Kamis, 26 Januari 2017

Imlek

Imlek

Shalom, selamat pagi saudaraku. Besok pagi, saudara-saudari kita yang beretnis tionghoa akan merayakan Tahun Baru China yang kerap disebut Imlek. Kemarin saya memperoleh sebuah buku bagus karya seorang pendeta senior yang saya kenal, judulnya: "Kekristenan dan ketionghoaan: telaah atas imlek dan filsafat ketionghoaan."(4)
Buku itu menarik, tapi sayang sekali saya belum sempat menyelesaikannya. Jadi saya memutuskan untuk mengirim pesan teks ke pengarangnya yang kebetulan pernah menjadi pendeta jemaat di gereja kami dulu sekitar tahun 1992-2000an.
Begini isi sms saya kepada beliau:

"Saya baru mendapat buku bapak tentang imlek. Boleh tanya sedikit?
A. Apakah tahun baru imlek itu memuja dewa Naga atau memuji Tian?
B. Apakah betul Konfusianisme itu sebentuk teisme yang menyembah Tian?
C. Bolehkah umat kristen tionghoa ikut merayakan tahun baru China?
Mohon tanggapan bapak dari aspek teologis dan historis. Tq."

Kemudian beliau menjawab sebagai berikut:

"Soal Imlek sebenarnya merupakan hari raya pergantian musim, tetapi dikaitkan dengan Nian. Jadi tidak ada hubungan dengan Liong/Naga dan Tian/ShangTi. Sedang Konfusianisme mengedepankan filosofi jen/ren (kemanusiaan), bukan pada teisme. Umat Kristen boleh merayakan festival budaya, bukan keagamaan. Kebaktian dilakukan sebagai pengucapan syukur pergantian musim."

Mengenai apa itu filosofi Jen dijelaskan dalam buku beliau sebagai berikut:
"Istilah Jun Zi menunjuk kepada seorang yang memiliki keunggulan moral dan etika melalui kebajikan (virtue), sehingga mengalami kedamaian batiniah. Keunggulan moral dan etika tersebut terjadi karena seseorang senantiasa memperbaiki dirinya sendiri menjadi orang yang benar."(4)

Tian
Dari studi sejarah agama kuno di China, kita ketahui bahwa nenek moyang dan leluhur Tiongkok mengenal Tian, yang sinonim dengan ShangDi atau ShangTi (Lord of the High), namun kemudian bergeser artinya lalu disebut "langit." (1) Konsep Tian itu boleh jadi lebih dekat dengan apa yang disebut oleh Paulus dengan "Agnostos Theos" dalam pidatonya di Athena, 2000 tahun silam:

"Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu." Kis. 17:23

Bandingkan dengan teks Yoh. 7:28 ini:

Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: "Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal."

Saya tidak mendalami agama kuno di China dan juga belum pernah pergi ke RRC, jadi tidak bermaksud mengajari siapapun tentang agama-agama kuno di sana, namun silakan lihat misalnya buku Matteo Ricci, Tianzhu Shi yi (2).
Bahwa yang dikenal sebagai Sang Pencipta dalam Konfusianisme disebut "Tian," dapat dibaca misalnya di buku World Religions: Almanac vol. 1. (3)
Sayang sekali, tampaknya kini terdapat semacam kontradiksi antara masyarakat Tiongkok yang masih menghormati agama kuno tersebut, dengan kebijakan negara yang secara resmi masih komunis (Marxis-Leninis). Mungkin ke depan, ini merupakan pekerjaan rumah besar bagi pemerintah RRC.

Penutup
Demikian artikel singkat ini kiranya berguna bagi kita semua. Selamat merayakan tahun baru China bagi saudara-saudaraku yang merayakannya. Tuhan memberkati Anda.
Gongxi - Xinnian meng en, Selamat Tahun Baru Cina
Wanshiruyi - Semoga apa yang engkau harapkan terkabul
Jiqingyouyu - Semoga kebahagiaanmu tanpa batas.

Versi 1.0: 27 januari 2017, pk. 9:07
VC

Note: terimakasih kepada Pdt. Yohanes Bambang Mulyono, MTh.

Referensi:
(1) https://en.m.wikipedia.org/wiki/Tian
(2) Matteo Ricci. Tianzhu zi yi. (The true meaning of the Lord of High). Url: http://en.cnki.com.cn/Article_en/CJFDTotal-ZGFY200806008.htm
(3) Michael J. O'Neal & J. Sydney Jones. World Religions: Almanac. Vol. 1. Farmington Hills: Thomson Gale, 2007. See p. 151-175.
(4) Yohanes Bambang Mulyono. Kekristenan dan ketionghoaan: telaah atas imlek dan filsafat ketionghoaan. Jakarta: Grafika KreasIndo, 2015.


Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013
Phone: (62) 812-30663059
***Papers and books can be found at:
http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
http://www.unesco.chair.network.uevora.pt/media/kunena/attachments/731/ChristologyReloaded_Aug2016.pdf
http://fs.gallup.unm.edu/APS-Abstracts/APS-Abstracts-list.htm
http://independent.academia.edu/VChristianto
Http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto/
Http://id.linkedin.com/pub/victor-christianto/b/115/167
http://www.amazon.com/Victor-Christianto/e/B00AZEDP4E
http://www.amazon.com/Jesus-Christ-Evangelism-Difficult-ebook/dp/B00AZDJCLA
Http://gospel.16mb.com
http://www.kenosis4mission.tk
http://www.twelvegates.tk

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar