos dari pembantaian. Di halaman belakang rumahnya didiriksn sebuah tanda peringatan bagi Maximilan Kolbe, orang yang mati baginya agar ia tetap hidup.
Dalam berbagai kesempatan, Gajowniczek mengisi hidup yang dijalaninya dengan menjadi saksi tentang kebaikam yang telah dilakukan oleh Maximilian Kolbe. Ia meninggal pada tanggal 13 Maret 1995, 53 tahun setelah hukumannya digantikan oleh Kolbe dan mendapat kesempatan hidup kedua.

Penutup
Kiranya kisah Max Kolbe ini membuat jelas, bahwa kita semua adalah mirip dengan situasi Gajowniczek. Itulah yang dimaksud dengan pengorbanan vicarious Yesus Kristus dalam Roma 5:6-11.
Lalu apa yang sudah kita lakukan bagi Dia, sang Penebus tersebut?

Versi 1.0: 3 April 2017, pk. 12:12
versi 1.1: 8 April 2017, pk. 10:46
VC

Bacaan lanjutan:
(1) sumber: Derap Remaja, edisi 41, minggu kedua 2017
(2) Scot McKnight. Jesus and His death. Waco: Baylor University Press, 2005
(3) James Waddell. The Messiah. New York: T&T Clark, 2011
(4) John Balchin dkk. Intisari Alkitab Perjanjian Lama. Jakarta: Scripture Union Indonesia, 1994
(5) http://www.triumphpro.com/rabbi-kaduri-and-yeshua.pdf
(6) url: http://www.yeshuahamashiach.org/Kaduri_names_Messiah.htm
(7) Richard Longenecker. The Christology of early Jewish Christianity. Illinois: SCM Press Ltd., 1970
(8) David Novak. Jewish Christian Dialogue: A jewish justification. Oxford: Oxford University Press, 1989

---
Catatan: Prasasti Nuzi

Ditulis sejaman dengan Abraham.
Antara lain isinya:
"Jika seorang budak perempuan punya anak, lalu nyonyanya juga melahirkan, maka yang disebut anak tunggal yang memiliki hak kesulungan adalah anak nyonyanya itu."
Ini menunjukkan bahwa kisah Abraham mengusir Hagar itu cocok dengan adat budaya pada zaman itu.

"Nuzi was excavated between 1925 and 1941. It is located southeast of Nineveh, not far from modern Kirkuk, and it has yielded several thousand documents. These tablets provide numerous illustations of the customs which figure in the patriarchal narratives. The people of Nuzi (or Nuzu) were Hurrians (the Horites of the KJV) Old Testament."

Sumber: http://www.theology.edu/abraham.htm








Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013
Phone: (62) 812-30663059
***Papers and books can be found at:
http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
http://www.unesco.chair.network.uevora.pt/media/kunena/attachments/731/ChristologyReloaded_Aug2016.pdf
http://fs.gallup.unm.edu/APS-Abstracts/APS-Abstracts-list.htm
http://independent.academia.edu/VChristianto
Http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto/
Http://id.linkedin.com/pub/victor-christianto/b/115/167
http://www.amazon.com/Victor-Christianto/e/B00AZEDP4E
http://www.amazon.com/Jesus-Christ-Evangelism-Difficult-ebook/dp/B00AZDJCLA
Http://gospel.16mb.com
http://www.kenosis4mission.tk
http://www.twelvegates.tk

Ramah

Ramah

Pendahuluan
"Monggo mampir, mas." (Mari mampir, kak). "Monggo pinarak." (Mari duduk.) Kalimat-kalimat itu akan sering kita dengar kalau kita yang dari kota mampir ke salah satu desa di jawa tengah atau jawa timur. Tidak hanya itu, kalau ada orang kota datang ke rumah seorang di desa, biasanya dengan senang hati semua yang ada di rumah akan diberikan, termasuk buah-buahan seperti kelapa, jambu, mangga atau yang lainnya. Itu yang mungkin kita sebut keramahan orang desa, atau keramahan khas Indonesia.
Keramahan yang khas tersebut agaknya sudah mulai luntur kalau tidak ingin mengatakan hilang sama sekali. Sebagai contoh, seorang rekan yang juga pendeta pernah bercerita bahwa dulu di desanya, di depan rumah setiap warga di tepi jalan besar selalu tersedia kendi berisi air siap minum, tujuannya untuk menyediakan minum bagi pejalan kaki yang pulang dari atau pergi ke pasar dan kehausan. Kini, kendi-kendi berisi air itu telah hilang, mungkin tergantikan oleh penjaja air dalam kemasan.
Keramahan yang dipuji oleh hampir semua turis ke Indonesia tersebut, kini sering berganti dengan wajah-wajah beringas yang sering dijumpai di siaran berita di televisi. Ke mana gerangan keramahan tersebut? Kini marilah kita mengambil waktu sejenak untuk merenungkan pola keramahan dalam PL dan PB, serta bagaimana keramahan menurut beberapa pemikir kontemporer.

Keramahan dalam PL
Salah satu contoh yang kerap dikutip tentang keramahan dalam PL adalah kisah Abraham yang menjamu tamu-tamu tidak dikenal, yang ternyata mereka adalah malaikat (Kej. 18). Bayangkan, di tengah terik siang hari, Abraham berlari menemui beberapa orang asing, menyiapkan makan dan minum, serta menjamu mereka dengan keramahan khas Mediteranian.
Dalam pola keramahan atau hospitalitas khas Timur Tengah tersebut, ada beberapa langkah dalam prosesnya:[1]
a. Perkenalan: tuan rumah akan menanyakan asal usul tamu serta tujuannya
b. penyelidikan singkat: tuan rumah akan menanyakan beberapa hal tentang tamu tersebut, untuk memastikan bahwa dia bukan orang jahat atau berniat jahat
c. Jamuan: tuan rumah menyediakan makan, minum, kadang pakaian dan tempat berteduh
D. harapan akan hubungan yang berlanjut: orang asing mungkin memberikan hadiah, atau janji akan menyambut di kemudian hari, atau salam dari seorang yang penting.
Dalam PL memang salah satu perintah yang diberikan Tuhan adalah memperlakukan orang asing dengan ramah.

Keramahan dalam PB
- Keramahan Bapa: Yesus memperkenalkan Allah sebagai Bapa yang Maha Kasih dan Pemelihara Kehidupan. Ia yang mendandani bunga bakung di ladang, serta menurunkan hujan serta memberikan sinar matahari bagi orang baik dan orang jahat, adalah sumber utama dari keramahan kristiani. Keramahan Bapa ditunjukkan dengan baik dalam perumpamaan tentang kembalinya anak yang hilang.
- Keramahan Ibu: para perempuan di sekitar Yesus tampil sebagai rekan penolong yang setia melayani Yesus dan murid-murid-Nya, termasuk Maria dan Marta, Maria Magdalena dll.
- Keramahan Anak: Allah Putra menuruti perintah Bapa dengan cara turun ke bumi menjadi manusia, dan menjumpai umat ciptaan-Nya yang bandel-bandel dan cenderung menyukai kegelapan (Yoh. 1:1-14). Ia yang adalah tuan rumah dan pemilik alam semesta bersedia lahir dalam wujud anak seorang tukang kayu dalam segala kebersahajaannya, dan seumur hidup-Nya Ia adalah penerima keramahan (hospitalitas) orang-orang di sekitar-Nya.
- Keramahan sebagai Anugerah Umum: kisah tentang orang Samaria yang baik hati menunjukkan dengan baik gagasan khas Yesus bahwa orang-orang yang mungkin kita anggap tidak mengenal Allah justru sering kali menunjukkan keramahan (hospitalitas) kepada sesamanya. Dalam konteks ajaran Calvin, ini mungkin dapat disebut sebagai petunjuk adanya Anugerah Umum, sementara itu dalam konteks pemikiran Amos Yong (lihat di bawah), keramahan antar sesama tersebut dianggap merupakan hasil karya Roh Kudus dalam agama-agama lain (menurut teologi agama-agama berbasis pneumatologi).

