Selasa, 07 Februari 2017

Silence

Silence

Shalom, saudaraku. Kali ini izinkan saya memberikan sedikit bocoran (spoiler) tentang film yang sangat bagus dan mendalam akan perjuangan iman karya sutradara kawakan, Martin Scorsese, yang baru rilis akhir tahun lalu. Film ini diangkat dari novel tentang penderitaan yang penuh kesunyian yang diceritakan secara sangat apik dalam buku karya Susaku Endo berjudul Sunyi (Silence).
Endo adalah seorang novelis Jepang yang bergumul dengan iman katoliknya, dan novel Sunyi adalah buah pergumulannya untuk menjawab pertanyaan kenapa Injil tidak mudah diterima dalam "lumpur yang pekat" yaitu budaya Jepang. (Tentu cerita Endo ini mesti dimengerti pada saat itu, sekarang saya mengenal beberapa misionaris dari Jepang yang melayani di luar negeri, yang tergabung dalam persekutuan VIP).

Spoiler
Dikisahkan bahwa sekitar akhir abad 16, seorang kaisar muda yang baru naik takhta berubah sikap. Tadinya ia bersimpati pada orang-orang Kristen di Jepang, tapi kemudian berbalik menganggap bahwa kekristenan oleh produk impor yang dibawa oleh para misionaris dari Spanyol dan negara-negara Eropa lainnya. Akibatnya semua orang Kristen di Jepang dikejar-kejar untuk dianiaya. Jika tertangkap mereka akan dianiaya dengan berbagai cara secara kejam, bahkan mereka dimasukkan ke dalam suatu lubang, dengan tergantung secara terbalik. Pelipis mereka disobek sedikit sehingga darah menetes perlahan-lahan. Mereka digantung seperti itu selama berhari-hari sampai mereka menyangkal iman mereka atau mati dengan cara yang amat menderita. Banyak orang kristen yang mati digantung seperti itu. (1)

Suatu kali, seorang misionaris katolik senior (Ferreira) juga tertangkap lalu ia digantung terbalik. Ia diberitahu bahwa jika ia mau menyangkal imannya, maka tidak saja ia akan dibebaskan tapi juga teman-temannya umat Kristen yang lain juga akan dibebaskan. Tapi tidak hanya menyangkal, ia juga harus menginjak-injak gambar Yesus di depan umum. Kemudian, selama berhari-hari dalam lubang, misionaris ini bergumul dalam doa mencari kehendak Tuhan. Haruskah ia bertahan sampai mati? Atau bolehkah ia menyangkal imannya supaya orang-orang lain dibebaskan dari penderitaan tersebut? Tapi ia tidak mendengar jawaban apapun terhadap doanya. Tuhan cenderung diam seribu bahasa.
Jadi ia akhirnya menyangkal imannya (korobu).
Selanjutnya, dikisahkan bahwa dua orang romo diutus dari Vatikan untuk menemui Ferreira yang dianggap hilang. Salah satu romo ini akhirnya tewas mempertahankan imannya. Tinggal pastor Rodrigues, dan dia akhirnya bertemu dengan Ferreira yang telah beralih menjadi penganut Shintoisme.
Ferreira berupaya membujuk Rodrigues untuk menyangkali Yesus, karena itulah satu-satunya cara agar dapat tetap tinggal dan mulai memahami budaya asli Jepang.
Rodrigues juga akhirnya mesti menghadapi ujian untuk menginjak-injak gambar wajah Yesus. Ia pun bimbang dan galau, antara iman katoliknya atau mendengarkan argumen tokoh yang dihormatinya: Ferreira.

Sunyi
Di akhir cerita, toh akhirnya Yesus menjawab misionaris tadi. Yesus berkata: "Sangkallah, sangkallah! Aku memang datang untuk diinjak-injak."

Penutup
a. Lumpur pekat bernama budaya dan tradisi Jepang itu hingga kini masih sulit disapa oleh para misionaris, termasuk para pendeta yang native Jepang seperti Kosuke Koyama (alm). Novel Shusaku Endo merupakan ungkapan sastra dari rasa frustrasi yang dialaminya.
b. Kita mesti beryukur bahwa kebanyakan di antara kita tidak mengalami nasib buruk seperti yang dikisahkan Endo. Tapi di beberapa negara kita mendengar bahwa banyak orang Kristen yang dianiaya, misalnya beberapa waktu lalu kita mendengar ada 21 orang Kristen Koptik asal Mesir yang dipenggal oleh ISIS. Di tempat lain ada juga yang disalibkan sampai mati karena tidak mau menyangkal iman mereka. Kita perlu berdoa untuk saudara-saudara kita tersebut agar mereka dapat bertahan dengan tabah dalam iman mereka.(2)
c. Menjelang datangnya berbagai kesusahan yang disebut Masa Tribulasi, mari kita saling mendoakan saudara-saudari seiman agar tahan dalam menghadapi berbagai aniaya yang akan kian berat.

Bagaimana pendapat Anda? Tuhan memberkati Anda sekalian.
Jika ada komentar dan saran silakan kirim ke victorchristianto@gmail.com

Versi 1.0: 10 mei 2015, pk. 9:46
Versi 1.1: 7 february 2017, pk. 22:36
VC

Referensi:
(1) http://www.seattletimes.com/entertainment/movies/silence-review-martin-scorseses-profound-film-on-faith/
(2) see for example this site on International Persecution of Christians: www.persecution.org


Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013
Phone: (62) 812-30663059
***Papers and books can be found at:
http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
http://www.unesco.chair.network.uevora.pt/media/kunena/attachments/731/ChristologyReloaded_Aug2016.pdf
http://fs.gallup.unm.edu/APS-Abstracts/APS-Abstracts-list.htm
http://independent.academia.edu/VChristianto
Http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto/
Http://id.linkedin.com/pub/victor-christianto/b/115/167
http://www.amazon.com/Victor-Christianto/e/B00AZEDP4E
http://www.amazon.com/Jesus-Christ-Evangelism-Difficult-ebook/dp/B00AZDJCLA
Http://gospel.16mb.com
http://www.kenosis4mission.tk
http://www.twelvegates.tk

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar