Kamis, 14 Desember 2017

Doktrin salah tentang keselamatan


*DOKTRIN SALAH TENTANG KESELAMATAN DALAM ISA ALMASIH*

Saudara-saudaraku yang terkasih,
Dalam beberapa hari sejak isu Jerusalem sebagai Ibukota Israel, banyak pertanyaan mengenai benar tidaknya orang beragama Kristen itu otomatis diajak Isa Almasih / Yesus Kristus untuk naik ke Surga pada saat kedatangan-NYA yang tidak lama lagi ini, gara-gara Donald Trump menabuh Lonceng Akhir Zaman ?

Pertanyaan ini disampaikan terutama oleh saudara-saudaraku  yang berkecimpung di tugas negara (Intelkam) sejak puluhan tahun. Karena beliau-beliau ini bertanggungjawab terhadap nusa bangsa & keluarganya.

Sejatinya Isa Almasih / Yesus Kristus datang ke dunia 2.000 tahun silam itu tidak untuk mendirikan agama (Kristen). Beliau datang sebagai Kalimatullah / Firman ALLAH yang turun ke Bumi dalam rupa manusia ( yang suci, sehingga dipilihnya seorang gadis bernama Maria / Maryam yang belum tersentuh laki-laki, karena di dalam rahimnya akan dibuahi oleh Rohulkudus ).

Didalam tugasnya di Bumi yang dimulai saat usianya 30 tahun (usia 33 tahun  kembali naik ke Surga dengan disaksikan lebih dari 500 orang), Isa Almasih / Yesus Kristus mengembankan tugas mulia dari ALLAH SWT untuk mendeklarasikan  *Undang-Undang / Hukum / Peraturan / Etika / Ajaran dari Kerajaan ALLAH* kepada seluruh dunia dan tentu saja juga buat bangsa Israel.

Namun itu semua direspon negatif oleh para pemimpin agama / kaum rohaniawan Israel pada saat itu. Sebab mereka tidak mampu untuk melaksanakan *ketentuan Kerajaan ALLAH* yang diajarkan oleh Isa / Yesus. Mereka lebih *senang mengajarkan / mengkotbahkan / menyuruh orang lain untuk melakukannya*, tapi tidak untuk dirinya sendiri.
Makanya Yesus / Isa itu sering menegur mereka agar segera bertobat dari kemunafikan hidup dan segeralah *lahir baru* ( hidup suci tidak lagi berbuat dosa ).
Sehingga karena itulah, para rohaniawan Yahudi itu sangat memusuhi Jesus / Isa. Bahkan di minggu-minggu terakhir menjelang kematian-NYA, para imam-imam, kaum Farisi & ahli Kitab Taurat itu getol ingin merajam & membunuh-NYA. Hingga terjadilah kelak pada suatu malam saat Yesus / Isa sedang sembahyang dikepung & ditangkap oleh mereka dengan dibantu serdadu-serdadu dari Romawi.

Bumi ini memang benar-benar antiklimaks. Isa / Yesus itu mengajarkan cinta kasih baik kepada ALLAH maupun kepada sesama manusia. Serta bagaimana caranya agar bisa masuk ke dalam Surga. Namun justru karena itu malah dimusuhi. Dan sebaliknya, pimpinan Romawi, sang penjajah yang bengis & kejam malah dihormati & ditakuti oleh para rohaniwan itu.

Para pemuka agama itu sangat tersinggung dengan kehadiran Yesus / Isa. Sebab apa yang mereka ajarkan banyak dimentahkan oleh Yesus / Isa, karena mereka *mengajarkan hidup nyaman tanpa harus mematikan MESIN PEMBUAT DOSA*.
Mereka juga iri hati karena Yesus / Isa bisa menyembuhkan orang sakit, orang gila & membangkitkan orang mati.

Sedangkan kaum agamis pada waktu itu sedang getol-getolnya cari popularitas & kekayaan ( Mamon ) agar bisa duduk terhormat dengan Sang Penjajah (Romawi).

Kebalikannya, *Yesus / Isa menitik-beratkan : bagaimana caranya hidup bergaul dengan ALLAH*. Yaitu dengan cara hidup kudus tanpa cacat cela. Dan itu dimungkinkan bila mereka mau mengikuti petunjuk yang DIA ajarkan. Dan Yesus / Isa pun berjanji bila DIA harus kembali ke Surga, maka DIA akan *mengutus Rohulkudus sebagai pengganti-NYA di Bumi, untuk mengajar, membimbing & menolong mereka yang berkomitmen mau meninggalkan kehidupan duniawi* menjadi hidup yang dipimpin oleh Kerajaan ALLAH seperti contoh di bawah ini :

Markus 8:34 (BSD)  Setelah itu, Yesus memanggil orang banyak yang ada di situ dan juga pengikut-pengikut-Nya, lalu Ia berkata kepada mereka, *"Siapa saja yang mau mengikut Aku, Ia harus berhenti memikirkan diri sendiri, Ia harus mau menderita seperti Aku* dan mengikut Aku.

*Menderita* di sini artinya, harus siap *menyangkal diri terhadap*  keinginan-keinginan duniawinya.  *Goal* hidupnya haruslah tentang *kekekalan/keabadian*. Sehingga *misi* hidupnya adalah *bagaimana caranya agar tidak berbuat dosa*. Dan Yesus / Isa sudah *memberi kuasa* untuk mengusir / *melawan* kekuatan Iblis & setan-setan pengikutnya yang turun ke dalam hidup kita dengan menyamar melalui *perasaan Iblis*  seperti sombong, iri, tamak, serakah, jengkel, marah, geram, cabul, dendam, minder, cemas, kuatir, takut, dengki, putus asa, curiga, dsb.

*Jadi tidaklah benar bila menjadi pengikut Isa Almasih / Yesus Kristus itu boleh seenaknya melakukan kejahatan, berzinah* (masih membayangkan di pikiran saja sudah disebut berdosa oleh Yesus / Isa), *hidup hedonis, mengumbar nafsu duniawi, berlaku munafik & berpolitik kepada sesamanya*. Sama sekali itu tidak dibenarkan.

Lalu apa artinya ayat di bawah ini ?

2 Korintus 5:21 (TB)  Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya *dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah*.

Artinya, bila kita mengasihi Yesus / Isa, yaitu *dengan melakukan kehendak ALLAH yang diajarkan-NYA maka hal itu dikatakan kita bersatu dengan Yesus / Isa di dalam kebenaran hidup*, yang tentu saja kita otomatis berubah menjadi orang-orang Kudus-NYA.

Dalam versi terjemahan dikatakan :

2 Korintus 5:21 (BSD)  Kristus tidak berbuat dosa, tetapi demi kepentingan kita, Allah membuat Dia menanggung dosa kita. Allah melakukan itu supaya kalau kita  *'bersatu dengan Kristus'*,  kita dapat  *'dijadikan sahabat Allah'*  lagi.

Semoga pembaca yang budiman bisa mengambil inti sari ajaran Isa Almasih / Yesus Kristus di atas. 

GOD Bless You.


* trimakasih buat Pdt. Yacob


Dikirim dari ponsel cerdas Samsung Galaxy saya.

Minggu, 10 Desember 2017

KEMENANGAN TRUMP DIKIRIMKAN DARI SURGA


*KEMENANGAN TRUMP DIKIRIMKAN DARI SURGA UNTUK MEMULAI PROSES MESSIANIK, KATA RABBI YAHUDI*

https://harituhan.wordpress.com/2016/11/18/kemenangan-trump-dikirimkan-dari-surga-untuk-memulai-proses-messianik-kata-rabbi-yahudi/


_November 18, 2016_ - Kemenangan Donald Trump yang tidak diduga-duga terhadap Hillary Clinton dalam pemilihan presiden AS, yang sangat diunggulkan dalam seluruh polling sebelum pemilu, kelihatannya tidak masuk akal dan berlawanan dengan hukum alam dan pola pikir logis. Namun beberapa rabbi Yahudi mempunyai penjelasan yang sangat sederhana: Itu kehendak Elohim.

Rabbi Yosef Berger, rabbi pengawas tempat peristirahatan terakhir Raja Daud di Gunung Zion, sangat mengenal faktor spiritual kepemimpinan. Baginya sangat jelas apa yang membalikkan keadaan sehingga situasi berubah menjadi menguntungkan bagi calon Partai Republik yang tidak diunggulkan ini.

"Aku sudah tahu berbulan-bulan lamanya bahwa Donald Trump akan memenangkan pemilu," kata Rabbi Berger. "Gematria (numerologi) nama Donald Trump adalah "Moshiach" (Messias). Dia berhubungan dengan proses Messianis yang sekarang ini sedang terjadi. Pada waktu dia berjanji untuk memindahkan Kedutaan Besar Amerika ke Yerusalem, dia menghubungkan dirinya dengan "kuasa" Moshiach, yang memberikan kepadanya dorongan yang dia butuhkan. Jika Anda berpisah dari Yerusalem, malapetaka akan mengikuti."

Ketika membicarakan gematria (numerologi) Ibrani, nampak jelas bahwa Trump memiliki sisi spiritual. Rabbi Berger menunjukkan gematria untuk Donald Trump dalam Ibrani (דונלד טראמפ) adalah 424, yang sama dengan gematria "Messias untuk Keluarga Daud" (משיח בן דוד). Ben Ish Chai, seorang ahli hukum Yahudi yang menguasai kabbalistik yang hidup di Baghdad 150 tahun lalu, menafsirkan angka 212 sebagai waktu kesusahan bagi Israel sebelum Pembebasan Terakhir. Gematria Trump dua kali lipatnya, menunjukkan proses Messianis yang sedang berlangsung.

Rabbi Berger sangat jelas bagaimana pemilu AS ini sesuai dalam proses Messias, "Sebagai keturunan spiritual bangsa Edom yang ada di Alkitab, Amerika punya peranan sangat penting dalam proses Messias. Tapi supaya "sesuai untuk peranan" tersebut, Amerika harus rendah hati," kata Rabbi Berger.

"Dalam rangka mendirikan Kerajaan-Nya, Elohim harus menciptakan kebingungan, situasi dimana rencana-rencana terbaik yang dijalankan orang-orang paling berkuasa di bumi, menjadi sia-sia."

Rabbi mengutip amsal yang sangat terkenal,

*Amsal 16:9 (ILT) Hati manusia merancangkan jalannya, tetapi YAHWEH menetapkan langkahnya.*

"Orang luar ini, yang bahkan ditolak partainya sendiri, dicemooh media, bisa menang meskipun bertentangan dengan prediksi-prediksi para ahli," kata Rabbi Berger.

Rabbi Hillel Weiss, juru bicara Sanhedrin, juga melihat kepentingan Elohim atas Israel sebagai bagian dari pemilu. Dia mengatakan bahwa bagian kemenangan Trump, adalah sebagai reaksi terhadap kebijakan-kebijakan Presiden Barack Obama terhadap Israel.

"Presiden Obama menjadikan dirinya sangat jelas berpihak kepada Hillary. Jelas bahwa Hashem (Elohim) ambil bagian dalam proses politik ini, memakainya untuk mengganjar Presiden Obama dan mereka-mereka yang berusaha mencelakai Israel," kata Rabbi Weiss.

"Dengan mengijinkan Iran menjalankan program nuklir yang jelas-jelas bukan untuk tujuan damai, dengan berdiri berseberangan dengan Israel dan mengijinkan PBB membuat resolusi-resolusi untuk mencelakai Israel, Obama menjadikan dirinya  musuh Israel."

"Seluruh pakar dan media, yang menciptakan dunia mereka sendiri dengan kata-kata yang busuk, mereka berusaha menentang Trump," tambah Rabbi Weiss. "Mereka berusaha menciptakan situasi dan kondisi yang membuat Trump tidak bisa menang. Pada akhirnya, itu gagal. Hashem membawa kita kepada Yerusalem yang lebih besar, dan siapa pun yang menentangnya, ditakdirkan untuk gagal."

Kemenangan tipis Donald Trump ditambah fakta bahwa di sepanjang kampanye yang berlangsung panas, Hillary Clinton secara konsisten selalu unggul dalam polling-polling sebelum pemilu, menjadikan kemenangan Trump semakin mencengangkan.

Pada satu titik, Hillary Clinton unggul memimpin dengan dua digit mencapai 17 poin. Polling CNN bulan Juni memprediksi Hillary akan menang banyak mencapai 24 persen. Bahkan, hingga sehari sebelum pemilu, polling-polling utama memberikan kandidat Demokrat ini selisih 5 persen. Meskipun Trump menang dalam badan pemilu presiden dengan margin lebar (279 dibanding Hillary 218), voting populer menunjukkan cerita berbeda, dimana Hillary sebenarnya menang satu persen.

Dalam pemilu sepenting ini, marginnya sangat tipis. Dengan masa depan dunia superpower dalam keseimbangan, sangat jelas bahwa kemenangan yang sudah di depan mata itu melayang di hadapan para elite politik konvensional, prediksi-perdiksi media, dan harapan dari para pemimpin dunia internasional, tidak termasuk banyak orang Amerika sendiri, dan ini sepenuhnya karena faktor "luar."

Kekalahan Hillary Clinton yang sangat menyakitkan ini tergambar dari apa yang dilaporkan wartawan R. Emmet Tyrrell Jr. untuk kantor berita The American Spectator:

_*Sumber-sumber mengatakan kepada The American Spectator bahwa pada Selasa malam, sesudah Hillary menyadari bahwa dia telah kalah, dia mengamuk. Perwira-perwira Secret Service mengatakan kepada setidaknya satu sumber bahwa dia mulai berteriak-teriak, mengumpat kata-kata kotor dan menghancurkan perabot. Dia mengambil barang-barang dan melemparkannya kepada para pelayan dan staff. Dia mengamuk tanpa terkendali. Para pembantunya tidak mengijinkan dia muncul ke hadapan publik. Perlu waktu berjam-jam untuk menenangkan dia.*_

Menurut pembawa acara talkshow radio Todd Kincannon, seorang reporter CNN menyaksikan insiden ini, tapi dilarang untuk melaporkannya. Dia membagikan sebagian detail-detailnya ke media sosial:

_*Reporter CNN mengatakan kepadaku bahwa Hillary menjadi bengis secara fisik kepada Robby Mook dan John Podesta kira-kira tengah malam; dan perlu segera dikendalikan…*_

_*Dia berada dalam kondisi "mengamuk seperti orang psikotik (gila)" menurut rekan reporterku. Dokter menambahkan obat penenang kepadanya…*_

Ini menjawab kebingungan publik tentang mengapa mantan Sekretaris Negara Hillary Clinton meninggalkan seluruh pendukungnya menyusul kekalahannya pada pemilu presiden minggu lalu.

*Gematria Presiden Barack Hussein Obama*

Gematria adalah suatu metode untuk menempatkan suatu nilai numerik terhadap setiap huruf-huruf Ibrani. Para rabbi mengajarkan bahwa menghitung Gematria dari nama-nama Ibrani dan kata-kata Ibrani, dapat mengungkap lapisan-lapisan arti yang tersembunyi dengan cara menghubungkan kata-kata dan frase-frase kata yang punya jumlah angka yang sama.

Sekilas tentang apa yang dikatakan para numerolog Yahudi mengenai Presiden Barack Obama mengungkapkan kebenaran-kebenaran yang tidak menyenangkan, yang mengkonfirmasi apa yang sudah diperbuatnya selama ini.

Ahli Torah Joel Gallis dan Dr. Robert Wolf, yang mengajar Alkitab selama hampir dua dekade, adalah dua orang ahli dalam membuat hubungan-hubungan melalui numerologi Gematria.

Gallis dan Wolf menyatakan bahwa Obama ditakdirkan untuk memimpin, karena Gematria dari nama lengkapnya, Barack Hussein Obama (בּרק חוסיין אובּאמה), adalah 501, sama dengan Gematria dari kata ראש (kepala, atau pemimpin). Menjadi seperti apa sifat kepemimpinannya terungkap melalui perhitungan lainnya: periode jabatan pertama Obama adalah sebagai presiden ke-44 dari Amerika Serikat, dan kata ke-44 di dalam Torah adalah ולחשׁך (dan kepada kegelapan).

_*Kejadian 1:5 Dan kepada terang Elohim menyebutnya siang, dan kepada kegelapan Dia menyebutnya malam… (ILT)*_

Meskipun Obama menyebut dirinya sebagai orang Kristen, seperti agama ibunya, numerologi nama Obama justru menunjukkan hubungan Obama dengan Islam, agama yang dipeluk oleh ayah adopsinya, Soetoro, waktu hidup di Jakarta Indonesia dan agama ayah biologisnya, orang Kenya. Gematria dari nama lengkap Barack Hussein Obama sama dengan Gematria dari kata  יִּשְׁמְעֵאלִּים (orang Ishmael), yang dianggap oleh kebanyakan ahli Alkitab sebagai mewakili bangsa-bangsa Arab dan dunia Islam. Gematria dari Barack Obama, tanpa nama tengahnya (בּרק אובּאמה), adalah 357, sama nilainya dengan קוראן (Quran), kitab suci orang Ishmael.

Gallis dan Wolf juga menemukan petunjuk mengenai posisi Obama di dalam proses Messianik. Di Gunung Sinai, Musa menubuatkan tentang apa yang akan terjadi kepada bangsa Israel pada Hari-hari Terakhir.

_*Ulangan 31:29 (ILT) Sebab aku tahu bahwa sesudah aku mati, kamu akan benar-benar merusak dirimu dan menyimpang dari jalan yang telah aku perintahkan kepadamu. Dan malapetaka akan menimpa kamu di kemudian hari karena kamu telah berbuat jahat di mata YAHWEH, sehingga membuat Dia murka dengan perbuatan tanganmu."*_

Musa menubuatkan bahwa malapetaka akan menimpa Israel sebagai akibat perbuatan-perbuatan mereka sendiri (במעֲשֵה יְַדֵיכֶם). Gematria dari במעֲשֵה יְַדֵיכֶם adalah 501, sama dengan Barack Hussein Obama, yang terpilih selama dua periode oleh lebih dari 70% orang Yahudi di Amerika, meskipun keputusan-keputusan politiknya yang anti-Israel dan anti-Kristus.

Dalam ayat tersebut Musa menggunakan kata וְקָרָאת (dan itu akan terjadi). Satu-satunya tempat lain dimana bentuk kata ini digunakan di seluruh Torah adalah ketika seorang malaikat memberitahu Hagar bahwa dia sedang mengandung, dan bahwa dia harus menyebut nama anaknya Ishmael (Kejadian 16:11). Malaikat itu menubuatkan masa depan Ishmael:

_*Kejadian 16:12 Dan dia akan menjadi manusia keledai liar, tangannya melawan setiap orang dan tangan setiap orang melawan dia; dan dia akan tinggal berhadap-hadapan dengan semua saudaranya." (ILT)*_

Meskipun Obama selalu menyerukan perdamaian, dan dia memenangkan hadiah Nobel Perdamaian tahun 2009, Obama menggenapi nubuatan mengenai pengaruh Ishmael di dunia ini melalui peranan penghancurannya, seperti yang dikatakan oleh Musa mengenai Akhir Zaman. Bulan April 2016 kemarin, Obama mengklaim dalam sebuah pidato di Jerman bahwa kita sekarang ini hidup dalam "era yang paling damai" di dalam sejarah. Namun, sebuah studi terakhir oleh Mida, majalah online Israel liberal mengenai politik dan opini, menunjukkan bahwa jumlah orang yang mati terbunuh dalam perang di seluruh dunia di bawah pemerintahan Obama ini 80% lebih banyak dibandingkan pada masa George W. Bush. Termasuk bangkitnya kekuatan fundamental Negara Islam, ISIS, yang melakukan genosida terhadap kaum minoritas dan orang-orang Kristen di Timur Tengah dalam masa pemerintahan Obama. Dalam setiap pernyataannya, Obama selalu menolak penggunakan kata ISIS (Islamic State of Iraq and Syria), dan selalu menggunakan kata ISIL (Islamic State of Iraq and the Levant), yang menunjukkan intensi tersembunyinya untuk menguasai wilayah Tanah Israel. Levant adalah wilayah yang meliputi Israel, Yordania, Lebanon, Palestina, Syria.

Gematria nama lengkap Obama juga sama dengan Gematria dari frase kata מי  במים ומי באשׁ (siapa dengan air dan siapa dengan api). Ini merupakan metode pertama dari pembalasan Ilahi yang tercantum dalam liturgi doa yang diucapkan orang Yahudi pada hari raya Rosh Hashanah dan Yom Kippur.

"Gematria dari Barack Obama בּרק אובּאמה adalah 357, hanya kurang SATU dari 358 dari Mashiach (Messias Ibrani). Tetapi SATU yang kurang itu adalah Hashem, Penguasa Alam Semesta yang adalah SATU. Tanpa Elohim di sisinya, dia tidak lain dari seorang messias palsu."

Sepanjang sejarah Yahudi ada dua sumber penindasan, yaitu keturunan Ishmael dan keturunan Esau. Keturunan Esau termasuk Amalek, Haman dan Hitler. Jejak berdarah tangan Esau ada pada mereka semuanya. Esau selalu menjadi pemrakarsa kekerasan terhadap orang Yahudi dan itu dimulai sejak 3600 tahun lalu menurut Midrash HaGadol, Bereishis 28:9. Esau mendekati pamannya Yishmael dan mengatakan kepadanya bahwa ada kebiasaan untuk membunuh saudara, seperti Kain membunuh Habel. Dia menyarankan Yishmael untuk membunuh saudaranya Ishak, dan dia sendiri akan membunuh saudaranya Yakub, supaya mereka dapat mewarisi dunia.

Sesudah itu, Esau sendiri berencana akan membunuh Yishmael dan menguasai dunia bagi dirinya sendiri. Esau mengetahui bahwa satu-satunya cara Yakub dan orang Yahudi dapat dikalahkan adalah menggabungkan kekuatan dengan Ishmael. Esau dan Ishmael bergabung menjadi satu pada saat Esau mengawini Mahalath, anak perempuan Ishmael (Kejadian 28:9). Mahalath kemudian menjadi penghubung kekuatan antara Esau dengan Ishmael. Dan ancaman yang timbul dari penyatuan ini akan mencapai klimaksnya di dalam perang Gog dan Magog di Akhir Zaman.

*Apakah Trump Pemimpin yang Diramalkan Akan Menyatukan Kekristenan Menghadapi Radikalisme Islam?*

Rabbi Zamir Cohen, sarjana ternama pemimpin Yeshiva Beitar Illit, mengatakan dalam salah satu ceramahnya bahwa Donald Trump mungkin adalah pemimpin yang diramalkan literatur Yahudi, yang akan mengumpulkan orang-orang Kristen menghadapi anak-anak Ishmael pada masa sebelum Messias. Dalam ramalan yang sama, dia menunjukkan hal-hal lain yang sudah terjadi dalam dunia Arab.

"Malbim menulis bahwa sebelum kedatangan Messias, dunia akan terbagi menjadi dua kelompok: Bnei Yishmael (Muslim) dan Bnei Edom (Kristen)," kata Rabbi Zamir Cohen, "Menurut ramalan, Bnei Yishmael akan bergabung menjadi satu, namun orang-orang Kristen akan tetap tenang, bahkan apatis, meskipun menghadapi ancaman bahaya."

Rabbi Cohen berbicara tentang Rabbi Meir Leibush ben Yehiel Michel Wisser, yang dikenal dengan nama Malbim, seorang pengajar Alkitab terkenal abad ke-19. Ramalannya menggambarkan dunia Barat yang apatis menghadapi ancaman mengerikan dari dunia Muslim, menyerupai peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi sekarang ini. Dalam tahun-tahun terakhir, Islam radikal dibiarkan bertumbuh subur di Timur Tengah dan yang sekarang ini sedang menyebar ke seluruh dunia.

Rabbi menambahkan, "Ramalan ini berlanjut dengan mengatakan bahwa akan datang seorang pemimpin yang akan mengumpulkan orang-orang Kristen dan berkata, 'Cukup! Kami muak dengan Islam!'," jelas Rabbi Cohen, "Ini tidak ada bandingannya, sesuatu yang akan kita lihat terjadi di dunia, seorang pemimpin yang berdiri dan berkata bahwa dia akan menyudahi aksi-aksi Islam, dan bahwa dia tidak takut, dan adalah waktunya untuk menghukum orang-orang fanatik ini atas apa yang mereka perbuat."

Namun Rabbi Cohen memperingatkan, "Adalah mustahil untuk memastikan bahwa Trump adalah pemimpin yang diramalkan tersebut. Tapi gaya bicaranya, bahwa dia tidak perduli dengan apa yang dia katakan atau bagaimana reaksi orang-orang, mungkin memang dialah orang yang dimaksud."

Rabbi menunjukkan Kitab Amsal sebagai petunjuk apakah "perkembangan yang belum pernah terjadi" ini baik atau tidak bagi Israel.

_*Amsal 21:1 (AYT)  Hati raja seperti aliran air sungai dalam tangan TUHAN, Ia mengalirkannya ke mana saja Ia inginkan.*_

"Ayat ini menunjukkan dengan jelas bahwa tindakan-tindakan para pemimpin diarahkan oleh Hashem (Elohim) sendiri," jelas Rabbi Cohen.

"Trump punya pilihan bebas sebelum dia terpilih. Sekarang [bahwa dia sudah menjadi pemimpin] dia tidak punya lagi pilihan bebas, khususnya mengenai memerintah negara, atau bagaimana berhubungan dengan Israel," kata Rabbi Cohen. "Seluruh janji-janji yang diucapkan Trump sampai sekarang, aku percaya dia bersungguh-sungguh. Tapi apakah dia benar-benar akan melakukannya atau tidak, bukan dalam kekuasaannya."

"Sebagai pemimpin Amerika, apa yang dia putuskan pada akhirnya ada dalam tangan Hashem, dan itu diputuskan sesuai perbuatan-perbuatan kita," kata Rabbi Cohen, mengutip ayat dari Kitab Mazmur.

_*Mazmur 68:35 (ILT) Akuilah kekuatan Elohim, keagungan-Nya ada atas Israel, dan kekuatan-Nya di awan-awan.*_

Rabbi Cohen menggambarkan bagaimana pada saat bersamaan, peristiwa-peristiwa yang terjadi di dunia Arab dan Muslim sesuai dengan ramalan Malbim.

"Hari ini, kita melihat dunia Islam bergerak semakin hari semakin ekstrim," kata Rabbi Cohen, "Mereka mengembalikan hari-hari zaman Nabi mereka, memenggal kepala orang-orang, hal-hal yang benar-benar tidak masuk akal. Tidak dapat dipercayai bahwa mereka mengembalikan hal-hal seperti ini dalam generasi kita. Mereka mendirikan negara yang bercita-cita menaklukkan seluruh dunia Muslim, yang disebut Negara Islam."

"Namun Hashem, dalam belas kasihan-Nya, telah membuat mereka saling berperang di antara mereka sendiri sekarang ini. Ini jelas-jelas merupakan penggenapan nubuat Yesaya," tambah Rabbi Cohen.

_*Yesaya 19:2 (ILT)  Dan Aku akan menggerakkan orang Mesir melawan orang Mesir lainnya, dan mereka akan berperang, masing-masing melawan saudaranya sendiri, dan masing-masing akan melawan tetangganya; kota melawan kota, kerajaan melawan kerajaan.*_

Kondisi-kondisi yang digambarkan rabbi ini benar-benar sedang digenapi di depan mata. Walaupun terjadi beberapa serangan mengerikan terhadap Barat, peperangan paling sengit oleh para ekstrimis Islam terjadi dalam konflik-konflik internal mereka sendiri. Serangan teroris Islam di Eropa dan Amerika sangat "kecil" dibandingkan perang sipil di Syria dimana lebih dari 300.000 orang telah tewas di negara itu. Sekarang ini, dalam pertempuran sengit yang sedang berlangsung, pasukan Iraq berjuang merebut Mosul dari Negara Islam.

Rabbi Yosef Berger, rabbi dari Makam Raja Daud di Gunung Zion Yerusalem, mengatakan bahwa "Perkembangan-perkembangan politik yang tidak logis merupakan komponen yang diperlukan Messias."

"Ketika perkembangan-perkembangan politik menggambarkan apa yang tertulis dalam Torah, itu adalah indikasi jelas bahwa kita sedang mendekat kepada geulah (Pembebasan)," jelas Rabbi Berger. "Perkembangan-perkembangan ini tidak mengikuti pola pikir logis. Bangsa-bangsa Arab berkata mereka ingin menghancurkan Israel, tapi apa yang sesungguhnya mereka perbuat adalah saling menghancurkan satu sama lain."

*"Ini karena Hashem mengambil alih, mengarahkan peristiwa-peristiwa."*

Rabbi Cohen menyimpulkan dengan kata-kata nasihat bagaimana seseorang dapat berdampak terhadap jalannya peristiwa-peristiwa dan bahkan mempengaruhi keputusan-keputusan para raja.

"Hashem mengarahkan tindakan-tindakan para pemimpin seturut tindakan-tindakan kita. Jika kita melakukan mitzvot (perintah-perintah Elohim) dan menuruti kehendak Hashem, Dia akan mengarahkan para pemimpin untuk bertindak demi kepentingan-kepentingan terbaik bagi kita."

Yehuda Glick, anggota parlemen Knesset dan pemimpin pergerakan Bukit Bait Suci, mengatakan tentang terpilihnya Trump sebagai presiden AS, "Aku berharap [Trump] akan naik ke Bukit Bait Suci dan, dari sumber terang dan energi di dunia, memimpin kita dalam dialog perdamaian dan rekonsiliasi."

Pergerakan Bukit Bait Suci berusaha mendirikan kembali Bait Suci Kedua, yang dibangun pada zaman Raja Herodes. Tembok Barat, salah satu situs paling suci Yahudi, adalah bagian dari pelataran besar Bait Suci Kedua. Tepat di atas Tembok Barat adalah area yang disebut Bukit Bait Suci oleh orang-orang Yahudi, yang di situ juga terletak Dome of The Rock (Kubah Batu Karang), salah satu situ paling suci Islam.

Yehuda Glick mengatakan dia mengirimkan kepada Trump "berkat Hashem (Elohim) dari Yerusalem."

Trump memberikan signal bahwa dia mengakui Yerusalem, bukan Tel Aviv, sebagai ibukota Israel, dan mengecam voting UNESCO yang menyangkal ikatan historis Yahudi terhadap Bukit Bait Suci. Trump juga menunjukkan dirinya sebagai "anti-globalis", yang oleh para aktivis Bukit Bait Suci dipandang, kebijakan-kebijakannya sebagai presiden tidak akan mencampuri urusan dalam negeri Israel, dan bahwa pergerakan mereka dapat berjalan tanpa takut akan tekanan kekuatan global.

Para aktivis Bukit Bait Suci melihat makna "mistis" naiknya Trump ke kursi kepresidenan sebagai campur tangan surga.
*HalleluYAH YAHWEH Elohim beshem Adon YESHUA HAMASIACH*!!!.
* * * * *



Dikirim dari ponsel cerdas Samsung Galaxy saya.

PIDATO PRESIDEN DONALD TRUMP

PIDATO PRESIDEN DONALD TRUMP DAN DIBALIK ANGKA 7-12-17 (7 Desember 2017)


Pidato Presiden Donald Trump
Berikut pernyataan lengkap Trump soal pengakuan Yerusalem seperti dikutip dari situs resmi Gedung Putih:

Terima kasih. Ketika saya mulai menjabat, saya berjanji untuk melihat tantangan dunia dengan mata terbuka dan pemikiran sangat segar.Kita tidak bisa menyelesaikan persoalan-persoalan kita dengan membuat asumsi gagal yang sama dan mengulang strategi masa lalu yang sama yang telah gagal. Semua tantangan memerlukan pendekatan-pendekatan baru.

Pengumuman saya hari ini menandai awal pendekatan baru untuk konflik antara Israel dan Palestina.

Tahun 1995, Kongres mengadopsi Undang-undang Kedutaan Yerusalem yang mendorong pemerintah federal untuk merelokasi Kedutaan Besar Amerika ke Yerusalem untuk mengakui bahwa kota itu, dengan sangat penting, merupakan ibu kota Israel. Undang-undang ini diloloskan Kongres dengan suara bipartisan mayoritas sangat besar. Dan ditegaskan oleh suara bulat Senat hanya enam bulan lalu.

Namun, selama lebih dari 20 tahun, setiap Presiden Amerika sebelumnya telah memberlakukan hukum waiver, menolak untuk memindahkan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem atau untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Presiden-presiden menerbitkan waiver ini dengan keyakinan bahwa menunda pengakuan Yerusalem akan memajukan isu perdamaian. Beberapa pihak menyebut mereka kurang berani tapi mereka memberikan penilaian terbaik mereka berdasarkan fakta-fakta yang mereka pahami saat itu. Namun demikian, semuanya tercatat. Setelah lebih dari dua dekade menerbitkan waiver, kita tidak juga lebih dekat pada kesepakatan perdamaian abadi antara Israel dan Palestina. Akan menjadi kebodohan untuk beranggapan bahwa mengulang formula yang sama persis sekarang akan menghasilkan hasil yang berbeda atau lebih baik.

Oleh karena itu, saya telah menentukan bahwa ini saatnya untuk mengakui secara resmi Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Sementara presiden-presiden sebelumnya telah menjadikan hal ini sebagai janji kampanye besar, mereka gagal mewujudkannya. Hari ini, saya mewujudkannya.

Saya telah menilai rangkaian tindakan ini berada di dalam kepentingan terbaik Amerika Serikat dan upaya perdamaian antara Israel dan Palestina. Ini merupakan langkah yang diharapkan sejak lama untuk memajukan proses perdamaian. Dan untuk mengupayakan kesepakatan abadi.

Israel adalah negara berdaulat dengan hak, sama seperti setiap negara berdaulat lainnya, untuk menentukan ibu kota sendiri. Mengakui hal ini sebagai sebuah fakta adalah syarat yang diperlukan untuk mencapai perdamaian.
Sekitar 70 tahun lalu, Amerika Serikat di bawah Presiden Truman mengakui negara Israel. Sejak saat itu, Israel telah menetapkan ibu kotanya di kota Yerusalem -- ibu kota yang didirikan rakyat Yahudi pada masa kuno. Hari ini, Yerusalem menjadi lokasi pemerintahan Israel modern. Kota ini menjadi rumah Parlemen Israel, Knesset, juga Mahkamah Agung Israel. Kota ini menjadi lokasi kediaman resmi perdana menteri dan presiden. Kota ini menjadi markas banyak kementerian pemerintah.

Selama beberapa dekade, Presiden-presiden Amerika, Menteri Luar Negeri dan para pemimpin militer yang berkunjung bertemu mitra-mitra Israel mereka di Yerusalem, sama seperti yang saya lakukan saat kunjungan saya ke Israel awal tahun ini.

Yerusalem bukan hanya pusat tiga agama besar, tapi sekarang juga menjadi pusat salah satu demokrasi paling sukses di dunia. Selama tujuh dekade terakhir, rakyat Israel telah membangun sebuah negara di mana umat Yahudi, Muslim dan Kristen dan orang-orang dari semua keyakinan bebas untuk menjalankan kehidupan dan beribadah menurut nurani mereka dan menurut kepercayaan mereka.

Yerusalem saat ini, dan harus tetap, menjadi tempat di mana umat Yahudi berdoa di Tembok Ratapan, di mana umat Kristen menapaki jalan salib, dan di mana umat Muslim beribadah di Masjid Al-Aqsa.
Namun, selama bertahun-tahun, presiden-presiden yang mewakili Amerika Serikat menolak untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Faktanya, kita menolak untuk mengakui ibu kota Israel sama sekali.

Tapi hari ini, kita akhirnya mengakui hal yang jelas: bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel. Ini tidak lebih dan tidak kurang, adalah sebuah pengakuan realitas. Ini juga menjadi hal yang benar untuk dilakukan. Ini hal yang harus dilakukan.

Itulah mengapa, konsisten dengan Undang-undang Kedutaan Yerusalem, saya juga mengarahkan Departemen Luar Negeri untuk memulai persiapan memindahkan Kedutaan Besar Amerika dari Tel Aviv ke Yerusalem. Ini berarti segera memulai proses mempekerjakan arsitek, teknisi dan perencana agar kedutaan yang baru, ketika selesai dibangun, akan menjadi persembahan luar biasa untuk perdamaian.

Dalam pengumuman ini, saya juga ingin memperjelas satu poin: Keputusan ini tidak dimaksudkan, dalam cara apapun, untuk menunjukkan penarikan diri dari komitmen kuat kami untuk memfasilitasi kesepakatan perdamaian abadi. Kami menginginkan sebuah kesepakatan yang menjadi kesepakatan baik bagi Israel dan kesepakatan baik bagi Palestina. Kami tidak mengambil posisi untuk status akhir pada isu-isu termasuk perbatasan spesifik kedaulatan Israel di Yerusalem atau resolusi perbatasan yang diperdebatkan. Pertanyaan-pertanyaan itu menjadi urusan pihak-pihak yang terlibat.
Amerika Serikat tetap berkomitmen secara mendalam untuk membantu memfasilitasi kesepakatan damai yang diterima oleh kedua pihak. Saya berniat melakukan apapun dalam kemampuan saya untuk membantu menempa kesepakatan semacam itu. Tanpa perlu dipertanyakan, Yerusalem adalah salah satu isu paling sensitif dalam perundingan itu. Amerika Serikat akan mendukung solusi dua negara jika disepakati oleh kedua pihak.
Untuk saat ini, saya menyerukan kepada semua pihak untuk mempertahankan status quo di tempat-tempat suci Yerusalem, termasuk Temple Mount, yang juga dikenal sebagai Haram al-Sharif.

Di atas semua itu, harapan terbesar kami adalah perdamaian, keinginan universal dalam jiwa setiap manusia. Dengan keputusan hari ini, saya menegaskan kembali komitmen lama pemerintahan saya untuk perdamaian dan keamanan kawasan di masa depan.
Akan ada, tentu, ketidaksepakatan dan perbedaan pendapat terkait pengumuman ini. Tapi kami percaya bahwa pada utamanya, dengan kami menghadapi ketidaksepakatan ini, kami akan tiba pada perdamaian dan tempat yang jauh lebih baik dalam pemahaman dan kerja sama.
Kota sakral ini seharusnya mampu menunjukkan yang terbaik dalam kemanusiaan. Angkat pandangan kita pada apa yang mungkin, bukan menarik diri ke belakang dan ke bawah pada pertengkaran lama yang telah menjadi sungguh mudah ditebak. Perdamaian tidak pernah berada di luar genggaman orang-orang yang ingin mencapainya.

Jadi hari ini, kami menyerukan agar ketenangan, sikap menahan diri, suara-suara toleransi bisa menang atas penebar kebencian. Anak-anak kita seharusnya mewarisi cinta kita, bukan konflik kita.
Saya menegaskan pesan yang saya sampaikan saat pertemuan luar biasa dan bersejarah di Arab Saudi awal tahun ini: Timur Tengah adalah kawasan yang kaya akan budaya, semangat dan sejarah. Orang-orangnya cemerlang, penuh kebanggaan dan beragam, bersemangat dan kuat. Tapi masa depan luar biasa yang menunggu kawasan ini, tertahan oleh pertumpahan darah, ketidaktahuan dan teror.

Wakil Presiden Pence akan mengunjungi kawasan dalam beberapa hari ke depan untuk menegaskan kembali komitmen kami bekerja sana dengan mitra-mitra di seluruh Timur Tengah untuk mengalahkan radikalisme yang mengancam harapan dan mimpi generasi masa depan.

Inilah saatnya bagi banyak orang yang menginginkan perdamaian untuk mengusir ekstremis dari tengah-tengah mereka. Inilah saatnya bagi seluruh bangsa beradab, dan rakyatnya, untuk menanggapi ketidaksepakatan dengan perdebatan yang beralasan -- bukan kekerasan.
Dan inilah saatnya bagi kaum muda dan moderat untuk bersuara di seluruh Timur Tengah untuk mewujudkan sendiri masa depan cerah dan indah.

Jadi hari ini, mari kita mendedikasikan kembali diri kita menuju jalur saling memahami dan menghormati. Mari memikirkan ulang anggapan-anggapan lama dan membuka hati dan pikiran kita untuk hal yang mungkin dan setiap kemungkinan. Dan akhirnya, saya meminta para pemimpin kawasan -- politik dan keagamaan; rakyat Israel dan Palestina; umat Yahudi dan Kristen dan Muslim -- untuk bergabung bersama kami dalam pencarian mulia untuk perdamaian abadi.

Terima kasih. Tuhan memberkati Anda. Tuhan memberkati Israel. Tuhan memberkati Palestina. Dan Tuhan memberkati Amerika Serikat. Terima kasih banyak. Terima kasih.

------
Dibalik Angka 7-12-17
Di tanggal 7-12-17, presiden AS Donald Trump mengakui bahwa Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Angka 7
Angka 7 adalah angkanya Tuhan yg memiliki makna sempurna atau lengkap.

- Ada 7 hari dalam seminggu
Tuhan menyelesaikan pekerjaan penciptaan selama 7 hari.
Kejadian 2:2-3 (TB)  Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.
Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.

- Ada 7 pernyataan Tuhan Yesus yg berkata : "Akulah"
1. Akulah roti hidup (Yohanes 6:35)
2. Akulah terang dunia (Yohanes 8:12)
3. Akulah pintu (Yohanes 10:7)
4. Akulah gembala yg baik (Yohanes 10:11)
5. Akulah kebangkitan dan hidup (Yohanes 11:25)
6. Akulah jalan dan kebenaran dan hidup (Yohanes 14:6)
7. Akulah pokok anggur (Yohanes 15:5)

- Ada 7 pernyataan kebahagiaan kitab Wahyu
1. Wahyu 1:3
2. Wahyu 14:13
3. Wahyu 16:15
4. Wahyu 19:9
5. Wahyu 20:6
6. Wahyu 22:7
7. Wahyu 22:14

- Ada 7 meterai di kitab Wahyu (Wahyu 6:1-17; 8:1-5)

- Ada 7 sangkakala di kitab Wahyu (Wahyu 8:6-9:21; 11:15-19)

- Ada 7 cawan murka Allah di kitab Wahyu (Wahyu 15:5-16:21)

Angka 12
Angka 12 adalah angka pemerintahan Ilahi
- 12 takhta (Matius 19:28)
- 12 bintang (Wahyu 12:1)
- 12 pintu gerbang (Wahyu 21:12)
- 12 mutiara (Wahyu 21:21)
- 12 kali pohon kehidupan berbuah (Wahyu 22:2)
- 12 suku Israel yg dimeteraikan (Wahyu 7:4-8)
- 12 rasul Kristus

Angka 17
Angka 17 adalah pesan kerohanian dari Allah.
- 1 Tawarikh 25:5
Mereka ini sekalian adalah anak-anak Heman, pelihat raja, menurut janji Allah untuk meninggikan tanduk kekuatannya; sebab Allah telah memberikan kepada Heman empat belas orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan.
(Ada 17 anak)

- Kisah Para Rasul 2:9-11
kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia,
Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma,
baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.
(17 suku bangsa menyaksikan Pentakosta)

- Kejadian 7:11
Pada waktu umur Nuh enam ratus tahun, pada bulan yang kedua, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, pada hari itulah terbelah segala mata air samudera raya yang dahsyat dan terbukalah tingkap-tingkap di langit.
(Hari ke-17 terbelah segala mata air samudera raya dan terbukanya tingkap-tingkap langit)

- Kejadian 8:4
Dalam bulan yang ketujuh, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, terkandaslah bahtera itu pada pegunungan Ararat.
(Hari ke-17 bahtera kandas di pegunungan Ararat).

Maksud dari 7-12-17 :
Tuhan telah menyampaikan pesanNya bagi kita bahwa Yerusalem adalah ibukotanya Israel. Tahun anugerah akan segera berakhir.  Dan israel akan memasuki tahun dimulainya pembicaraan perjanjian damai antara Israel dan Palestina. Mari menginjil selagi masih ada waktu.

Dan tidak akan lama lagi pemerintahan Ilahi akan berdiri di bumi yg dipimpin oleh Sang Raja Damai (Yesus Kristus) dan pusat ibukotanya berada di Yerusalem baru.

Angka 7 => Tahun anugerah segera berakhir dan akan memasuki masa perjanjian damai 7 tahun antara Israel dan Palestina.

Angka 12 => Pemerintahan Ilahi akan didirikan di bumi dan ibukotanya berada di Yerusalem.

Angka 17 => Tuhan telah menyampaikan pesanNya bahwa Yerusalem itu ibukotanya Israel melalui ucapan mulut Presiden Donald Trump.

Dan itu artinya :
KEDATANGAN TUHAN YESUS SUDAH BEGITU DEKAT BAHKAN SANGAT-SANGAT DEKAT!!!

BERJAGA-JAGA DAN BERDOALAH!!!

IMANUEL


Dikirim dari ponsel cerdas Samsung Galaxy saya.

PERBUATAN TRUMP ITU SUDAH DINUBUATKAN

*PERBUATAN TRUMP ITU SUDAH DINUBUATKAN*


Hari² ini sejak Kamis kemarin adalah hari² pergolakan dalam jiwa manusia di Bumi akibat keputusan Donald Trump yang mengakui Jerusalem sebagai ibu kotanya Israel dan dia mau memindahkan Kedutaan Besar nya dari Tel Aviv ke Jerusalem.
Aksi orang turun ke jalan² mewarnai berbagai benua.

Pertanyaannya :  Salahkah keputusannya Presiden AS itu ?

Jawabannya ada dalam nubuatan ini :

Yesaya 54:1-3, 5-9, 11-14, 17 (BIMK) 1 Yerusalem, dahulu engkau seperti wanita mandul yang tak bisa melahirkan. Tetapi sekarang bersorak-soraklah, dan bernyanyilah dengan gembira! Sebab anak-anakmu banyak sekali, melebihi anak wanita yang tidak ditinggalkan suami.
2 Luaskanlah kemah-kemah kediamanmu; panjangkan tali-talinya dan kokohkan pasak-pasaknya!
3 Engkau akan bertambah luas ke kanan dan kiri, pendudukmu akan menduduki tanah bangsa-bangsa dan mendiami kota-kota yang sekarang sunyi sepi (saat pertama kali datang kembali ke tanah airnya pd thn 1948).
5 *Penciptamu seperti suami bagimu*, Allah kudus Israel adalah Penyelamatmu. TUHAN Yang Mahakuasa, itulah nama-Nya, Ia Allah penguasa seluruh dunia.
6 Israel, engkau seperti seorang istri muda yang sedih karena ditinggalkan suaminya. Tetapi Allah memanggil engkau kembali dan berkata,
7 *"Hanya sesaat lamanya Aku meninggalkan engkau; dengan penuh kasih sayang engkau Kuambil kembali*.
8 Sebentar saja Aku berpaling daripadamu karena kemarahan-Ku yang meluap-luap. Tetapi dengan kasih abadi Aku mengasihani engkau." Demikianlah kata Allah Penyelamatmu.
9 "Seperti di masa Nuh Aku berjanji bahwa air bah tak akan lagi menggenangi bumi, begitu juga sekarang Aku berjanji bahwa Aku tak akan marah atau mengancam kamu lagi.
11 TUHAN berkata, *"Hai Yerusalem*, kota yang malang, engkau tak berdaya dan tanpa penghibur. *Dasar-dasarmu akan Kuletakkan kembali*, dengan batu-batu berharga.
12 Benteng-benteng Kubangun dari batu delima, pintu-pintu gerbangmu dari batu permata, tembok-tembokmu dari ratna mutu manikam.
13 *Semua pendudukmu menjadi murid-Ku, mereka akan makmur sejahtera*.
14 *Engkau dibangun atas dasar keadilan, dijauhkan dari kengerian dan penindasan*.
17 Tetapi *setiap senjata yang ditempa untuk melawan engkau, tak akan berhasil*. Dan *setiap tuduhan dalam pengadilan akan kaubuktikan salah*. Aku akan menghadiahkan kemenangan kepada hamba-hamba-Ku," demikianlah kata TUHAN.

Lalu kita mau merespon bgmn ?
Setelah Jerusalem yg saat ini dibawah kontrol PBB (status quo) berubah menjadi milik Israel (gara² di-backing'i Donald Trump) maka fase selanjutnya keinginan Pemerintah Israel utk membangun kembali Bait ALLAH tak akan terbendung lagi !
Di situlah TUHAN mulai melembutkan hati bangsa itu utk menerima YESUS sebagai MESIAH (Juru Selamat).
Dan begitu mrk menjadi Kristen du tengah² pergolakan protes dunia atas perobohan Masjidil Aqsa demi utk membangun kembali Bait ALLAH, maka sontak penduduk Bumi yg marah besar itu mengaitkan dgn sentimen agama (Kristen - yg adalah pengikut KRISTUS).
Di situlah awalnya muncul benih² *AntiKris* di dunia.
Itu adalah masa TRIBULASI ( SENGSARA BESAR DI BUMI ) selama 7 thn.
Tetapi jangan kuatir. Bagi mrk yg sudah menyiapkan diri utk hidup kudus dgn jln mematikan MESIN PEMBUAT DOSA, segera sebelum bergolaknya AntiKris, maka TUHAN YESUS akan menjemput kita di awan². Orang² Kudus-NYA dipanggil, diubah-NYA dlm sekejap mata dgn memakai tubuh kemuliaan spt yg dikenakan Yesus stlh bangkit dr kematian itu.

Jadi....salahkah Donald Trump kalo demikian ?



Dikirim dari ponsel cerdas Samsung Galaxy saya.

Jumat, 08 Desember 2017

Tentara langit

Tentara langit

Teks: Yesaya 40:26
"Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah:
siapa yang menciptakan semua bintang itu
dan menyuruh segenap tentara mereka keluar,
sambil memanggil nama mereka sekaliannya?
Satupun tiada yang tak hadir,
oleh sebab Ia maha kuasa dan maha kuat."

Shalom, selamat malam saudara-saudari terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. Salah satu pertanyaan yang mengganggu saudara-saudara kita yang non-Kristen barangkali adalah bagaimana menafsirkan ayat-ayat "tentara langit" dalam PL, khususnya dalam Kitab Yesaya. Kalau mau jujur, jarang ada buku teologi (sistematika) yang mengupas tentang topik ini.

A. Memilah fiksi dari fakta
Dahulu saya juga cukup terpengaruh dengan serial televisi X-Files, dengan tokoh-tokohnya Mulders dan Scully, sampai-sampai saya melacak tempat persembunyian para alien abu-abu atau yang hijau. Bahkan kabarnya ada semacam pakta antara Presiden Harry Truman dengan para alien tersebut, yang mengijinkan alien menculik siapapun yang mereka kehendaki untuk dijadikan eksperimen genetika. Inilah sumber kisah-kisah "abduction."
Bahkan para sutradara kampiun Holywood seperti Steven Spielberg ikut memberikan semacam legitimasi bahwa masyarakat dunia mesti takut akan ancaman serbuan pasukan alien tersebut. Lihat misalnya film: War of the Worlds (Tom Cruise), Cowboy and Aliens, Predator, Independence Day, Indiana Jones and the Crystal Skull, dan serial yang cukup laris beberapa tahun terakhir: Transformers.(10)
Namun, sebagai umat percaya, kita mesti bijak memilah antara fiksi dan fakta. Di kalangan fisikawan dikenal paradoks Fermi, yang bunyinya demikian: "Jika alien memang ada di bumi, kenapa tidak ada seorangpun yang pernah melihatnya?" Lagipula pusat penelitian alien yang disebut SETI sudah melakukan berbagai upaya, namun hingga kini nihil hasilnya.
Kalau pun ada fakta keras (hard fact) yang kita miliki, itu adalah peristiwa "Roswell 1947," yakni jatuhnya piring terbang secara mengejutkan di gurun di negara bagian New Mexico, USA. Setelah media massa ramai meliputnya, ternyata musibah alien tersebut diklarifikasi oleh pangkalan militer terdekat sebagai percobaan balon radio yang gagal. Dari situlah lalu berkembang berbagai teori konspirasi.
Seandainya kita menerima peristiwa Roswell tersebut sebagai suatu fakta sejarah, maka pertanyaannya: bagaimana mereka bisa jatuh ke bumi? Lalu apakah mereka berniat jahat kepada makhluk bumi? Seberapa cerdaskah mereka?
Mengenai penyebab pesawat secanggih milik alien tersebut, yang konon bisa menghilang dalam sekejap tanpa bisa dikejar pesawat jet tercepat pun, bisa jatuh ke New Mexico, ada beberapa hipotesis yang diajukan. Salah satu dugaan adalah bahwa sejak dilakukannya percobaan rahasia yang disebut Philadelphia Experiment tahun 1943 (kabarnya proyek ini diketuai oleh Albert Einstein, dan perangkat elektriknya dirancang oleh Nicola Tesla), maka terbuka celah pada lembaran ruangwaktu, yang memungkinkan piring terbang alien itu masuk ke bumi.(3)
Benarkah demikian? Saya juga tidak tahu kebenarannya, karena sampai saat ini belum menemukan dokumen resmi percobaan tersebut. (Padahal menurut peraturan keterbukaan informasi di AS, sebuah dokumen kategori "classified" mestinya boleh diakses publik setelah 50 tahun.)
Nanti kita akan bahas lagi tentang ini.

B. Makna istilah tentara langit dalam PL
Kita kembali pada topik tentara langit dalam PL. Apakah yang dimaksud dengan istilah itu adalah: a. Pasukan malaikat, b. balatentara Iblis, c. Nefilim, d. Sejenis alien yang tinggal di planet-planet yang bisa dihuni di luar tatasurya kita (habitable planets)?
Sebelum menjawab pertanyaan di atas, mari kita ingat ayat ini:

"Hanya Engkau adalah TUHAN ! Engkau telah menjadikan langit, ya langit segala langit dan segala bala tentaranya, dan bumi dengan segala yang ada di atasnya, dan laut dengan segala yang ada di dalamnya. Engkau memberi hidup kepada semuanya itu dan bala tentara langit sujud menyembah kepadaMu." - Nehemia 9:6

Nehemia memberitahukan kepada kita bahwa TUHAN yang memberi hidup kepada segala makhluk termasuk segala bala tentara langit dan segala bala tentara langit sujud menyembah kepada TUHAN.
Siapakah bala tentara langit itu? Bila kita perhatikan Ulangan 5:9; 17:3 dan kitab 2 Raja-raja 21,23 maka yang dimaksudkan tentara langit dalam konteks iman agama Yahudi adalah para dewa yang disembah oleh penduduk sekitar Israel dengan beranggapan bahwa bala tentara langit menetap di langit dengan lokasi di pusat antara lain di matahari, di bulan dan rasi-rasi bintang. (1)
Namun demikian, dengan memperhatikan kosmologi modern dan juga fakta Roswell di atas, tampaknya cukup masuk akal jika kita menganggap jawaban b dan d di atas yang paling mendekati. Jadi, memang ada planet-planet yang memungkinkan kehidupan, meski jaraknya jutaan tahun cahaya dari tatasurya kita, dan yang dimaksud balatentara langit adalah para penghuni planet-planet tersebut. Lihat juga ayat dalam Nehemia tadi, bahwa Tuhan memberikan hidup kepada balatentara langit tersebut.
Namun demikian, kita tidak perlu khawatir akan ancaman serbuan dari para alien tersebut, karena Tuhanlah yang menempatkan perisai-perisai bumi:

Mzm. 47:9
"Para pemuka bangsa-bangsa berkumpul sebagai umat Allah Abraham. Sebab Allah yang empunya perisai-perisai bumi; Ia sangat dimuliakan."

Jadi bumi adalah tempat yang berperisai khusus sehingga tidak tertembus oleh makhluk asing dari planet lain, kecuali jika kita bermain dengan eksperimen-eksperimen aneh yang melibatkan lipatan ruangwaktu seperti Philadelphia Experiment tersebut.(3)

C. Interpretasi fisika
Lalu mungkin akan muncul pertanyaan dari para kosmolog dan para ahli gravitasi: bagaimana memodelkan alam semesta dengan lipatan ruangwaktu?
Izinkan saya bercerita sedikit tentang apa yang saya teliti sehubungan dengan astrofisika dan kosmologi.
Ketika saya merencanakan untuk menulis paper ilmiah pertama sekitar tahun 2002, saya mencoba menghindari pendekatan geometrisasi (geometrization of physical realities.)
Ketimbang menggunakan geometrisasi, saya mulai dengan suatu titik tolak anggapan tentang medium interstellar. Mungkin karena saya adalah salah satu penggemar adagium Marshall McLuhan: "medium is the message." Lihat (4).
Dan pilihan akhirnya sampai pada eter adizalir ("superfluid ether"), lalu dari situ saya sampai kepada model tatasurya kita sebagai vorteks terkuantisasi. Menggunakan asumsi kuantisasi adizalir tersebut, akhirnya membawa kepada prediksi tiga planetoid baru di luar orbit Pluto. Ketika paper tersebut terbit (2004) belum ada astronom yang berani memprediksi orbit di luar Pluto.
Namun hingga beberapa tahun kemudian (2005-2007), sudah ada lebih dari 5 planetoid di luar orbit Pluto yang ditemukan oleh para astronom, termasuk orbit Sedna, yang ditemukan oleh tim Mike Brown dan Trujillo dari Caltech. Lihat paper terbaru kami (2).
Sampai di titik ini, para ahli teori gravitasi mungkin akan bertanya: bagaimana jika saya ingin memulai dengan pendekatan geometrisasi alih-alih medium?
Dalam hal ini, saya teringat akan ayat nubuat nabi Yesaya:

"Segenap tentara langit akan hancur, dan langit akan digulung seperti gulungan kitab..." (Yes. 34:4a)

Tentu Alkitab bukanlah kitab ensiklopedi sains, namun setidaknya kita dapat menggali inspirasi dari Alkitab. Jika kita mempertimbangkan frase "digulung seperti gulungan kitab," maka setidaknya ada beberapa alternatif model fisika yang dapat dikembangkan:
a. Metrik Multi-sheet dari Kerr-Schild (5). Model ini cukup mendekati konsep gulungan kitab tersebut, namun sayangnya belum ada yang mengembangkannya menjadi model alamsemesta.
b. Gelombang berpilin (Scrolling wave) dari persamaan Ginzburg-Landau. Lihat misalnya (6). Juga tampaknya belum ada yang mengembangkannya untuk memodelkan alamsemesta.
c. Model alamsemesta soliton. Versi skematiknya pernah kami presentasikan dalam suatu konferensi kosmologi tahun ini, berdasarkan suatu persamaan nonlinier. Lihat diskusi di artikel sebelumnya (7). Yang menarik di sini adalah solusi soliton juga bisa diperoleh dari persamaan Ginzburg-Landau.(8)
Yang perlu digarisbawahi di sini adalah bahwa tampaknya belum ada model alamsemesta yang berpilin atau yang seperti gulungan kitab. Mungkin model alamsemesta vorteks merupakan pendekatan yang bisa dikembangkan lebih lanjut menjadi model gelombang berpilin atau soliton. Tentu ini problem bagi para kosmolog dan matematikawan terapan.

D. Menyikapi Blue Beam Project
Di tengah ramainya berbagai film dengan tema serbuan alien ke bumi, yang mesti dicermati di sini adalah kemungkinan adanya program terselubung untuk "menyiapkan" umat manusia di bumi akan suatu kedatangan mesias palsu, mungkin dengan memanfaatkan ketakutan akan bahaya alien.
Dan mesias palsu tersebut akan hadir ke bumi melalui suatu proyeksi hologram. Proyektor hologram dalam skala besar kabarnya sudah diujicobakan di beberapa lokasi termasuk di gurun Nevada, dan ini disebut Proyek Blue Beam. Informasi tentang hal ini bisa dicari di google. Lihat misalnya (9).
Namun sebagian orang beranggapan bahwa proyek blue beam hanyalah isapan jempol saja.