Keramahan dalam pemikiran kontemporer
Ada banyak penulis yang telah memikirkan mengenai topik keramahan (hospitalitas) tersebut, di antaranya Jacques Derrida, Amos Yong dan Andrew Shepherd. Berikut ini adalah ringkasan pandangan Amos Yong yang dikutip dari tesis seorang sahabat saya [3].
Amos Yong memulai dengan Yesus sebagai paradigma dari hospitalitas. Menurut Yong, Yesus mewakili dan mewujudkan hospitalitas Allah. Dalam perspektif Lukas, Yesus adalah yang diurapi, Kristus, dan pribadi yang diberdayakan oleh Roh Kudus dalam segala aspek kehidupan dan pelayanan. Yong mengarahkan fokusnya pada tiga motif [3, hal. 29-30]:
a. Hospitalitas Allah dapat dilihat dalam keberadaan Yesus sebagai penerima (sekaligus pemberi) hospitalitas yang patut untuk ditiru. Dalam kalimat lain, Yesus sekaligus adalah tamu asing bagi dunia (stranger), tapi juga yang empunya kebun yang datang pada milik kepunyaan-Nya. Ia adalah pendatang sekaligus tuan rumah.
b. Jika kita perhatikan Injil dengan seksama, maka kita akan menemukan fakra bahwa dalam kisah perjamuan makan, penerima hospitalitas ilahi yang paling bersemangat bukanlah para pemimpin agama namun orang-orang miskin dan tertindas.
c. Berdasarkan kisah orang Samaria yang murah hati, orang yang berlainan iman dipandang bukan sekedar sebagai sarana perpanjangan tangan Allah untuk menolong umat-Nya, namun juga memiliki kemungkinan untuk memperoleh hidup yang kekal (Luk. 10:25).
Lebih lanjut Amos Yong menyatakan bahwa hospitalitas Trinitarian sebagaimana termanifestasi melalui tubuh Kristus bukan sekadar christomorphic namun juga diberdayakan oleh Roh Kudus. Amos Yong secara sadar sedari awal membangun pendekatan hospitalitas bukan sekadar sebagai kepercayaan Kristen namun lebih daripada praktik dari teologi agama-agama yang berbasis pneumatologis. Karena itu, penulis lain berpendapat:"konsep hospitalitas yang menjadi kunci dari pemikiran Yong juga relevan dalam konteks Indonesia. Konsep ini bahkan telah mengakar di dalam kultur bangsa Indonesia yang terkenal dengan keramahtamahan dan toleransi."[2]
Para pemikir lain seperti Derrida agak berbeda dalam menggarap tema hospitalitas ini, namun untuk ringkasnya silakan lihat [1]. Sementara itu Shepherd menulis disertasi di Universitas Otago dengan topik teologi hospitalitas. [4] Namun demikian, perlu dicatat bahwa ada juga yang mengambil sikap kritis terhadap pendekatan hospitalitas untuk membangun dialog teologis.[5]

Demikian uraian singkat tentang topik yang sangat aktual bagi bangsa ini. Kiranya berguna dalam menggugah kembali budaya keramahan bangsa Indonesia, bukan budaya saling mencederai dan saling melukai.

Bagaimana pendapat Anda? Jika ada komentar dan saran silakan kirim ke email: victorchristianto@gmail.com

Note: artikel ini sekalipun bukan ringkasan yang memadai, terinspirasi dari tesis yang ditulis sahabat saya: Pdt. Welko Henro Marpaung, MTh., tentang pemikiran Amos Yong. [3]

Versi 1.0: 19 Nopember 2015, pk. 17:41,
versi 1.1: 20 Nopember 2015, pk. 00:13,
Versi 1.2: 4 april 2017, pk. 20:46
VC

Referensi:
[1] Jason Foster. Hospitality: The Apostle John, Jacques Derrida, and Us. Reformed Perspectives Magazine, 2007. Url: http://thirdmill.org/newfiles/jas_foster/jas_foster.hospitality.html
[2] Hans Abdiel Harmakaputra. Melepas bingkai: upaya pencarian jalan-jalan lain yang mengatasi kebuntuan model pendekatan tipologi tripolar dalam diskursus teologi agama-agama kontemporer. Jakarta: Grafika KreasIndo, 2014.
[3] Welko Henro Marpaung. Pendekatan Hospitalitas sebagai praktik teologi agama-agama pentakosta karismatik Amos Yong yang berbasis Pneumatologi dalam dialog dengan konteks Indonesia... Tesis Magister Teologi, STT Satyabhakti, 2015.
[4] Andrew Shepherd. The gift of the other: Levinas, Derrida and a Theology of Hospitality. PhD dissertation at University of Otago, New Zealand, Dec. 23. 2009
[5] J. Eliot. Url: http://womenintheology.org/2014/03/10/the-myth-of-christian-hospitality-and-theological-dialogue-or-its-a-trap-trust-me/


Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013
Phone: (62) 812-30663059
***Papers and books can be found at:
http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
http://www.unesco.chair.network.uevora.pt/media/kunena/attachments/731/ChristologyReloaded_Aug2016.pdf
http://fs.gallup.unm.edu/APS-Abstracts/APS-Abstracts-list.htm
http://independent.academia.edu/VChristianto
Http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto/
Http://id.linkedin.com/pub/victor-christianto/b/115/167
http://www.amazon.com/Victor-Christianto/e/B00AZEDP4E
http://www.amazon.com/Jesus-Christ-Evangelism-Difficult-ebook/dp/B00AZDJCLA
Http://gospel.16mb.com
http://www.kenosis4mission.tk
http://www.twelvegates.tk

Liyan

Liyan

Etika altruisme dan Ekonomi kekeluargaan

Teks: Kisah Para Rasul 2:45
"dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing."

Pendahuluan
Salah satu permasalahan utama dalam bidang ekonomi adalah bagaimana menafsirkan dan menjabarkan Pasal 33 UUD 1945 (6)(7). Sudah banyak upaya untuk melakukan Judicial Review terhadap berbagai Undang-undang yang berhubungan dengan Pasal 33 tersebut. Artikel ini juga merupakan salah satu upaya untuk merefleksikan Pasal 33 tersebut, khususnya dalam perspektif altruisme dan Etika Kristen.

Egoisme dan maksimalisasi utilitas
Sejak zaman dahulu kala, manusia cenderung mendahulukan egonya ketimbang sesamanya. Hal ini seakan dirumuskan oleh Adam Smith yang menulis antara lain bahwa masyarakat akan menjadi makmur jika setiap orang bebas mengejar kepentingan-kepentingannya secara individual. Itulah yang kemudian menjadi dasar dari suatu prinsip ekonomi yaitu memaksimalkan utilitas ("utility maximisation"), sehingga egoisme dan keserakahan merupakan dasar dari ekonomi kapitalistik (15).
Prinsip ekonomi tersebut tampaknya lalu memperoleh penegasan lagi oleh buku Richard Dawkins berjudul The Selfish Gene (4), yang intinya mengajarkan bahwa sel-sel dalam tubuh manusia juga mengutamakan kepentingannya sendiri. Dawkins dikenal sebagai tokoh Neo Darwinisme.
Dengan kata lain kita sampai pada kesimpulan yang meresahkan yaitu bahwa egoisme (selfishness) tampaknya dibenarkan atau bahkan dianjurkan dalam ilmu ekonomi maupun biologi modern. Itulah sebabnya banyak manusia dewasa ini cenderung menjadi sangat individualis dan hanya mengejar kemakmuran diri sendiri.
Benarkah demikian halnya? Adakah pendekatan ekonomi yang tidak bertumpu pada egoisme dan keserakahan?

Altruisme
Altruisme yang artinya "selflessness" atau mendahulukan kepentingan liyan daripada kepentingan diri sendiri,* merupakan lawan kata dari egoisme, meskipun kata altruisme memang agak jarang terdengar dewasa ini. Dalam konteks iman Kristen, altruisme atau kasih adalah perwujudan cinta kepada Tuhan yang kita teruskan kepada sesama yang menderita. Jadi jelas bahwa altruisme adalah salah satu inti dari Etika Kristen (Mat. 22:37-41). Lihat (5).
Mari kita lihat beberapa kisah dari Kitab Injil. Ajaran Yesus tentang altruisme nampak misalnya dalam kisah pemuda yang datang kepada Yesus dan menanyakan jalan menuju sorga. Yesus yang tahu bahwa pemuda itu telah menaati seluruh hukum Allah hanya menyuruh dia menjual semua hartanya dan membagikan kepada orang-orang miskin, lalu mengikut Yesus (Luk. 18:22). Yesus sebenarnya hendak mengajarkan pemuda itu untuk menerapkan altruisme, bukan hanya sekadar ketaatan akan hukum-hukum Taurat.
Demikian juga Zakheus diterima pertobatannya, karena ia sudah belajar menerapkan altruisme (Luk. 19:8). Hal ini tidak berarti bahwa menjadi kaya itu dilarang oleh Yesus, namun memang sulit menjadi kaya sekaligus tetap menerapkan altruisme. Itu sebabnya Yesus pernah mengatakan bahwa lebih mudah bagi seekor unta untuk masuk lobang jarum daripada bagi orang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah (Mat. 19:24).
Masih banyak contoh dari Alkitab yang bisa disebut yang menegaskan bahwa altruisme, belaskasih, dan pengampunan merupakan ajaran sentral dari Yesus Kristus.
Dalam kaitan ini ada satu hal yang menarik, yakni seorang ahli biologi evolusioner dari Praha yaitu Prof. Jaroslav Flegr menulis buku yang isinya terang-terangan menyanggah konsep "selfish gene" dari Dawkins.(3)(17) Meskipun temuan ini perlu riset lanjutan, tampaknya hal ini menunjukkan bahwa gen-gen kita pun tidak melulu egois.

Ekonomi kekeluargaan
Penerapan altruisme ada beberapa hal, misalnya dalam ekonomi dikenal sebagai kooperasi (kerjasama). Lihat (1). Kita mesti bersyukur bahwa dalam UUD 45 Pasal 33 ayat 1 ditegaskan bahwa "Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan," dengan kata lain ekonomi kekeluargaan merupakan ciri khas ekonomi Indonesia. Artinya kooperasi dan altruisme mesti merupakan landasan hidup berbangsa, bukan maksimalisasi utilitas.
Lalu bagaimana penerapan praktis ekonomi kekeluargaan yang berbasis altruisme dan kooperasi tersebut? Tentu ini pertanyaan besar yang memerlukan jawaban dan terobosan kreatif dari para ekonom dan ahli hukum Indonesia.(7)(8)
Penulis akan coba berikan 3 contoh pendekatan ekonomi berbasis kooperasi dan altruisme yang mungkin ditempuh:
(a) Beberapa waktu lalu harian Kompas memuat headline berjudul "Bisnis aplikasi sedang tumbuh pesat: ekonomi berbagi tidak bisa dibendung" (28/3/2016). Artinya ekonomi yang muncul akibat penggunaan gawai dan berbagai apps tidak lagi sesuai dengan model bisnis ekonomi industrial. Konsep ekonomi berbagi (sharing economy) merupakan salah satu ciri dari ekonomi masa depan, dan hal ini perlu disambut gembira karena memberikan sebersit harapan akan ekonomi masyarakat yang tidak melulu bertumpu pada egoisme dan maksimalisasi utilitas. Di antara penerapan ekonomi berbagi tersebut, yang bisa disebut antara lain adalah crowdfunding dan crowdsourcing (13).
(b) Pola pendanaan mikro (microlending/microcredit) dengan pengawasan berkelompok seperti yang diterapkan oleh Grameen Bank, juga menunjukkan salah satu jalan alternatif ekonomi altruisme yang berakar pada kebutuhan riil masyarakat terutama di tingkat akarrumput. Keberhasilan metode pendanaan mikro di Bangladesh serta beberapa negara Asia lainnya tampaknya perlu dipelajari untuk diterapkan di negeri ini (11)(12)(16).
(c) Contoh lain adalah seorang sahabat penulis sedang berupaya merintis sebuah konsep baru yang disebut ekonomi Gotong Royong, bertolak dari keprihatinan akan kegagalan banyak koperasi sebagai badan usaha di berbagai tempat.
Dengan kata lain, kemajuan teknologi khususnya informatika dan komunikasi membuka peluang untuk menerobos kebuntuan penafsiran akan Pasal 33 tersebut, dan memungkinkan berbagai pendekatan baru untuk mewujudkan demokrasi ekonomi yang berwatak partisipatif dan emansipatif, seperti yang pernah dikemukakan oleh Prof. Sri-Edi Swasono (6). Beliau juga mengutip model pendekatan Jalan Ketiga yang diperkenalkan oleh Anthony Giddens. Pendekatan Jalan Ketiga ini telah mencetuskan berbagai perubahan dalam kebijakan publik di Eropa, khususnya di Inggris dalam masa Tony Blair (9)(10). Lihat juga (14).
Dengan kata lain, altruisme juga mesti diterapkan dalam kepemimpinan di berbagai bidang, baik sekuler maupun kepemimpinan religius.(2)

Penutup
Demikianlah kiranya kita mulai belajar menerapkan altruisme yang sejati dalam kehidupan berbangsa, khususnya dalam bidang ekonomi, alih-alih menelan mentah-mentah berbagai teori ekonomi kapitalistik yang menekankan egoisme dan keserakahan. Memang hal ini sulit, tapi itulah amanat Konstitusi bangsa Indonesia.
Sebagai penutup, izinkan saya mengutip I Timotius 6:17 untuk mengingatkan salah satu tugas sebagai orang Kristen:

"Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati."

Bagaimana pendapat Anda?

Versi 1.0: 24 april 2016, pk. 11:47,
versi 1.1: 26 april 2016, pk. 12:27,
Versi 1.2: 4 april 2017, pk. 20:48

Catatan:
* Terimakasih kepada Prof. Liek Wilardjo yang memberikan definisi yang lebih tepat untuk altruisme.

Referensi:
(1) Karen Cunningham. Cooperation and altruism. Url: http://www.personal.kent.edu/~kcunning/conflict_theory/sample_paper_pdf.pdf
(2) Andrew Ma. Leadership Advance Online. Issue XVI, 2009. Url: http://www.regent.edu/acad/global/publications/lao/issue_16/LAO_IssXVI_Ma.pdf
(3) Jaroslav Flegr. Frozen evolution: A farewell to selfish gene. Prague: Charles University, 2008. Url: http://www.frozenevolution.com/about-jaroslav-flegr
(4) Richard Dawkins. The Selfish Gene. Oxford: Oxford University Press, 1976.
(5) Colin Grant. Altruism and Christian Ethics. Cambridge: Cambridge University Press, 2001.
(6) Sri-Edi Swasono. Pasal 33 UUD 1945 harus dipertahankan: jangan dirubah tapi boleh ditambah ayat. 2008. Url: https://materikuliahfhunibraw.files.wordpress.com/2008/12/sri-edi-swasono-asas-kekeluargaan.pdf
(7) Sulitnya merealisasikan Pasal 33 UUD 1945. Url: http://m.hukumonline.com/berita/baca/lt55505f23aac65/sulitnya-merealisasikan-pasal-33-uud-1945
(8) M. Lutfi Chakim. Url: http://www.lutfichakim.com/2011/12/analisis-penafsiran-pasal-33-uud-1945.html
(9) Philip Arestis & Malcolm Sawyer (eds.) The economics of the Third Way: Experiences from around the world. Cheltenham: Edward Elgar Publ. Ltd., 2001
(10) Ray Kiely. The clash of globalisations: Neo-Liberalism, the Third Way, and anti-globalisation. Leiden, Boston: Brill, 2005.
(11) Phil Smith & Eric Thurman. A billion bootstraps. McGraw-Hill Comp., 2007.
(12) Aminur Rahman. Women and microcredit in rural Bangladesh: anthropology study on the rhetoric and realities of Grameen Bank lending. Colorado: Westview Press, 1999.
(13) Kevin Lawton & Dan Marom. The Crowdfunding revolution: social networking meets venture financing. 2010, self published.
(14) Dawam Rahardjo. Ekonomi Pancasila dalam tinjauan Filsafat Ilmu. 2004. Url: https://matakuliah.files.wordpress.com/2007/09/ekonomi-pancasila-dalam-tinjauan-pilsafat-ilmu.pdf
(15) Fuad Aleskerov, Denis Bouyssou, Bernard Monjardet. Utility maximization, choice and preference. 2nd ed. Berlin: Springer, 2007.
(16) Alex Counts. Small loans, big dreams. New Jersey: John Wiley & Sons, Inc., 2008.
(17) Jaroslav Flegr. Biology Direct, 2013. Url: http://web.natur.cuni.cz/flegr/pdf/punctuated.pdf


Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013
Phone: (62) 812-30663059
***Papers and books can be found at:
http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
http://www.unesco.chair.network.uevora.pt/media/kunena/attachments/731/ChristologyReloaded_Aug2016.pdf
http://fs.gallup.unm.edu/APS-Abstracts/APS-Abstracts-list.htm
http://independent.academia.edu/VChristianto
Http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto/
Http://id.linkedin.com/pub/victor-christianto/b/115/167
http://www.amazon.com/Victor-Christianto/e/B00AZEDP4E
http://www.amazon.com/Jesus-Christ-Evangelism-Difficult-ebook/dp/B00AZDJCLA
Http://gospel.16mb.com
http://www.kenosis4mission.tk
http://www.twelvegates.tk

Perissos

Perissos

Teks: Yohanes 10:1,10
"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok; ... Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan."

Shalom, selamat pagi saudaraku. Sesi yang kedua dan ketiga dalam acara IDMC 2017 dibawakan oleh Pastor Joey Bonofacio dari Filipina. Meskipun tema yang tertera dalam booklet acara tercantum: Spiritual Quotient dan Freedom Quotient, namun nampaknya beliau lebih suka menganalisis tentang kendala hidup yang berkelimpahan dalam Yohanes 10:10.
Kata kelimpahan sudah banyak dibahas di berbagai tulisan, umumnya memberi makna yang rohani terhadap kata ini.(2)(4) Namun, jika kita menyimak makna kata aslinya, yaitu "perissos"(3), makna yang tercakup adalah kualitas yang luarbiasa dan kuantitas yang sangat berlebihan (dalam istilah beliau: "superior quality and superabundant quantity beyond excessive advantage of life".) Memang ungkapan yang dalam ini tidak tersampaikan baik dalam Alkitab terjemahan KJV maupun LAI.
Lalu, muncul pertanyaan besar: mengapa banyak hidup banyak orang Kristen tidak mengalami hal itu? Apakah Yesus berbohong?
Pastor Joey, tidak "merohanikan" ayat ini, ia justru mengatakan bahwa kuncinya adalah kita mesti memahami bahwa ada pencuri dan perampok yang senantiasa mengintai untuk merampas hidup berkelimpahan yang disediakan Tuhan itu.

Kleptes
Dalam Yoh. 10:1 disebutkan ada 2 jenis sifat Iblis: "kleptes eimi ka lestes." Yang dimaksud dengan lestes atau perampok adalah orang yang mencuri dengan kekerasan. Sementara kleptes adalah mencuri dengan tipu muslihat. Ada 4 nama Iblis yang disebut dalam Alkitab:
- tempter (pengoda)
- deceiver (penipu)
- condemner (penuduh)
- accuser (pendakwa)
Dalam sesi kedua ini, Pastor Joey menjelaskan 4 resep untuk menghadapi 4 aktivitas tipu muslihat dari Iblis yang senantiasa ingin merampas hidup berkelimpahan itu dari setiap orang Kristen:
a. Satu-satunya cara untuk mengatasi godaan adalah dengan berdoa.
b. Satu-satunya obat mujarab untuk mengatasi tipuan adalah kebenaran.
c. Satu-satunya cara untuk menjawab berbagai tuduhan adalah Yesus melalui Injil-Nya. Dalam Yesus tidak ada tuduhan.
d. Di antara keempat tipu muslihat ini, dakwaan adalah yang paling sulit diatasi, karena bisa muncul dari sesama orang Kristen, pasangan atau orang tua. Obat untuk dakwaan adalah persekutuan dengan sesama orang Kristen (fellowship). Hanya dengan persekutuan yang akrab semua dakwaan Iblis akan ketidakmampuan kita sebagai umat yang layak akan dipatahkan karena saudara seiman akan saling menguatkan.

Harta
Dalam sesi ketiga, pastor Joey mengupas dengan brilian tentang kunci kemerdekaan spiritual. Beliau mulai dengan mengatakan bahwa kata kleptes yang merupakan akar dari kata klepto juga muncul dalam Injil, yaitu di Matius 6:19-21

19 "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.
20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.
21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada."

Jadi pencuri mencuri harta, dan harta berarti hal-hal yang bernilai (valuables). Semua ini dimulai dengan cara yang cerdik yaitu tipuan dunia akan sistem nilai (value system) yang kita anut, baik secara sadar maupun tidak sadar. Sudahkah kita menguji nilai-nilai yang kita pegang selama ini? Karena 100% dari keputusan-keputusan kita selalu kita buat atas dasar sistem nilai kita, bukan karena kecerdasan otak kita. Dengan kata lain, sistem nilai yang dibuat oleh hatilah yang menentukan semua keputusan kita menyangkut harta.
Beliau memberi contoh antara lain:
- Jika Anda bekerja begitu keras menggunakan lebih banyak waktu daripada waktu yang Anda berikan untuk anak-anak dan istri Anda, itu menunjukkan nilai-nilai Anda.
- Demikian juga jika Anda menganggap harta atau asuransi Anda lebih bernilai daripada hubungan yang akrab dengan Tuhan, itu adalah soal sistem nilai.
- bandingkan dengan teologi kemakmuran yang seolah ingin mengajarkan bahwa boleh mengabdi kepada mamon dan Tuhan sekaligus, padahal sudah jelas perkataan Yesus bahwa "kamu tidak dapat mengabdi kepada dua tuan."
Jadi persoalan utamanya terletak pada sistem nilai.

Sistem nilai
Faktanya, banyak problem yang kita hadapi berasal dari nilai-nilai yang tidak benar, dan itulah yang sering merenggut damai sejahtera dan kemerdakaan kita sebagai orang Kristen. Kunci dari nilai-nilai adalah masalah skala prioritas.
Pertimbangkan hal ini: Apakah Anda cukup merasa aman (secure) dengan penghasilan yang lebih sedikit namun lebih banyak waktu dengan Tuhan dan keluargamu?
Itulah yang ingin diajarkan Yesus, bahwa hendaklah kita menaruh timbangan hati kita dalam skala prioritas yang benar dan sesuai dengan kehendak Tuhan, yakni mendahulukan Tuhan dalam hidup kita di atas segalanya. Itulah esensi dari hukum terutama yang pertama.

(catatan penulis: barangkali hal ini bisa dibandingkan dengan buku John Ortberg yang cukup menarik: "Jika kamu ingin berjalan di atas air, keluarlah dari perahu.") Lihat (1)

Alkitab mengatakan dalam banyak ayat bahwa:
a. Anda berharga di mata Tuhan di atas makanan dan pakaian, dan itu adalah sumber kemerdekaan sejati (catatan: mungkin ini yang dimaksud dengan Freedom Quotient?)
b. hidup lebih berharga daripada uang
c. Hidup lebih berharga daripada makanan
Dengan kata lain, Yesus menawarkan suatu timbangan atau sistem nilai yang baru, yang penuh damai sejahtera. Tidak seperti sistem nilai dunia yang mengakibatkan berbagai kekhawatiran, stress, dan sulit tidur. Itulah kunci sebenarnya akan hidup berkelimpahan menurut ukuran Tuhan. Jadi bukan makin banyak dan lebih banyak, namun justru sedikit itu lebih (less is more), lambat itu cepat (slow is fast).
Perasaan aman (secure) itu berasal dari sistem nilai atau timbangan dalam hati. Ubahlah sistem nilai itu, maka Anda akan temukan damaisejahtera surgawi. Tentunya ini memerlukan waktu dan karunia Tuhan, agar kita belajar mensyukuri semua berkat dan kelimpahan yang diberikan menurut ukuran-Nya, alih-alih mengukur berkat-berkat dengan sistem nilai dunia.

Penutup
Pastor Joey menutup dengan memberikan ilustrasi yang tepat mengenai sistem nilai yang lebih tepat menurut Matius 6 (catatan: telah dimodifikas sedikit oleh penulis), sbb.:
1. Tuhan (God)
2. Hidup (life)
3. Keluarga dan persaudaraan (family and fellowship)
4. Kesehatan (health)
5. Uang (money)
6. Makanan (food)
7. Pakaian (clothes/fashion)
Jadi mintalah kepada Tuhan yang empunya hidup, agar memberikan Anda matahati yang baru yang dapat menimbang dengan skala prioritas yang Alkitabiah. Utamakan Tuhan dan Ia akan memperbarui nilai-nilaimu, bahkan sebelum Anda menyadarinya. Ini juga sumber pengaturan waktu yang bijak dan sumber kemerdekaan kristiani yang sejati (Freedom Quotient).
Sebagai catatan akhir: memang akhir-akhir ada beberapa teori tentang FQ misalnya oleh Steve Cage, namun itu tidak dibahas di sini.(5)

Versi 1.0: 1 April 2017, pk. 3:50
VC

Referensi:
(1) John Ortberg. If you want to walk on water..., url: http://www.zumbrolutheran.org/uploads/worship/sermons/2011-worship/3.9.11-walkonwater1.pdf
(2) http://matius6ayat33.blogspot.co.id/2013/03/arti-hidup-yang-berkelimpahan-menurut.html
(3) http://alkitab.sabda.org/strong.php?id=4053
(4) http://kebenaranalkitabmain.blogspot.co.id/2015/05/yohanes-1010-pemelintiran-kata-hidup.html
(5) http://www.quibblo.com/quiz/8YEnkMh/Determine-your-Freedom-Quotient-by-wwwfreedomisherein


Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013
Phone: (62) 812-30663059
***Papers and books can be found at:
http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
http://www.unesco.chair.network.uevora.pt/media/kunena/attachments/731/ChristologyReloaded_Aug2016.pdf
http://fs.gallup.unm.edu/APS-Abstracts/APS-Abstracts-list.htm
http://independent.academia.edu/VChristianto
Http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto/
Http://id.linkedin.com/pub/victor-christianto/b/115/167
http://www.amazon.com/Victor-Christianto/e/B00AZEDP4E
http://www.amazon.com/Jesus-Christ-Evangelism-Difficult-ebook/dp/B00AZDJCLA
Http://gospel.16mb.com
http://www.kenosis4mission.tk
http://www.twelvegates.tk

Jumat, 31 Maret 2017

Pembangunan Bait Suci ke-3

*Pembangunan Bait Suci ke-3. Antikristus dan Rapture di depan mata kita!*

Salah satu topik yang paling hangat dibicarakan berkaitan dengan Akhir Zaman ialah pembangunan Bait Suci ke-3 di Yerusalem.  Pembangunan Bait Suci ini merupakan salah satu nubuatan yang akan segera digenapi.  Namun, terdapat banyak kendala yang menghambat pembangunannya, sebut saja Lokasi persis bangunan Bait Suci ke-3, apakah tabut perjanjian sudah ditemukan, dan bagaimana perkakas-perkakas Bait itu.  Bagaimana sebenarnya  kisah dan kelanjutannya, berikut adalah penjelasannya.

Pada 7 Juni 1967, selang beberapa hari setelah Israel mengambilalih kekuasaan atas Yerusalem, Moshe Dayan selaku Menteri Pertahanan Israel kala itu datang untuk pertama kalinya berdoa di Tembok Barat dari Bukit Bait Suci, dan ia menyatakan: "Kami telah mengembalikan tempat Maha Kudus kami dan kami tidak akan pernah meninggalkannya kembali". Shlomo Gorn, Rabbi kepala dari tentara Israel kemudian meniup "shofar" sebagai symbol yang dipercaya bahwa "…oleh suara sangkakala Bait Suci roboh, dan oleh suara sangkakala juga itu akan dibangun kembali".

Pada 14 Maret 1999, Uni eropa memberikan keterangan yang provokatif dengan berkata bahwa Yerusalem bukan Ibu kota Israel dan bukan milik Israel. PM Israel kala itu, Ariel Sharon, mengatakan bahwa :"Pemerintahan kami tidak memberikan kelonggaran apapun dalam hal status Yerusalem. Yerusalem adalah Ibukota bangsa Yahudi selama 3000 tahun, kota besar Negara Israel selama 50 tahun, dan akan tetap untuk selamanya." Bahkan ia mempertegasnya dihadapan KTT Dunia di New York dengan mengatakan bahwa Israel tidak akan pernah dibagi!

Beberapa bulan berselang,  Ariel Sharon mengunjungi area Bait Suci Yerusalem ini, tepatnya pada 26 September 2000. Ia ditentang habis-habisan oleh umat Muslim di sekitar area tersebut, mengingat orang Yahudi dilarang keras oleh mereka menginjakan kaki di situs suci mereka.

Hal ini disebabkan oleh karena di lahan tersebut telah berdiri 2 situs bersejarah bagi kaum muslim mengingat di sana terdapat Dome Of the Rock dan Masjid Al-Aqsa. Masjid ini sempat menjadi kiblat sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah tahun 624M. Apakah mungkin bisa membangun Bait Suci di area situs bersejarah ini? Bukankah nantinya akan menimbulkan perang besar bagi dunia?

*Bait Suci ke-2 (Bait Salomo)*

Alkitab mencatat bahwa sebelumnya telah di bangun 2 Bait Suci yang sama, yakni yang pertama oleh Raja Salomo, anak raja Daud dan telah dihancurkan oleh Nebukadnezar saat ia menginvasi Israel pada tahun 586 SM. Bait Allah yang kedua dibangun oleh Zerubabbel antara tahun 520-516 SM.

Injil mencatat bahwa saat Yesus datang ke dunia pertama kali, bait kedua ini masih ada. Ia bersabda : "Kau lihat gedung-gedung yang hebat ini? Tidak satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain, semuanya akan diruntuhkan." ~Matius 24:2

38 tahun kemudian, Jenderal Titus dan tentara romawi membakar Bait Suci ini. Semua perabotan Bait Suci yang terbuat dari emas dan perak dirampas dan dibawa oleh mereka. Saat itu, jendral Titus sudah mundur, tapi pasukannya terus menyerbu. Sejumlah 600.000 mayat orang Yahudi dilempar ke lembah-lembah di selatan kota Yerusalem, yaitu lembah Kidron dan Ben Hinom. Demikian juga dengan segala emas yang menempel pada dinding batu Bait Suci, sehingga genaplah apa yang dikatakan oleh Yesus, bahwa tidak ada satupun batu dari Bait Suci tersebut akan tinggal.
Mengenai lokasi pembangunan Bait Suci ke-3

Lokasi Bait Allah yang pertama maupun yang kedua, adalah di tanah milik Ornan Arauna, orang Yebus di Yerusalem.  Deklarasi atau "Perjanjian Balfour" yang dimotori oleh Inggris pada akhirnya mendorong gerakan Zionisme, gerakan kembali ke Bukit Zion. Nyatanya, bahwa Masjid Al Aqsa telah berdiri megah di wilayah tanah milik Ornan Arauna yang telah dibeli oleh Daud dengan harga 50 syikal perak. Oleh sebab itu, muncul konflik antara kedua negara mengingat bagi umat muslim di dunia, tempat ini merupakan tempat bersejarah bagi mereka. Lalu, dimanakah lokasi yang tepat? Simak penglihatan Yohanes berikut:

Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya. Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya." ~Wahyu 11:1-2

*Third Temple & Dome Of The Rock*

Yohanes mendapat penglihatan dan wahyu pada tahun 90M, sedangkan bait kedua dihancurkan di tahun 70M. Itulah sebabnya, bait yang ia maksudkan pasti Bait Suci ke-3.

Ingatlah, bahwa lebih dari 1900 tahun yang lalu, Yohanes telah melihat adanya 2 Bait Suci di lokasi tersebut. Spekulasi yang paling ramai diangkat ialah mengenai perang antara bangsa-bangsa karena Israel akan memaksakan pembangunan bait ke-3 ini dengan cara menghancurkan Dome Of The Rock. Namun, penglihatan Yohanes tersebut memberikan pengertian yang berbeda. Pelataran sebelah luar merupakan milik bangsa lain. Itu artinya Dome Of The Rock akan tetap berada di lokasi itu. Hal ini turut di dukung setelah para pakar Alkitab menghitung kembali letaknya berdasarkan Yeh 40.

Menurut Rabbi Moses ben Maimon (maimonides) tercatat dalam Talmud pada waktu sebelum penghancuran (titus pada tahun 70 M) Bait Suci yang di renovasi oleh Herodes. Bait Suci tidak dibangun ditengah (di lokasi Dome Of The Rock) [Encyclopedia Judaica CD, "Temple Mount"]

Bahwa Lokasi Bait Suci memang tidak tepat ditengah-tengah Bait Suci tetapi jauh dari dinding sebelah selatan dibandingkan dengan jarak ke dinding yang lain [Mishnah, Middot 2:1] ini menjelaskan bahwa lokasi tepatnya Bait Suci adalah sebelah utara dari Dome of the Rock dan Sebelah barat dari Gerbang timur yang ada sekarang.

*Denah Lokasi*

Di FP Catatan Akhir Zaman, pernah diposting mengenai pembangunan Bait Suci sebagai hasil akhir dari kesepakatan damai Israel dan Negara-negara Arab, khususnya Palestina. Sudah beberapa pemimpin dunia yang berusaha menjadi penengah kesepakatan damai tersebut, tetapi sampai saat ini masih nihil. Akan datang waktunya, sang pemimpin yang Alkitab tuliskan sebagai "pembinasa keji" akan membuat kesepakatan damai tersebut. Perjanjian itu akan berat sebelah, dimana Israel tetap akan menyetujuinya, dengan alasan pembangunan tersebut tetap bisa dikerjakan.

Dr Asher Kaufman memberikan kesimpulan setelah ia memperlajari kasus ini bertahun-tahun lamanya. Ia mengatakan bahwa ruang maha kudus Bait Suci Salamo persis berada di atas Dome of the Spirit, bukan di tempat Dome of The Rock. Ruang maha kudus tersebut berada pada 322 kaki kearah utara dari Dome of the Spirit. Beliau menulis bahwa Lantai disekitar "Dome of the rock" sudah di paving. Lantai tersebut dikenal dengan nama "Eben Shetiyyah" (Fondasi batu) yang merupakan tempat Tabut Perjanjian.
Third_Temple

*Dome Of the Spirit*

Lokasi bangunan persis berada di belakang Pintu Gerbang Timur jika dilihat dari Bukit Zaitun. Seperti yang kita tahu bahwa pintu ini masih disegel karena YESUS akan datang dari pintu gerbang ini. Ia akan turun di Bukit Zaitun pertama kali.
YESUS AKAN DATANG DARI BUKIT ZAITUN

*Kedatangan Pertama*

700 Tahun sebelum Yesus lahir, Nabi Maleakhi mengatakan ketika Yesus datang, Dia akan menuju bait Allah dan segera.

Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam. ~ Maleakhi 3:1

Saat kedatanganNya pertama kali ke dunia, Ia memasuki Bait Suci saat masih bayi. Nubuat selanjutnya, bahwa ketika Ia datang untuk kedua kalinya, Ia akan menginjakkan kaki di Bukit Zaitun.

*Kedatangan Kedua*

"Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga." ~Kis 1:11

Saat Yesus menginjakan kakiNya di bukit Zaitun nanti (second coming), akan terjadi gempa bumi yang dahsyat sehingga lempengan atau kerak bumi akan bergeser dan patah.

Pada waktu itu kaki-Nya akan berjejak di bukit Zaitun yang terletak di depan Yerusalem di sebelah timur. Bukit Zaitun itu akan terbelah dua dari timur ke barat, sehingga terjadi suatu lembah yang sangat besar; setengah dari bukit itu akan bergeser ke utara dan setengah lagi ke selatan. ~ Zakharia 14:4

Pintu Gerbang Timur

*Golden-gate*

Pintu Gerbang timur merupakan Pintu gerbang penting di Yerusalem, dan hanya lewat sini untuk masuk ke kota Yerusalem dari timur. Pintu gerbang Timur merupakan Pintu Gerbang yang tertua dan tidak dibangun kembali oleh penguasa Islam Sulaiman Agung pada tahun 1539-1542. Sulaiman mengerti dari injil, Bahwa Mesias akan datang kembali melintasi Gerbang ini ketika dia kembali ke bumi jadi Pintu Gerbang bagian Timur ditutup oleh penguasa islam tersebut pada tahun 810. Penutupan ini menggenapi Yehezkiel pasal 44.

Orang-orang Arab yang menghuni Palestina menggunakan lahan di depan pintu gerbang Timur ini sebagai kuburan. Mereka tahu persisi bahwa Mesias mereka akan merasa najis menginjakan kaki di tempat najis seperti kuburan. (Baca nubuatan mengenai pintu gerbang timur di sini).

*PERSIAPAN MENJELANG PEMBANGUNAN*

Pada tanggal 8 Oktober 1989, di Israel diselenggarakan pertemuan penting antara para rabi Yahudi dan ahli arkeologi. Dalam pada itu, dijelaskan mengenai tata cara penggunaan pelatan Bait Suci ini nantinya. Alat-alat tersebut dipersiapkan untuk 200 orang yang sedang ditraining menjadi Imam-Imam (Cohanim) yang akan bertugas pada saat Bait Allah selesai dibangun. Rabi Nehman Kahane, pemimpin dari Institute of Talmudic Commentaries membenarkan bahwa telah disiapkan 200 orang yang akan ditraining menjadi imam-iman di Bait Suci ini.

Ditengah kesulitan politik dan tekanan bangsa-bangsa, Israel telah mengumumkan  Pada tanggal 12 Juli 1997, melalui Departemen Kehakiman bahwa mereka akan memulai  proses hukum untuk membuka Temple Mount bagi orang Yahudi. Beberapa grup dan organisasi seperti "The Temple Mount Faithful" terus meningkatkan kerja mereka untuk membangun kembali Bait Suci ALLAH ke 3. Bahkan bangsa Yahudi telah mempersiapkan tata cara pengorbanan seperti pada Bait Suci lama (1 dan 2). Beberapa group lain berusaha membangun Bait ALLAH ketiga dengan jalan damai dan kompromi sedangkan yang lain berusaha untuk menghancurkan "Dome Of The Rock"

*Pemilihan Para Imam*
"Demikianlah harus engkau mentahirkan mereka dari tengah-tengah orang Israel, supaya orang Lewi itu menjadi kepunyaan-Ku." (Bil. 8:14).

*Cohanim*
Saat ini orang-orang Yahudi sedang mencari Cohanim, atau mereka yang memang memiliki genetic Imam-iman. Mereka mendirikan Sekolah Agama (Yeshiva) seperti adalah Ataret Cohanim dan Institute for Talmudic Commentaries, dimana mereka dipersiapkan untuk tugas di Bait Suci nanti. Rabi Nahman Kahane sebagai pemimpin institusi tersebut mengatakan betapa sulitnya mencari  keturunan Lewi atau keturunan Imam.

Dengan perjalanan waktu ribuan tahun semenjak tidak ada kebaktian di Bait Suci lagi, ditambah dengan asimilasi atau perkawinan campur, sekarang mereka begitu sulit menemukan keturunan Iman dan keturunan Lewi yang benar-benar murni atau disebut "gen-priestly", sesuai tuntutan hukum Taurat. Tapi tahukah anda, sampai saat ini orang Israel benar-benar setia mencarinya, hanya untuk mereka dapat beribadah kepada Tuhan. Terbukti sejak tahun 1999, Rabbi Nachman Kahana mengatakan bahwa 17 Kohanim sudah diuji; hasilnya 13 diuji positif, satu negatif, dan 3 kasus tidak meyakinkan. Sekarang Temple Institute telah membuat penawaran kepada semua orang Yahudi dengan nama Cohen untuk menerima pakaian imam untuk Bait Suci yang baru.

Persiapan Perkakas Bait ALLAH.

Rabi Israel yang bernama Ariel mendirikan Temple Mount Institute di tahun 1988 mengatakan bahwa ada 103 jenis perkakas yang ada di Bait Suci. Tahukan anda bahwa semua perkakas tersebut sudah ada dan siap pakai?

*Menorah*
Salah satu contoh perkakas yang dibuat ialah Menorah. Menorah lebih kita kenal dengan sebutan kaki dian. Untuk membuatnya diperlukan 94,6 pound emas murni, atau lebih dari 47 kg emas murni dengan total biaya lebih dari $10 juta. Selain itu perkakas lain yang sudah ada ialah  Mahkota dari emas untuk Imam Besar, jubah para Imam, Kaki Dian atau Pelita Emas, Ikat Pinggang, dll. Jadi anda bisa bayangkan berapa biaya membangun Bait Suci ini.

Haruslah engkau membuat kandil dari emas murni; dari emas tempaan harus kandil itu dibuat…. Enam cabang harus timbul dari sisinya: tiga cabang kandil itu dari sisi yang satu dan tiga cabang dari sisi yang lain…. Haruslah kaubuat pada kandil itu tujuh lampu dan lampu-lampu itu haruslah dipasang di atas kandil itu, sehingga diterangi yang di depannya…. Dan ingatlah, bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu (kutipan Keluaran 25:31-40).

Pembiayaan ini dari talangan bangsa Yahudi Internasional. Namun Yerusalem Post mengabarkan pada 27 Januari 1996, bahwa tidak perlu untuk mengumpulkan dana bagi pembuatan perkakas Bait Suci, mengingat Jenderal Titus yang menginvasi Yerusalem kala itu tidak menghancurkan perkakas bait ALLAH, tetapi justru menyimpannya dalam kubah yang disebut Arch of Titus, sebagai bukti kemengangannya. Kubah ini dibangun di kota Roma pada tahun 81 M, dan dipindahkan ke Vatican sebagai koleksi benda berharga.

Pada 20 Januari 1996, Shimon Shetreet selaku Religious Affair Minister of Israel meminta kepada Paus John Paul II di Roma untuk mengembalikan Menorah seberat 60 kg emas murni yang diambil dari Bait Suci Kedua oleh Jenderal Titus di tahun 70 M. Pernyataan itu dinyatakan Shimon Shetreet berdasarkan data-data riset oleh Universitas Florence, yang telah memastikan bahwa Menorah Bait Suci Kedua saat ini berada diantara koleksi barang berharga di museum bawah tanah Vatican. Secara politis menteri Israel tersebut menyatakan "saya tidak mengatakan itu pasti, tetapi saya minta Paus untuk menolong mencarinya sebagai suatu bentuk niat baik Vatican untuk suatu hubungan yang lebih baik antara Katolik dan Yahudi. Tentunya seorang pejabat tinggi Israel tidak akan "berspekulasi" untuk sesuatu yang tidak pasti. Kala itu Paus John Paul II bersedia mengembalikan menorah kuno itu  ke Yerusalem, namun tidak ada lagi kabar menganai hal ini sampai dibuatlah menorah baru dengan berat 47 kg.

