Langsung ke konten utama

Makna lima roti dan dua ekor ikan

Makna lima roti dan dua ekor ikan

(The meaning of five loaves of bread and two fishes.)

catatan: artikel ini dipersiapkan dalam rangka ikut memperingati 500 tahun Gerakan Reformasi Gereja yang dipelopori oleh Martin Luther, tgl. 31 oktober 1517.

Teks: Mat. 14:14-20
14 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.
15 Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa."
16 Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan."
17 Jawab mereka: "Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan."
18 Yesus berkata: "Bawalah ke mari kepada-Ku."
19 Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak.
20 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh.

Shalom, saudara-saudariku yang terkasih dalam Tuhan Yesus. Tentu kita semua pernah mendengar kisah yang sangat terkenal ini tentang mukjizat yang Yesus lakukan yakni memberi makan lima ribu orang lebih, Matius 14:14-20. Begitu seringnya kita mendengar kisah ini, sampai kita merasa sudah tahu semuanya. Tidak perlu belajar apa-apa lagi.
Demikian juga dengan saya, merasa cukup memahami kisah ini.
Namun, beberapa hari lalu, ketika merenungkan kisah ini, puji syukur, Roh Kudus memberikan saya pengertian baru tentang makna kisah ini, khususnya penerapannya dalam kehidupan kita sekarang. Inilah yang ingin saya bagikan dalam artikel singkat ini.

Makna lima roti dan dua ekor ikan
Kita sering menyangka bahwa kisah mukjizat ini hanya terjadi sekali di masa lampau, dan tidak bermakna apa-apa bagi kehidupan kita di abad ke-21 ini. Itu tidak benar.
Roh Kudus menyingkapkan kepada saya, bahwa kisah ini berisi pengajaran tentang bagaimana kita dapat berjalan dengan iman dan melayani Tuhan dengan prinsip-prinsip Kerajaan Allah.
Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat kita pelajari:
1. "belas kasihan"- dalam melayani, kita mesti mulai dengan memiliki hati seperti Yesus. Ia begitu peduli dan berbelaskasihan kepada orang banyak.
2. Sebagai murid, seringkali kita tidak peduli dengan kebutuhan orang lain. "Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa."
3. Namun, apa jawab Yesus? - "kamu harus memberi mereka makan." Artinya, Tuhan ingin kita mau peduli akan kebutuhan orang-orang yang kita layani.
4. sebagai murid, kita mesti belajar jujur dengan apa yang ada pada kita, kejujuran adalah awal dari pelayanan yang bermakna. - "Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan."
5. Ternyata Tuhan tidak mempermasalahkan keterbatasan kita, asalkan kita mau datang kepada-Nya dengan kejujuran. Tuhan menerima persembahan terkecil bahkan dua peser uang dari seorang janda. Tuhan melihat hati, bukan melihat keterbatasan kita. Inilah jawab Yesus: "Bawalah ke mari kepada-Ku."
6. Lalu selanjutnya biarkan Tuhan berkarya dengan bebas. Janganlah kita membatasi kuasa Tuhan dengan iman kita yang kerdil.
7. Tugas kita hanyalah taat akan perintah-Nya. Jika Tuhan ingin kita membagi-bagikan kepada orang banyak, ya ikuti saja. Meski jalan pikiran kita mengatakan bahwa mustahil lima roti dan dua ikan akan cukup untuk 5000 orang, ya lakukan saja. Yesus "memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak."

Penutup
Kiranya kita belajar sesuatu bagaimana kita dapat melayani banyak orang dengan cara Kerajaan Sorgawi, baik sebagai pribadi, sebagai keluarga, maupun sebagai gereja.
Kita mesti mulai dengan memeriksa apa yang ada pada kita, lalu membawanya ke kaki Yesus. Selanjutnya biarkan Dia memakai talenta kita seturut kehendak-Nya.
Itulah makna kata "huparcho," lihat Lukas 8:3. Meski terjemahan LAI untuk ayat ini bunyinya: "dengan kekayaan mereka," sesungguhnya makna kata aslinya adalah: "mereka melayani Dia dengan apa yang ada pada mereka."
Penerapan:
a. Sebagai pribadi, misalnya kita tidak memiliki banyak hal. Tapi kita punya sedikit talenta bermusik atau bernyanyi. Serahkanlah itu kepada Tuhan, bawalah itu ke kaki Yesus. Berdoalah: "Tuhan, saya ingin melayani-Mu. Tapi saya tidak punya banyak hal, hanya sedikit talenta bermusik dan menyanyi. Kuserahkan talenta ini kepada-Mu, pakailah hamba-Mu sesuai dengan rencana-Mu." Maka Tuhan akan menggunakan Anda secara luarbiasa.
b. sebagai keluarga atau gereja, mungkin Anda melihat bahwa tidak banyak yang Anda miliki. Namun periksalah juga, apa saja yang ada padamu. Lalu bawalah "lima roti dan dua ikan"-mu itu ke kaki Tuhan Yesus, serahkanlah itu kepada Tuhan agar Dia menggunakannya sekehendaknya. Maka Anda akan melihat pelayanan Anda menjadi berkat bagi banyak orang, jauh melampaui yang dapat Anda bayangkan.

Kalimat kunci: Tuhan tidak melihat keterbatasan Anda. Cukup bawalah apa yang Anda miliki ke kaki Yesus, dan biarkan Tuhan berkarya jauh melampaui keterbatasan Anda.

Ayat penutup: Lukas 1:37
"Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."

Versi 1.0: 29 oktober 2017, pk, 16:58
Versi 1.1: 30 oktober 2017, pk. 9:59
VC
Dari hamba yang tidak berguna.




Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013, Line: @ThirdElijah, IG: @ThirdElijah
***books: http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
http://nulisbuku.com/books/view_book/9694/sastra-harjendra-ajaran-luhur-dari-tuhan-a5
http://www.unesco.chair.network.uevora.pt/media/kunena/attachments/731/ChristologyReloaded_Aug2016.pdf
http://fs.gallup.unm.edu/APS-Abstracts/APS-Abstracts-list.htm
http://independent.academia.edu/VChristianto
Http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto/
http://www.amazon.com/Victor-Christianto/e/B00AZEDP4E
http://nulisbuku.com/books/view_book/9661/teologi-yesus-sobat-kita-10-artikel-dialog-antara-teologi-dan-sains
http://nulisbuku.com/books/view_book/9693/jalan-yang-lurus-manual-anak-anak-terang-a5
http://www.mdpi.com/journal/mathematics/special_issues/Beyond_Quantum_Physics_Computation

Komentar

Popular posts

Pembangunan Bait Suci ke-3

*Pembangunan Bait Suci ke-3. Antikristus dan Rapture di depan mata kita!*
Salah satu topik yang paling hangat dibicarakan berkaitan dengan Akhir Zaman ialah pembangunan Bait Suci ke-3 di Yerusalem.  Pembangunan Bait Suci ini merupakan salah satu nubuatan yang akan segera digenapi.  Namun, terdapat banyak kendala yang menghambat pembangunannya, sebut saja Lokasi persis bangunan Bait Suci ke-3, apakah tabut perjanjian sudah ditemukan, dan bagaimana perkakas-perkakas Bait itu.  Bagaimana sebenarnya  kisah dan kelanjutannya, berikut adalah penjelasannya.
Pada 7 Juni 1967, selang beberapa hari setelah Israel mengambilalih kekuasaan atas Yerusalem, Moshe Dayan selaku Menteri Pertahanan Israel kala itu datang untuk pertama kalinya berdoa di Tembok Barat dari Bukit Bait Suci, dan ia menyatakan: "Kami telah mengembalikan tempat Maha Kudus kami dan kami tidak akan pernah meninggalkannya kembali". Shlomo Gorn, Rabbi kepala dari tentara Israel kemudian meniup "shofar" sebagai sy…

What God promised to tell me to do as the Elijah for the End of Times.

What God promised to tell me to do as the Elijah for the End of Times.

*And now He fulfill His promise, because this is the end of Times.

Note: Believe it or not, this article was written very carefully under guidance of Holy Spirit, because I do not know the meaning and unprepared to become a prophet of God. But thanks God, He is full of mercy.

Beginning
God call me in Oct. 2009 as His prophet in order to prepare so many people in His body of churches and nations for the End of Times. Before that, God asked me three times: "Do you love Me? Then shepherd My lambs." And I replied, "Yes, God. You know that I love You." At the time, I remembered that classic conversation between Jesus and Peter in John chapter 21. I tried to see how the relation of Jesus's question to Peter and God's question to me, but it is mystery.
Initially, I was so enthusiastic with this unexpected job from God to become His prophet, and at the time, a part of me said that it is a very …

10 changes Jesus will bring

By Tim McHyde
my FREE article on the exciting Millennium changes...Big Changes When Jesus Returns - Including Pets Gone Vegetarian Since my last email to you, my world has frankly been turned upside down. Our autistic firstborn Zachary, 23, had to be taken to the ER due to not breathing well after some vomiting and fever. Rather than it being a mere flu, he had pneumonia and sepsis. This has landed him in the ICU where he is on a breathing tube and IV antibiotics. He literally almost died and the doctors are still not happy with his labs a week later (very low thrombocytes). I would appreciate your prayers for him. You can read the details, updates and answers to FAQs on this post for him. Thank you.

In extreme trials like this, I find it essential to deal with all lies and other negative thoughts (fear, worry, guilt, etc.) by rebuking them with positive truth from Scripture and reminding yourself of God's past good to you. As well, I find it comforting to remember that …