E. Penutup
Pada akhirnya, Kejadian 1:1 dengan tegas menegaskan bahwa Tuhanlah yang menciptakan langit dan bumi dan segala isinya, jadi tidak ada alasan untuk takut atau menyembah kepada alien-alien dari rasi bintang manapun, entah itu Andromeda, Sirius, dll.
Sebagai penutup, hendaknya kita jangan mudah tertipu dengan berbagai gosip tentang kehadiran alien atau mesias di sini atau di sana, itu semua telah tercatat dan dinubuatkan oleh Yesus:

Matius 24:23
"Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya."

versi 1.0: 8 desember 2017, pk. 23:21
VC

Referensi:
(1) http://mengenal-tuhan.blogspot.co.id/2013/06/tentara-langit-menurut-perjanjian-lama.html
(2) V. Christianto & F. Smarandache. A Newtonian-Vortex Cosmology Model from Solar System to Galaxy to Large Scale Structures: Navier-Stokes-Inspired Cosmography. Accepted in J. Modern and Applied Physics, 2017.
(3) Keith Veronese. Url: https://io9.gizmodo.com/5944616/what-really-happened-during-the-philadelphia-experiment
(4) https://en.wikipedia.org/wiki/The_medium_is_the_message
(5) https://www.researchgate.net/publication/1856286_The_Kerr_Theorem_Multisheeted_Twistor_Spaces_and_Multiparticle_Kerr-Schild_Solutions
(6) http://ireap.umd.edu/Theory/Publications/pub97-18.pdf
(7) http://sabdaspace.org/membaca_naura
(8) http://iopscience.iop.org/article/10.1088/0253-6102/51/1/17/pdf
(9) https://rationalwiki.org/wiki/Project_Blue_Beam
(10) http://sabdaspace.org/transformers


Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013, Line: @ThirdElijah, IG: @ThirdElijah
***books: http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
http://nulisbuku.com/books/view_book/9694/sastra-harjendra-ajaran-luhur-dari-tuhan-a5
http://www.unesco.chair.network.uevora.pt/media/kunena/attachments/731/ChristologyReloaded_Aug2016.pdf
http://fs.gallup.unm.edu/APS-Abstracts/APS-Abstracts-list.htm
http://independent.academia.edu/VChristianto
Http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto/
http://www.amazon.com/Victor-Christianto/e/B00AZEDP4E
http://nulisbuku.com/books/view_book/9661/teologi-yesus-sobat-kita-10-artikel-dialog-antara-teologi-dan-sains
http://nulisbuku.com/books/view_book/9693/jalan-yang-lurus-manual-anak-anak-terang-a5
http://www.mdpi.com/journal/mathematics/special_issues/Beyond_Quantum_Physics_Computation

BREAKING NEWS (PROPHECY IN FULL MANIFESTATION) 2017

BREAKING NEWS (PROPHECY IN FULL MANIFESTATION) 2017

What does Jerusalem becoming the capital of Israel means?


We are in a time when we need to pay more attention to Current News...

Today, Israel's Prime Minister is Visiting Washington for the First time in Trump's Administration.

Netanyahus' main Agenda, is to discuss moving the capital of Israel to Jerusalem.

Note: Both Israel and Palestine claim Jerusalem to be their Capital.

Truth: Jerusalem has been the Capital of the Jews from the time of King David in the Bible, until around Ad 35 to 70, when all Jews were forced to flee from Jerusalem to other countries.

What to Look out for in this Period:

If Trump's Administration is to support the Jews to move their Capital to Jerusalem, there is going to be more increase of intifada, war of Muslim countries against the Jews and against America.

The Jews need to build the Last Temple Prophesied in the Bible...

The Temple whose building material has already been prepared could only be built in Jerusalem,  the exact place of the Dome of the Rock, which the Muslims see as the only SURVIVING Share (shrine) of the Muslims in the Middle East.

Anything could happen between now and the end of Trump's Presidency.

12 Major Events to Watch out For After This Meeting:

1. Moving Israel's Capital
    To Jerusalem.

2. Building of the Last
    Temple in Jerusalem.

3.  Rapture of the
     Church

4.  The Great
      Tribulation

5.  The Physical
      Manifestation of the
      AntiChrist

6.   The 2 Prophets and
      Their Ministry.

7.   The War of
       Armageddon.

8. The 1000 years millennial reign of Christ with the saints

9. Final Judgement of the dead and the living... total destruction of this sinful world and Satan & his kingdom

10. Emergence of the new heaven and the new earth

11. Believers being with God forever enjoying the presence and the glory of God forever

12. Believers Walking the streets of Gold... eat the fruit of the tree of life... while sinners (unsaved) spend eternity in hell fire with knashing of teeth forever and ever....

(Please note that these events are not written in strict sequential order ie order of occurence)

There is no time to waste so Let me start with you....

Beloved, you have heard it all. Win souls and turn them from  destruction. Search yourself, examine your life and walk in line with the  scriptures. See if there are areas in your life where you have gone astray,, make amends and follow the word.

The end is at the door!

 Therefore, please share, it could save a life. God bless you!



Dikirim dari ponsel cerdas Samsung Galaxy saya.

Kesaksian Majed El Shafie

Kesaksian Majed El Shafie

*KESAKSIAN*
*Kisah nyata perjalanan Rohani.. MAJED EL SHAFIE*


Saya terlahir di sebuah keluarga non-Kristen yang sangat terpandang di Kairo, Mesir. Bapak dan saudara laki-laki saya adalah para penasehat hukum dan paman saya bekerja sebagai Hakim Mahkamah Agung, saya sendiri seorang mahasiswa hukum.

"Ketika kamu lahir dalam sebuah keluarga seperti ini, kamu memiliki banyak buku tentang hukum, keadilan dan kebebasan"

Majed mengawali kesaksiannya.

Pada tahun ketiga kuliah ilmu hukum di Alexandria, saya terkejut mengetahui adanya hukum yang melarang pembangunan gedung-gedung gereja.
Dan hukum itu juga melarang merenovasi bangunan-bangunan gereja kuno.
Orang-orang Kristen Mesir diperlakukan lebih buruk dari masyarakat kelas dua.

Terpukul oleh ketidak toleransian yang tidak masuk akal ini, saya mulai bertanya-tanya tentang ajaran agama nenek moyang saya..
"Mengapa ada penganiayaan terhadap pengikut ajaran Kristen, apa sih sebetulnya kesalahan mereka..?"

Sebagai seorang calon sarjana hukum, dan dibesarkan dalam keluarga yang paham dengan masalah hukum, maka saya berkesimpulan :

"Ada politik jahat yang sedang mencoba menutupi sesuatu".

Pencarian keadilan dan kebenaran mulai berlangsung dalam jiwa saya sebagai seorang mahasiswa hukum.

Lalu saya menghubungi sahabat saya, Tamer, ia seorang Kristen dan saya menanyakan pertanyaan yang sama kepada dia
"Tamer.. kenapa ada penganiayaan terhadap orang-orang Kristen di negeri ini ..?"

Karena takut membuat persahabatan kami menjadi pecah karena pertanyaan saya tersebut, maka Tamer memberikan Alkitabnya pada saya, dan berkata :

*"Pada kitab ini, kamu dapat menemukan jawaban untuk setiap pertanyaan yang kamu inginkan".*

Saya pun langsung mengambilnya dan membawanya pulang. Saat pertama kali membuka Alkitab, *kitab Injil Yohanes pasal 8 bercerita tentang bagaimana Yesus Kristus menangani kasus seorang wanita yang tertangkap basah saat berzinah itulah yang saya buka,*
*"Saya temukan bahwa Alkitab itu berisi tentang keadilan, kasih, dan pengampunan, lebih dari sekedar tentang hukum".*

*"Ini adalah pertama kalinya saya melihat pengampunan sejati".*

*Sejak saat itu, saya memutuskan untuk membaca Alkitab* bersamaan dengan kitab suci agama leluhur saya untuk membandingkan kebenaran sejati diantara keduanya.

*Hampir setahun setelah saya pertama kali membaca Alkitab, saya memutuskan untuk menjadi orang Kristen,* meninggalkan agama nenek moyang saya.

Orang yang pertama kali saya beritahu adalah sahabat saya, Tamer. Saya berkata..
*"Tamer, saya sekarang tahu apa itu Kristen. Kristen itu bukanlah agama.* Kristen bukanlah pergi ke gereja setiap minggu lalu bernyanyi "Haleluya," "terpujilah BAPA SORGAWI YAHWEH serta Putra tunggalnya Yesus Kristus, dan begitu lagi sampai minggu depan.
Kristen itu adalah hubungan khusus manusia dengan Tuhan.
Maka saya percaya dan mau menerima Yesus ke dalam hati saya".

*Saya akhirnya menjadi Kristen dan mulai ikut organisasi jemaat bawah tanah dan puji Tuhan, kami dapat memenangkan 24.000 jiwa dalam 2 tahun.*

Sebenarnya ini gereja bawah tanah, sebab kami mengadakan ibadah di.. goa-goa di pinggiran kota Alexandria.

Sementara saya ikut memimpin gereja bawah tanah, saya seperti sedang berdiri berhadapan dengan 2 raksasa Goliat;
Yang pertama ialah hukum pemerintah yang tidak adil.
Dan yang..
kedua adalah ajaran dari agama nenek moyang saya, yang mereka pakai untuk membenarkan menganiaya para umat Kristen di Mesir.

Tahun 1998, pagi-pagi sekali 5 tentara dan 2 polisi mendobrak pintu rumah saya dan membawa saya ke kantor polisi untuk diintrogasi, polisi mencoba mendapatkan informasi, siapa saja nama-nama orang Kristen yang berhubungan dengan saya, tetapi saya menolak.
Lalu polisi itu mengancam:
"Jika kamu ingin bermain keras, kami dapat bermain keras!"

Setelah itu, saya digiring ke Penjara Abu Za'abel di Kairo, suatu tempat terkenal di Timur Tengah sebagai...
"Neraka di Bumi".