*Batu Penjuru (Corner Stone)*
Sebuah Batu Penjuru seberat 4 ton sudah dipersiapkan, tanpa memakai peralatan yang terbuat dari besi. Sedang untuk fondasi Bait ALLAH, dipersiapkan batu yang diharapkan cukup kuat bila terjadi gempa bumi. Batu itu seberat 458 ton! Sedangkan khusus untuk fondasi Ruang Maha Kudus, sudah tersedia Batu Karang besar. Kayu, kain sutrera, dsb, dipersiapkan secara teliti dan dalam jumlah yang lebih dari cukup. Hal ini seperti yang terjadi di zaman raja Daud, ketika bahan-bahan untuk pembagunan Bait ALLAH yang pertama dipersiapkan (I Taw. 22:1-5).

Pemerintah Israel juga telah melakukan arak-arak batu yang akan dijadikan batu pertama pada pembangunan bait ini. Batu ini mengandung emas murni. Batu ini telah diarak keliling Israel di tahun 2005, sebagai tanda bahwa mereka siap membangunnya.

*Cornerstone*
Mujizat-Mujizat Yang Tuhan siapkan untuk Melancarkan Pembangunan Bait Suci ke-3

*Siput Sigulit.*
TUHAN berfirman kepada Musa: "Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka, bahwa mereka harus membuat jumbai-jumbai pada punca baju mereka, turun-temurun, dan dalam jumbai-jumbai punca itu haruslah dibubuh benang ungu kebiru-biruan. Maka jumbai itu akan mengingatkan kamu, apabila kamu melihatnya, kepada segala perintah TUHAN, sehingga kamu melakukannya dan tidak lagi menuruti hatimu atau matamu sendiri, seperti biasa kamu perbuat dalam ketidaksetiaanmu terhadap TUHAN. Maksudnya supaya kamu mengingat dan melakukan segala perintah-Ku dan menjadi kudus bagi Allahmu." ~Bil. 15:37-40

Banyak dari kita yang mungkin tidak mengetahui darimana benang ungu kebiruan yang digunakan pada jumpai pakaian imam yang melayani di Bait Suci. Rabi Isaac Herzog mengatakan bahwa warna itu diambil dari hewan yang bernama Siput Sigulit. Hewan ini muncul biasanya 70 tahun sekali, bahkan lebh dari 2000 sudah punah. Ajaibnya, di akhir tahun 1990 yang lalu, siput ini mendadak muncul dalam jumlah yang sangat banyak di daerah Mediterania. Harga siput ini mencapai lebih dari 192.000 US Dollar (diatas 2M)/kg. Keberadaan siput ini sama persis dengan spesies burung pemakan bangkai yang kini populasinya bertambah di daerah Megido, lembah peperangan terakhir. Klik di sini untuk membacanya.

*Kecapi / Harpa Mesianik.*
Instrumen ini sering juga disebut sebagai harpa. Alkitab mencatat bahwa saat menyembah Daud menggunakannya. Demikian juga saat kebaktian berlangsung, alat ini dimainkan oleh suku Lewi. Catatan sejarah yang cukup akurat memberikan data, bahwa selama Bait Allah yang pertama sampai dengan Bait Allah yang kedua, ada 38.000 pemain musik (dari suku Lewi) dan kurang lebih 50%nya menggunakan alat ini. Yang paling menarik mengenai instrumen ini ialah, bahwa ternyata ada lagu-lagu yang hanya bisa dinyanyikan dengan alat musik yang satu ini. Lagu-lagu tersebut disebut sebagai Lagu Instrumentalia. Tercatat sejak Bait Suci kedua dibakar di tahn 70M hingga tahun 1990, lagu Instrumentalia tersebut menghilang alias punah. Kitab Talmud mencatata bahwa jika Harpa atau Kecapi Daud kembali muncul beserta dengan lagu Instrmentalianya, maka keadatangan Mesias sudah dekat. Itulah sebabnya mengapa alat musik ini disebut sebagai Harpa Mesianik.

Menurut Bil 19:1-10, pentahiran baru bisa dilakukan menggunakan air yang dicampur abu dari lembu merah. Lembu yang telah punah ini juga mencul secara bersamaa dengan Siput Sigulit dan Harpa Mesianik. Untuk membaca artikel mengenai lembu merah ini, silahkan kunungi FP Catatan Akhir Zaman atau klik di sini.

Di zaman ratu Syeba dari Etiopia dibertkan bahwa tabut ALLAH disembunyikan di ruang rahasia yang 9 lapis di bawah tanah. 24 Mei 1991, dgn sandi "Oprerasi Salomo" 14.300 org Falasha (Yahudi – Etiopia) dari Addis Ababa, exodus ke Israel. Konon Tabut ALLAH dibawa pulang ke Israel. Mungkin benar, tapi hanya duplikatnya saja.

Pembangunan Bait Suci ke-3 ini semakin mencuat kepermukaan setelah seorang Arkeolog yang bernama Ron Wyatt yang menghabiskan waktu bertahun-tahun di Israel menemukan Tabut Perjanjian persis di bawah bukit Golgota tempat YESUS di Salib.

Ron telah menemukan tabut ini persis dibawah bukit tengkorak tempat Yesus di salib. Yang yang paling luar biasa ialah jika di jama PL tabut ALLAH harus dipercikkan dengan darah binatang agar dosa ditutupi, keberadaan tabut dibawah bukit tengkorak juga ternyata terpercik oleh darah Yesus. Anda tentu tahu bagaimana injil mencatat bahwa saat YESUS disalib terjadi gempa bumi yang dahyat. Dari celah bebatuan yang terkena dampak oleh gempa bumi tersebut, darah YESUS mengalir dari atas hingga menetesi tabut perjanjian tersebut. Haleluya!

Kembalinya Sanhedrin Kuno

70 tetua Israel yang disebut dengan Imam Sanhedrin telah tiada sejak tahun 358M. Namun di tahun 2004, muncul sekelompok Rabi Tiberius yang diduga kuat sebagai Sanhendrin. Situs berita terkenal, Aritz 7, mengabarkan pada tanggal 13 Oktober 2004 bahwa Sanhendrin telah memilih 71 rabi, dimana tambahan 1 rabi akan memainkan peran utama seperti Imam Besar. Mereka mengklaim keabsahannya berdasarkan aturan kebijakan kuno, Maimonides. Kelompok ini akan memainkan peran yang sangat vital dalam mngatur masalah hukum dan agama Bangsa Israel. Kandidat yang paling kuat yang pernah diberitakan akan mengepalai Imam sanhedrin ialah Rabbi Chaim Richman. Beliau berprofesi sebagai direktur Internasional Temple Institute.

Sampai saat ini, bangsa yahudi membangun sinagoge untuk berdoa dan mempelajar tentang Totah atau taurat, namun rasanya kurang sempurna sesuai tuntutan hukum taurat, dimana 1/3 dari kitab Talmud mereka adalah berisi ritual yang patut dilakukan di Bait Suci. Kerinduan mereka sangatlah besar akan kehadiran Bait Suci ini, mengingat telah ribuan tahun mereka mengingini kehadirannya. Selama lebih dari seribu sembilan ratus tahun, dalam masa pembuangan ke bangsa-bangsa (diaspora), tiga kali sehari mereka berdoa: "May it be Thy will that the Temple be speedily rebuilt in our days…" ("…biarlah itu menjadi kehendak-Nya bahwa Bait Suci akan segera dibangun di hari-hari kita ini…"). Perintah dalam kitab Torah, sebagaimana yang dijabarkan di dalam perintah nomor 613 kitab Yahudi, Talmud, tentang tata cara ritual ibadah yang benar, sangat berkaitan dengan keberadaan Bait Suci yang menjadi pusat dari semua bentuk penyembahan bahkan kehidupan bangsa Yahudi. Karenanya, keinginan ini tidak dapat ditawar-tawar lagi, keinginan ini begitu kuat sehingga apapun akan dipertaruhkan untuk menghadirkan Bait Suci ini.

Kesimpulan
Menutup artikel ini, simaklah video yang mengklarifikasi mengenai Persiapan Israel membangun Bait Suci impian mereka.

Tahun ini kita akan menyaksikan peristiwa tedrad. Peristiwa ini menutup materai ke-6 dalam kitab Wahyu. Bisa dipastikan bahwa beberapa peristiwa besar yang tertulis dalam Alkitab akan segera terjadi, diantaranya pembangunan Bait Suci ke-3. Alkitab menuliskan bahwa setelah bait ini dibangun, Antikristus akan menyatakan diri sebagai allah. Ia akan mengambilalih pemerintahan dunia dengan menciptakan sistem pemerintahan global. Ia akan berkuasa atas Yerusalem selama 42 bulan atau 3,5 tahun. Bukan hanya itu, Pembangunan Bait Suci ini juga mengingatkan kita bahwa Rapture dan Second Coming benar-benar di depan mata kita.

