Kamis, 06 Juli 2017

Rachaph

Rachaph

Teks: Kej. 1:2
"Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air."

Shalom, selamat siang saudaraku. Tahun lalu penulis berkesempatan mengikuti sebuah seminar yang sangat bagus bertajuk: "Pentecostal Lectureship: Roh Allah dalam Perjanjian Lama." Pembicaranya juga sangat berbobot, di antaranya adalah Dr. Wonsuk Ma dari OCMS, Oxford dan juga Pdt. Silwanus Gabriel.
Berikut ini adalah petikan pemaparan pak Silwanus:

Peranan Ruah (2)
"Kata ruah dalam PL memiliki makna yang cukup luas. Arti kata dan peran ruah dalam kitab Yesaya diringkas dengan baik dalam buku karya Wonsuk Ma.(1)
Karya ruah dalam Pentateukh pertama kali tercatat dalam penciptaan (Kej. 1:1-3). Ruah melayang-layang (rachaph) di atas air, dan sesudah itu barulah disebutkan "Allah berfirman." Dan sampai akhir kisah penciptaan, peran roh dalam kisah penciptaan tidak disebutkan.
Terhadap ayat ke-2 ini, Skinner memberikan penjelasan tentang siapa ruah itu. Menurutnya ruah adalah sebuah "principle of life and order." Pendapat ini dapat dipahami karena di ayat yang sama digambarkan tentang kekacauan sebelum penciptaan, namun Skinner tidak menyebutkan apa peranannya.
Pendapat Moberly berbeda, menurutnya disebutkannya ruah di ayat itu menandakan kehadiran Allah dalam dunia yang kacau. Sekali lagi peran ruah secara spesifik tidak disebutkan, karena dia tidak membedakan antara ruah dengan elohim.
Beberapa ahli mencoba memahami perannya dengan mempelajari kata kerja rachaph (melayang-layang). Karena kata kerja ini hanya muncul tiga kali di seluruh PL oleh sebab itu sulit untuk menentukan artinya berdasarkan penggunaannya. Paling jauh para ahli berpendapat bahwa kata kerja ini berarti "mengerami," mirip seperti indul ayam yang mengerami telurnya. Pendapat ini (menurut pak Silwanus) mungkin kurang tepat, karena penciptaan tidak dihasilkan oleh kegiatan ruah yang melayang-layang itu, melainkan oleh Firman Allah.
Yang dapat dipastikan dari ayat itu adalah kehadiran ruah dalam penciptaan, dan "ketidak-terlibatan ruah" dalam penciptaan. Peran ruah dalam penciptaan tetap menjadi misteri. Oleh sebab itu pendapat Eichrodt menjadi pilihan paling tepat untuk memahami ruah: mysterious nearness and activity of the divine. Keberadaannya pada saat itu menunjukkan bahwa sejak semula ruah berperan aktif dalam kehidupan manusia, meskipun kita tidak mengetahui apa yang dilakukannya."

Penafsiran lain tentang makna rachaph
Tentunya pdt. Silwanus boleh-boleh saja berpendapat seperti dikutip di atas, namun ada beberapa orang hamba Tuhan yang berpendapat berbeda mengenai makna melayang-layang tersebut:
1. Dr. Paul Yonggi Cho: mengatakan bahwa kata rachaph memang bermakna mengerami.
2. Pdt. Dr. Erastus Sabdono: juga mengatakan hal yang sama tentang makna asli kata melayang-layang.
Pendapat penulis adalah bahwa pandangan pdt. Silwanus agak menekankan peran Memra atau Logos atau Davar dalam penciptaan, namun kurang trinitarian - jika boleh meminjam istilah teolog kontemporer. Lihat misalnya Moltmann (4).
Peran Trinitas dalam penciptaan memperoleh perhatian khusus di kalangan para teolog kontemporer, dengan demikian kiranya kurang tepat jika beranggapan bahwa Ruah JHWH tidak terlibat dalam penciptaan. Lihat juga (5).

Implikasi tentang makna rachaph
(a) doa syafaat:
Pdt. Yonggi Cho dalam buku larisnya berjudul Dimensi Keempat, menganjurkan agar umat percaya sungguh-sungguh bersyafaat secara terus-menerus untuk "mengerami" apa yang ingin dipanjatkan.(3) Namun, benarkah jika kita terus mengerami doa-doa kita, maka Tuhan pasti akan mengabulkannya? Tentu ini menjadi pertanyaan tersendiri.
(b) memelihara ketertiban:
Peran ruah yang melayang-layang di atas samudera yang kacau, kiranya juga menjadi panggilan kita sebagai umat percaya untuk terus berharap akan pimpinan dan peran serta Roh Kudus untuk memulihkan begitu banyak kekacauan di bumi ini.
(c) kepemimpinan berbasis ruah:
Akhirnya, para pemimpin baik di lingkungan gerejawi maupun pemerintahan perlu terus-menerus bertindak aktif memulihkan ketertiban, bukannya ikut memperkeruh suasana atau menciptakan kekacauan. Untuk itu, diperlukan para pemimpin yang matang tidak saja dalam pengambilan keputusan, namun juga yang melibatkan pimpinan ruah (Roh Kudus). Ringkasnya, diperlukan para pemimpin berbasis ruah dalam mengelola dunia ini.

Penutup
Sebagai penutup tulisan ini, mari kita simak dua ayat tentang bagaimana Roh Tuhan memimpin Yusuf dan Daud:

Lalu berkatalah Firaun kepada para pegawainya: "Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?" (Kej. 41:38)

"Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama." (I samuel 16:13)

Demikian pula, nabi Yesaya menubuatkan bahwa Mesias yang akan datang akan memiliki penyertaan Roh Tuhan secara permanen:

Yesaya 11:2
"Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN;"

Bagaimana pendapat Anda?

Versi 1.0: 23 juni 2017, pk. 11:29
VC

Referensi:
(1) Wonsuk Ma. Until the Spirit comes: the Spirit of God in the book of Isaiah. A&C Black, 1999. Url: https://www.ebooknetworking.net/books_detail-0567136256.html
(2) Silwanus Gabriel, Roh sebagai hikmat dalam Amsal. Pentecostal Lectureship, 2016
(3) Paul Yonggi Cho. The Fourth Dimension: Discovering a new world of answered prayer. Url: http://self-help-ebook.net/15654-the-fourth-dimension-discovering-a-new-world-of.html
(4) Jurgen Moltmann. God in creation. London: SCM press Ltd., 1985
(5) Jiri Moskala. The Holy Spirit in the Hebrew Scriptures. JATS 23(2), 2013, url: http://www.atsjats.org/publication/view/537


Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013, Line: @ThirdElijah, IG: @ThirdElijah
***Papers and books can be found at:
http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
http://www.unesco.chair.network.uevora.pt/media/kunena/attachments/731/ChristologyReloaded_Aug2016.pdf
http://fs.gallup.unm.edu/APS-Abstracts/APS-Abstracts-list.htm
http://independent.academia.edu/VChristianto
Http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto/
Http://id.linkedin.com/pub/victor-christianto/b/115/167
http://www.amazon.com/Victor-Christianto/e/B00AZEDP4E
http://www.amazon.com/Jesus-Christ-Evangelism-Difficult-ebook/dp/B00AZDJCLA
http://www.kenosis4mission.tk
http://www.twelvegates.tk
http://www.mdpi.com/journal/mathematics/special_issues/Beyond_Quantum_Physics_Computation

Tidak ada komentar:

Posting Komentar