Langsung ke konten utama

Liyan

Liyan

Etika altruisme dan Ekonomi kekeluargaan

Teks: Kisah Para Rasul 2:45
"dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing."

Pendahuluan
Salah satu permasalahan utama dalam bidang ekonomi adalah bagaimana menafsirkan dan menjabarkan Pasal 33 UUD 1945 (6)(7). Sudah banyak upaya untuk melakukan Judicial Review terhadap berbagai Undang-undang yang berhubungan dengan Pasal 33 tersebut. Artikel ini juga merupakan salah satu upaya untuk merefleksikan Pasal 33 tersebut, khususnya dalam perspektif altruisme dan Etika Kristen.

Egoisme dan maksimalisasi utilitas
Sejak zaman dahulu kala, manusia cenderung mendahulukan egonya ketimbang sesamanya. Hal ini seakan dirumuskan oleh Adam Smith yang menulis antara lain bahwa masyarakat akan menjadi makmur jika setiap orang bebas mengejar kepentingan-kepentingannya secara individual. Itulah yang kemudian menjadi dasar dari suatu prinsip ekonomi yaitu memaksimalkan utilitas ("utility maximisation"), sehingga egoisme dan keserakahan merupakan dasar dari ekonomi kapitalistik (15).
Prinsip ekonomi tersebut tampaknya lalu memperoleh penegasan lagi oleh buku Richard Dawkins berjudul The Selfish Gene (4), yang intinya mengajarkan bahwa sel-sel dalam tubuh manusia juga mengutamakan kepentingannya sendiri. Dawkins dikenal sebagai tokoh Neo Darwinisme.
Dengan kata lain kita sampai pada kesimpulan yang meresahkan yaitu bahwa egoisme (selfishness) tampaknya dibenarkan atau bahkan dianjurkan dalam ilmu ekonomi maupun biologi modern. Itulah sebabnya banyak manusia dewasa ini cenderung menjadi sangat individualis dan hanya mengejar kemakmuran diri sendiri.
Benarkah demikian halnya? Adakah pendekatan ekonomi yang tidak bertumpu pada egoisme dan keserakahan?

Altruisme
Altruisme yang artinya "selflessness" atau mendahulukan kepentingan liyan daripada kepentingan diri sendiri,* merupakan lawan kata dari egoisme, meskipun kata altruisme memang agak jarang terdengar dewasa ini. Dalam konteks iman Kristen, altruisme atau kasih adalah perwujudan cinta kepada Tuhan yang kita teruskan kepada sesama yang menderita. Jadi jelas bahwa altruisme adalah salah satu inti dari Etika Kristen (Mat. 22:37-41). Lihat (5).
Mari kita lihat beberapa kisah dari Kitab Injil. Ajaran Yesus tentang altruisme nampak misalnya dalam kisah pemuda yang datang kepada Yesus dan menanyakan jalan menuju sorga. Yesus yang tahu bahwa pemuda itu telah menaati seluruh hukum Allah hanya menyuruh dia menjual semua hartanya dan membagikan kepada orang-orang miskin, lalu mengikut Yesus (Luk. 18:22). Yesus sebenarnya hendak mengajarkan pemuda itu untuk menerapkan altruisme, bukan hanya sekadar ketaatan akan hukum-hukum Taurat.
Demikian juga Zakheus diterima pertobatannya, karena ia sudah belajar menerapkan altruisme (Luk. 19:8). Hal ini tidak berarti bahwa menjadi kaya itu dilarang oleh Yesus, namun memang sulit menjadi kaya sekaligus tetap menerapkan altruisme. Itu sebabnya Yesus pernah mengatakan bahwa lebih mudah bagi seekor unta untuk masuk lobang jarum daripada bagi orang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah (Mat. 19:24).
Masih banyak contoh dari Alkitab yang bisa disebut yang menegaskan bahwa altruisme, belaskasih, dan pengampunan merupakan ajaran sentral dari Yesus Kristus.
Dalam kaitan ini ada satu hal yang menarik, yakni seorang ahli biologi evolusioner dari Praha yaitu Prof. Jaroslav Flegr menulis buku yang isinya terang-terangan menyanggah konsep "selfish gene" dari Dawkins.(3)(17) Meskipun temuan ini perlu riset lanjutan, tampaknya hal ini menunjukkan bahwa gen-gen kita pun tidak melulu egois.