Bersiaplah, Maranatha, TUHAN datang segera…

Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, TUHAN YESUS! 
~Wahyu 22:20

Kamis, 30 Maret 2017

On Biblical principles of economics

On Biblical principles of economics

Dear Prof. Akira Kanda,

Greetings,

You wrote repetitively which seem to indicate that you denounce the whole free market system, which is called "capitalism." You draw a picture that makes capitalism looks like a robbery at grandious scale. But you forgot that it was not Adam Smith who first coined the term "private property," at the core of free market. It was Thomas Aquinas, a Catholic scholar, who proposed the term.(2)**

Biblical teaching
According to Steve Elwart*, it is possible to find biblical teachings on various economics issues.
In short, free market system seems to be endorsed by the Bible, while socialism is more like theft.(2)
However, it seems plausible that many professors of economics studies such as David Korten, began to seek where the problem lies inside the economics theories. He proposes a new story for a new economy.(3)(4)

So it seems that the entire economics study needs a kind of overhauling.
What do you think?

*Steve Elwart can be contacted at Steve.Elwart@studycenter.com.
**this is the best information that I have until now. If you have different info on who was the originator of capitalism, be it Jewish scholar or Finnish Lutheran, would you mind to inform me the name of that priest?... Thanks

Version 1.0: 21 March 2017, time: 15:51
VC

Referensi:
(1) Paul. S. Segerstrom. What does the Bible teach about economics? Url: http://www2.hhs.se/personal/Segerstrom/BibleEconomics.pdf
(2) Steve Elwart. Biblical principles of economics. Url: http://www.khouse.org/articles/2011/1015/
(3) David Korten. A new story for a new economy. Yes magazine. Url: http://www.yesmagazine.org/pdf/kortennewstory.pdf
(4). David Korten. Change the story, change the future. Praxis Peace, oct. 2014. Url: http://livingeconomiesforum.org/sites/files/pdfs/David%20Korten%20Praxis%20Peace%20Oct%207%202014%20for%20distribution.pdf
(5) Rod Hill and Tony Myatt. The Economics anti-textbook. Excerpt at Url: http://www.twill.info/wp-content/uploads/2013/03/the_economics_anti_textbook.pdf

-------

Responses

1. "Akira Kanda" <kanda@cs.toronto.edu>: Mar 28 02:11PM -0400

Victor,

"The economies of the world are in crisis. It seems as if every country is
in debt to every other country. How has the world gotten into the state it
is in?" Steve Elwart

To my understanding, before the removal of Gold Standard, there was no
serious monetary crisis Elwart is talking about. More over, it is not
accurate to say the debt is among nations. Nations do not exist anymore.
Everybody is in debt to International Banking Cartels (IBC). Now even the
government owes money to the IBC because of the world wide Federal
Researve System. When a government wants to print money, the government
has to borrow money to do that. The IBC earns a lot of interest for that.
No governmentr represent people anymore. Under this "scheme", mathematics
is reduced to statistics and computer science is reduced to PC's, physics
became the fort of Hawkins, Penrose etc.

I am not terribly sure where all of this nonsense was predicted in the
Bible. I know one thing: Calvin said "If you do well in the Capitalism and
become rich, it is a clear indication that you are predetermined to be
saved by God." All of this insult to Christianity started with Luther who
in the end condemned Calvinism saying "Money is evil." Swiss must love
Calvin as they are the most saved people on earth.

Akira
-------

2. George <george@globalgreenbuilding.com>: Mar 28 06:57PM

The economic situation was started decades ago. The problem came when the biggest of the big companies and banks, realized that it was faster and cheaper to get money from small consumers that it was from large companies. Also the return could be substantially larger than compared to the big companies that had several options in getting big funds. The big companies held the rates to a minimum but the common person that had no access to "Extra Funds" and did not know that they could buy a large TV or new car even if they could not afford that was primed for the scam. This took decades to collapse but when it did there was no other place to get the funds for the big companies but the federal Governments and that then through the entire world into the biggest depression sense the 1929 fall.
The idea of a company "To Big To Fail" was born and the biggest of the big companies saved their own asses at the expense of destroying the worlds economies. The fact that anyone bought the idea that we must have big companies is the one thing that will destroy the world every time.Companies have one goal and that is not to help others. It is to increase profits at all costs. We must stop the madness of thinking that we have to have them.... George Van Hoesen
Partner
Global Green Building LLC
417-496-3036 cell
Director of Research and Development
NewTeran Solutions LLC
417-863-6493 lab

-------

3. "Akira Kanda" <kanda@cs.toronto.edu>: Mar 28 09:46PM -0400

Loaning money to "small people" came in as also a tactics to promote
America's exceptionalism stance worldwide. It was a daughter of President
Reagan who addressed in the meeting of the International Women's Day in
the 1980's that USA is the most liberated nation in the world leading the
role of freeing women resulting in giving credit cards to women. It is a
historic fact that modern (second wave) feminism was orchestrated by CIA.
So, it was a world wide manifestation of American exceptionalism.
Definitely it was a new form of Pyramid Scheme which ruined majority of
the people and western economy altogether while making the top
unprecedentedly rich.

In Japan, once the most powerful companies, Toshiba, failed. They did not
know that US government knew in advance the 3/11 and resulting Fukushima
"accident". The earthquake was the only one which produces no transverse
wave in recorded history. It had three epicenters, one of which was right
next to Fukushima. Just before the 3/11, Toshiba under very strong
pressure by the US and Japanese government bought Westinghouse (only
civilian nuclear power plant business) from the US and Japanese
government. The catastrophic failure of nuclear power plant business
completely cooked Toshiba. May be Toshiba was not big enough.

It is quite clear that we humanity are under the dictatorship of those who
are "exceptional or superior".

Akira
-------

4. "Akira Kanda" <kanda@cs.toronto.edu>: Mar 29 04:18AM -0400

ADD ON:

It is interesting that the "democratic defender of human rights" who dare
to bomb other countries for the protection of "human rights" as usual fail
to come up with even a single coherent explanation of what happened in
Paris a few days ago. This one of the worst human rights violator country
with the name of France who did despicable things in her colonies for 500
years now murdered a Chinese man just because he was a Chinese, an
Oriental in Paris. This country who call her critics haters, racists
murdered a Chinese for no reason and have not even started investigation.
Have not even apologized a single apology. This is totally expected
considering what they did in North America, Vietnam, Cambodia, ... and
Africa. They did all of this in the name of Christian God. Well, I was
told that France after murdering their king became "democratic"
"humanitarian" society. The model of Western democracy! But their crime
against humanity intensified after the US plotted French Revolution. EU is
lead by those totally unrepentant racists haters, such as Germany, France,
Belgium and Holland who have outstanding historic record of white
supremacists tradition committing genocide of non white races everywhere
on this planet.

-------

5. "Akira Kanda" <kanda@cs.toronto.edu>: Mar 29 09:02AM -0400

Regarding Britain,

UK pushed opium to China for trading. This made so many Chinese addicted
to opium and China's government protested. For that UK sent troops and
Navy to attack and defeat China. UK stole Hong Kong for 150 years. Just
until they had to return Hong Kong to China, UK gave no democracy to Hing
Kong. Even basic election did not exist.

Just before returning Hong Kong to China, to give political pressure to
China, UK gave limited democracy. This is yet another case of white
supremacist policy by the West.

As long as these shameless white supremacists countries continue their
shameless racist policy against non white race, they will be remind what
they have been and what they have been doing for the last 500 years. These
thugs have nerve to preach human rights! These racist thugs, haters have
not even issued official apology to the victims.
---

Concluding note:

All of the above responses do not even touch the subject of Biblical principles of economics. But at least we got to something to begin with.

Perhaps all countries from West to East share the same common thing: that all nations should repent and return to biblical principles for finding insights for handling economics matters, both at national scale ans international levels.

Version 1.0: 30 march 2017, pk. 21:50
VC


Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013
Phone: (62) 812-30663059
***Papers and books can be found at:
http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
http://www.unesco.chair.network.uevora.pt/media/kunena/attachments/731/ChristologyReloaded_Aug2016.pdf
http://fs.gallup.unm.edu/APS-Abstracts/APS-Abstracts-list.htm
http://independent.academia.edu/VChristianto
Http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto/
Http://id.linkedin.com/pub/victor-christianto/b/115/167
http://www.amazon.com/Victor-Christianto/e/B00AZEDP4E
http://www.amazon.com/Jesus-Christ-Evangelism-Difficult-ebook/dp/B00AZDJCLA
Http://gospel.16mb.com
http://www.kenosis4mission.tk
http://www.twelvegates.tk