Ekonomi kekeluargaan
Penerapan altruisme ada beberapa hal, misalnya dalam ekonomi dikenal sebagai kooperasi (kerjasama). Lihat (1). Kita mesti bersyukur bahwa dalam UUD 45 Pasal 33 ayat 1 ditegaskan bahwa "Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan," dengan kata lain ekonomi kekeluargaan merupakan ciri khas ekonomi Indonesia. Artinya kooperasi dan altruisme mesti merupakan landasan hidup berbangsa, bukan maksimalisasi utilitas.
Lalu bagaimana penerapan praktis ekonomi kekeluargaan yang berbasis altruisme dan kooperasi tersebut? Tentu ini pertanyaan besar yang memerlukan jawaban dan terobosan kreatif dari para ekonom dan ahli hukum Indonesia.(7)(8)
Penulis akan coba berikan 3 contoh pendekatan ekonomi berbasis kooperasi dan altruisme yang mungkin ditempuh:
(a) Beberapa waktu lalu harian Kompas memuat headline berjudul "Bisnis aplikasi sedang tumbuh pesat: ekonomi berbagi tidak bisa dibendung" (28/3/2016). Artinya ekonomi yang muncul akibat penggunaan gawai dan berbagai apps tidak lagi sesuai dengan model bisnis ekonomi industrial. Konsep ekonomi berbagi (sharing economy) merupakan salah satu ciri dari ekonomi masa depan, dan hal ini perlu disambut gembira karena memberikan sebersit harapan akan ekonomi masyarakat yang tidak melulu bertumpu pada egoisme dan maksimalisasi utilitas. Di antara penerapan ekonomi berbagi tersebut, yang bisa disebut antara lain adalah crowdfunding dan crowdsourcing (13).
(b) Pola pendanaan mikro (microlending/microcredit) dengan pengawasan berkelompok seperti yang diterapkan oleh Grameen Bank, juga menunjukkan salah satu jalan alternatif ekonomi altruisme yang berakar pada kebutuhan riil masyarakat terutama di tingkat akarrumput. Keberhasilan metode pendanaan mikro di Bangladesh serta beberapa negara Asia lainnya tampaknya perlu dipelajari untuk diterapkan di negeri ini (11)(12)(16).
(c) Contoh lain adalah seorang sahabat penulis sedang berupaya merintis sebuah konsep baru yang disebut ekonomi Gotong Royong, bertolak dari keprihatinan akan kegagalan banyak koperasi sebagai badan usaha di berbagai tempat.
Dengan kata lain, kemajuan teknologi khususnya informatika dan komunikasi membuka peluang untuk menerobos kebuntuan penafsiran akan Pasal 33 tersebut, dan memungkinkan berbagai pendekatan baru untuk mewujudkan demokrasi ekonomi yang berwatak partisipatif dan emansipatif, seperti yang pernah dikemukakan oleh Prof. Sri-Edi Swasono (6). Beliau juga mengutip model pendekatan Jalan Ketiga yang diperkenalkan oleh Anthony Giddens. Pendekatan Jalan Ketiga ini telah mencetuskan berbagai perubahan dalam kebijakan publik di Eropa, khususnya di Inggris dalam masa Tony Blair (9)(10). Lihat juga (14).
Dengan kata lain, altruisme juga mesti diterapkan dalam kepemimpinan di berbagai bidang, baik sekuler maupun kepemimpinan religius.(2)

Penutup
Demikianlah kiranya kita mulai belajar menerapkan altruisme yang sejati dalam kehidupan berbangsa, khususnya dalam bidang ekonomi, alih-alih menelan mentah-mentah berbagai teori ekonomi kapitalistik yang menekankan egoisme dan keserakahan. Memang hal ini sulit, tapi itulah amanat Konstitusi bangsa Indonesia.
Sebagai penutup, izinkan saya mengutip I Timotius 6:17 untuk mengingatkan salah satu tugas sebagai orang Kristen:

"Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati."

Bagaimana pendapat Anda?

Versi 1.0: 24 april 2016, pk. 11:47, versi 1.1: 26 april 2016, pk. 12:27.

Catatan:
* Terimakasih kepada Prof. Liek Wilardjo yang memberikan definisi yang lebih tepat untuk altruisme.

Referensi:
(1) Karen Cunningham. Cooperation and altruism. Url: http://www.personal.kent.edu/~kcunning/conflict_theory/sample_paper_pdf.pdf
(2) Andrew Ma. Leadership Advance Online. Issue XVI, 2009. Url: http://www.regent.edu/acad/global/publications/lao/issue_16/LAO_IssXVI_Ma.pdf
(3) Jaroslav Flegr. Frozen evolution: A farewell to selfish gene. Prague: Charles University, 2008. Url: http://www.frozenevolution.com/about-jaroslav-flegr
(4) Richard Dawkins. The Selfish Gene. Oxford: Oxford University Press, 1976.
(5) Colin Grant. Altruism and Christian Ethics. Cambridge: Cambridge University Press, 2001.
(6) Sri-Edi Swasono. Pasal 33 UUD 1945 harus dipertahankan: jangan dirubah tapi boleh ditambah ayat. 2008. Url: https://materikuliahfhunibraw.files.wordpress.com/2008/12/sri-edi-swasono-asas-kekeluargaan.pdf
(7) Sulitnya merealisasikan Pasal 33 UUD 1945. Url: http://m.hukumonline.com/berita/baca/lt55505f23aac65/sulitnya-merealisasikan-pasal-33-uud-1945
(8) M. Lutfi Chakim. Url: http://www.lutfichakim.com/2011/12/analisis-penafsiran-pasal-33-uud-1945.html
(9) Philip Arestis & Malcolm Sawyer (eds.) The economics of the Third Way: Experiences from around the world. Cheltenham: Edward Elgar Publ. Ltd., 2001
(10) Ray Kiely. The clash of globalisations: Neo-Liberalism, the Third Way, and anti-globalisation. Leiden, Boston: Brill, 2005.
(11) Phil Smith & Eric Thurman. A billion bootstraps. McGraw-Hill Comp., 2007.
(12) Aminur Rahman. Women and microcredit in rural Bangladesh: anthropology study on the rhetoric and realities of Grameen Bank lending. Colorado: Westview Press, 1999.
(13) Kevin Lawton & Dan Marom. The Crowdfunding revolution: social networking meets venture financing. 2010, self published.
(14) Dawam Rahardjo. Ekonomi Pancasila dalam tinjauan Filsafat Ilmu. 2004. Url: https://matakuliah.files.wordpress.com/2007/09/ekonomi-pancasila-dalam-tinjauan-pilsafat-ilmu.pdf
(15) Fuad Aleskerov, Denis Bouyssou, Bernard Monjardet. Utility maximization, choice and preference. 2nd ed. Berlin: Springer, 2007.
(16) Alex Counts. Small loans, big dreams. New Jersey: John Wiley & Sons, Inc., 2008.
(17) Jaroslav Flegr. Biology Direct, 2013. Url: http://web.natur.cuni.cz/flegr/pdf/punctuated.pdf


Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013
Phone: (62) 812-30663059
***Papers and books can be found at:
http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
http://www.unesco.chair.network.uevora.pt/media/kunena/attachments/731/ChristologyReloaded_Aug2016.pdf
http://fs.gallup.unm.edu/APS-Abstracts/APS-Abstracts-list.htm
http://independent.academia.edu/VChristianto
Http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto/
Http://id.linkedin.com/pub/victor-christianto/b/115/167
http://www.amazon.com/Victor-Christianto/e/B00AZEDP4E
http://www.amazon.com/Jesus-Christ-Evangelism-Difficult-ebook/dp/B00AZDJCLA
Http://gospel.16mb.com
http://www.kenosis4mission.tk
http://www.twelvegates.tk

Komentar

Popular posts

Pembangunan Bait Suci ke-3

*Pembangunan Bait Suci ke-3. Antikristus dan Rapture di depan mata kita!*
Salah satu topik yang paling hangat dibicarakan berkaitan dengan Akhir Zaman ialah pembangunan Bait Suci ke-3 di Yerusalem.  Pembangunan Bait Suci ini merupakan salah satu nubuatan yang akan segera digenapi.  Namun, terdapat banyak kendala yang menghambat pembangunannya, sebut saja Lokasi persis bangunan Bait Suci ke-3, apakah tabut perjanjian sudah ditemukan, dan bagaimana perkakas-perkakas Bait itu.  Bagaimana sebenarnya  kisah dan kelanjutannya, berikut adalah penjelasannya.
Pada 7 Juni 1967, selang beberapa hari setelah Israel mengambilalih kekuasaan atas Yerusalem, Moshe Dayan selaku Menteri Pertahanan Israel kala itu datang untuk pertama kalinya berdoa di Tembok Barat dari Bukit Bait Suci, dan ia menyatakan: "Kami telah mengembalikan tempat Maha Kudus kami dan kami tidak akan pernah meninggalkannya kembali". Shlomo Gorn, Rabbi kepala dari tentara Israel kemudian meniup "shofar" sebagai sy…

What God promised to tell me to do as the Elijah for the End of Times.

What God promised to tell me to do as the Elijah for the End of Times.

*And now He fulfill His promise, because this is the end of Times.

Note: Believe it or not, this article was written very carefully under guidance of Holy Spirit, because I do not know the meaning and unprepared to become a prophet of God. But thanks God, He is full of mercy.

Beginning
God call me in Oct. 2009 as His prophet in order to prepare so many people in His body of churches and nations for the End of Times. Before that, God asked me three times: "Do you love Me? Then shepherd My lambs." And I replied, "Yes, God. You know that I love You." At the time, I remembered that classic conversation between Jesus and Peter in John chapter 21. I tried to see how the relation of Jesus's question to Peter and God's question to me, but it is mystery.
Initially, I was so enthusiastic with this unexpected job from God to become His prophet, and at the time, a part of me said that it is a very …

10 changes Jesus will bring

By Tim McHyde
my FREE article on the exciting Millennium changes...Big Changes When Jesus Returns - Including Pets Gone Vegetarian Since my last email to you, my world has frankly been turned upside down. Our autistic firstborn Zachary, 23, had to be taken to the ER due to not breathing well after some vomiting and fever. Rather than it being a mere flu, he had pneumonia and sepsis. This has landed him in the ICU where he is on a breathing tube and IV antibiotics. He literally almost died and the doctors are still not happy with his labs a week later (very low thrombocytes). I would appreciate your prayers for him. You can read the details, updates and answers to FAQs on this post for him. Thank you.

In extreme trials like this, I find it essential to deal with all lies and other negative thoughts (fear, worry, guilt, etc.) by rebuking them with positive truth from Scripture and reminding yourself of God's past good to you. As well, I find it comforting to remember that …