Saya dipenjara dengan tuduhaan membangkitkan revolusi, ditambah tuduhan lainnya yaitu:
mencoba mengubah agama Mesir dari non-Kristen menjadi Kristen dan telah menyembah serta mengasihi Yesus Kristus, Juru selamat.

Di Abu Za'abal, nama dan indentitas saya diganti, agar keluarga dan organisasi kemanusian tidak bisa menemukan saya.

Ini adalah praktek umum petugas penjara rahasia di Mesir.

Saya ditempatkan di bagian bawah tanah.
Mereka menyiksa saya 7 hari berturut-turut, setiap hari tingkat siksaan semakin berat.

Pada hari pertama, mereka bertanya siapa nama-nama rekan Kristen saya. Saya tutup mulut. Maka mereka membotaki kepala saya dan menguyur dengan air panas dan kemudian air yang sangat dingin.
Namun, saya tetap diam.

Hari kedua, mereka menggantung saya secara terbalik, kaki di atas kepala di bawah.
Dalam posisi ini saya dipukuli dengan ikat pinggang, disunduti rokok yang membara dan jempol kuku kaki saya dicabut dengan tang.

*Saya tetap bertahan..*

Hari ketiga, saya dibawa ke sebuah sel, sementara saya berada di sana dengan segala luka di tubuh..
Mereka memasukkan 3 anjing ke dalam sel penjara tersebut. Anjing-anjing tersebut adalah binatang ganas, dilatih untuk menyerang tahanan dan memakan daging mereka.

Ketika saya melihat ke 3 anjing digiring ke kamar sel, saya pergi ke pojok sel dan duduk di situ menutup wajah dengan tangan menantikan penderitaan yang akan menimpa saya.

Anjing-anjing semakin dekat, namun tiba-tiba keajaiban terjadi.. Saya tidak mendengar suara-suara anjing itu. *Saya tidak mengerti, apa yang sedang terjadi, ketika saya mengangkat kedua tangan dari muka saya untuk melihat apa yang sedang terjadi.*

*"Ternyata ke 3 anjing tersebut hanya duduk-duduk saja, sekalipun tuan mereka memerintahkan dengan paksa untuk menyerang saya.*

Merasa tidak percaya apa yang mereka saksikan, mereka membawa ke 3 anjing itu keluar dan meminta kepada rekannya 3 anjing yang lain. Ternyata peristiwa mujizat itu berulang lagi, bahkan seekor anjing menghampiri saya dan mulai menjilati diri saya.

*Mereka melihat mujizat Tuhan di depan mata mereka sendiri terjadi pada diri saya.*

Hari keempat, petugas nomor 27, orang yang tinggi besar, memasuki sel dan berkata:
"Dengarkan, berikan nama-nama temanmu dan saya akan melepaskanmu.
Saya akan berikan kamu apa saja yang kamu mau, rumah besar, mobil baru, wanita-wanita cantik..! Akan saya berikan..!

"Saya terima tawaran.!" jawab saya,
"Namun pertama-tama, saya belum makan selama 3 hari, bawalah makanan dan setelah itu kita bicara."

Saya pun mendapat makanan.

"Sekarang kamu beri tahu saya nama orang-orang yang bekerja denganmu?" petugas itu berkata.

"Dengar, kelompok kami ini sangat besar.
Saya tidak bisa memberikan semua nama mereka, dan saya sendiri tidak bisa mengingat semuanya.
Namun, saya akan memberikan nama ketua kami kepadamu.
Kamu bisa tangkap dia dan dia bisa memberikan dengan tepat nama semua anggota".

"Oh, saya pikir kamu adalah pemimpinya".

"Bukan tuan.. saya hanyalah seorang pelayan,"
*"Nama ketua kami adalah Yesus Kristus. Jika anda bisa menangkap-Nya, tangkap saja"*

Penjaga itu sangat murka. Lalu melempar saya ke tembok dan memerintahkan rekannya untuk membawa saya ke ruang lain untuk di salibkan.

"Dalam penghinaan terakhir, para penjaga merobek pakaian saya, lalu mengikat kedua tangan dan kaki serta leher saya pada sebuah balok salib dan membiarkan saya tergantung selama dua setengah hari. Diakhir 2,5 hari tersebut, mereka menggoreskan bahu sebelah kanan saya dengan pisau, lalu menaruh jeruk nipis dan garam pada daging yang robek tersebut".

Saya kehilangan kesadaran akan siksaan berat itu, dan ketika terbangun saya sudah berada di rumah sakit.
Ketika baru tersadar saya merasa begitu kesakitan.

Saya sungguh kehausan saat itu, lalu dalam penglihatan malam, saya melihat Tuhan Yesus datang, ia memberi saya minum dari tangan-Nya dan berkata,
*"Jika kamu minum air-Ku, kamu tidak memerlukan  air yang lain..?"*

Itu adalah pengalaman rohani  luarbiasa bagi saya.

Seminggu setelah kejadian itu saya pulih total. Seorang penjaga penjara di rumah sakit memberikan informasi, bahwa besok saya akan dieksekusi mati.
Karena saya tahu akan hal itu saya memutuskan untuk melarikan diri melalui jendela belakang rumah sakit.

Berita tentang kaburnya saya segera menyebar dan pemerintah mengumumkan hadiah 100.000 Dollar bagi kepala saya.
Wajah saya muncul di TV dan di koran-koran. Saya tahu bahwa saya tidak dapat tetap tinggal di Mesir lagi.

Dengan mengendarai jet ski milik teman, saya melintasi Laut Merah, lalu menyeberangi Padang gurun Sinai dan menyerahkan diri pada orang-orang Israel.
Di sana saya ditahan selama 16 bulan, sementara PBB dan Amnesty Internasional menyelidiki kasus saya dan pada akhirnya saya mendapatkan status pengungsi politik untuk berimigrasi ke Toronto, Kanada.

Semua ini telah mengubah kehidupan saya.
Saya tidak akan pernah menyerah..!
Sebab saya tahu banyak orang sedang melalui hal yang sama dengan yang saya alami dahulu.
Setiap tahun, ratusan ribu orang Kristen mati dibunuh karena iman mereka dan inilah fakta..!

Kepada semua pemerintah yang menganiaya orang Kristen, saya.. Majed El Shafie berkata :

*"Orang-orang Kristen yang teraniaya mati dan berjatuhan, mereka akan tetap tersenyum. Walau mereka mati dan ada di dalam sebuah tanah yang dalam, tetapi sesungguhnya mereka memegang lampu keabadian KERAJAAN SURGA*. Kalian dapat membunuh pemimpin-pemimpin kami, namun kalian tidak akan dapat membunuh iman kami pada Tuhan Yesus Kristus.

Buat teman-teman,
Selamat beraktivitas dan melayani.
TUHAN YESUS MEMBERKATIMU.



Dikirim dari ponsel cerdas Samsung Galaxy saya.

Contradictions between Maxwell theory and QM

Contradictions between Maxwell theory and QM


Below is an email from a professor of mathematics on  Contradictions between Maxwe ll theory and QM:



Victor, I see nothing wrong with for some one relationship with our God is
rather personal and for someone else it is rather social (communal). God
loves us all. So, we have to love each other to honor loving God. We must
remember that Christ told us to "love our enemies". This made me cry! This
made me strong.

As far as I can see, there is a disconnect, or even contradiction between
Maxwell and QM.

1. The so called Planck's quantization of light was a mathematical trick
to resolve the tension between the Maxwell's theory and the blackbody
radiation experiment.  Even Planck himself did not believe in it. He was
embarrassed to propose it.

2. This idea of quantized light wave combined with Einstein's relativity
theory created a mess which proves that fh = 1 for all frequency f.

3. Suntora showed that the reason why we had problem with the blackbody
radiation had nothing to do with Maxwell. It was that we assumed that the
light wave was  harmonic wave instead of monochromatic wave, which lead to
the puzzle of the blackbody radiation.

4. So the quantum theory of electromagnetic wave is false.

5. So the only decent conclusion we can draw on the issue of relation
between QM and Maxwell is that there is no reason to believe in QM. Even
at the level of em waves, QM and Maxwell do not agree.

6. This however does not exclude the issue of the inherent problem with
Maxwell's theory itself.

7    We have some disturbing irregularity in the development of the theory
of em wave emission. The issue started with Maxwell's modification of
Ampère's law to include a displacement current, which was not a standard
conduction current. It was the rate of change of electric field rather.
This change was purely mathematical and was not backed up by ontology.
Indeed, electric field is an abstract concept which violates the
action-reaction law (or equivalently the conservation of momentum law).
This provided the conservation of charge in case of the change of electric
field. The modified  Ampère's law is

∇×B=((4π)/c)J+(1/c)(∂/(∂t))E

where c=(1/(ε₀μ₀)). The problem here is that Maxwell obtained this
equation only under the assumption that the the charges involved move with
constant speed, no acceleration. But he used this reformed law under the
assumption that charges involved are moving with acceleration to derive
the em wave equation.
    This is precisely the same logical error as in the derivation of e=mc²
by Einstein discussed in the forgoing. His Special Theory of
Relativity Kinematics was built under the assumption that no mass
involved is moving with acceleration. Yet he obtained e=mc² under the
assumption that the masses involved are moving under acceleration.

8. Addition to 2.

To avoid the energy of photon

E=mc²=((m₀)/(√(1-(v/c)²)))c²

diverge by setting v=c, Einstein assumed that m₀, the rest mass of photon,
is zero. This makes the photon's energy to be 0/0. Considering that 0x=0
is an indefinite linear equation meaning that any number can be a solution
of this equation, Einstein assumed that 0/0 is any number and chose

0/0=hf.

With this convention, Einstein fully developed relativistic theory of
photons.
    It is unfortunate that mathematically 0/0  and indefinite 0x=0 are
different things. 0/0 involves division by 0 which is invalid on
mathematics while 0x=0 does not. This mathematical error immediately
yields the following physical contradiction at the relativistic
energy-momentum relation:

e=√((cp)²+(m₀)²c⁴)=cp=((m₀vc)/(√(1-((v/c))²)))=(0/0)cv=c²hf=hf.
From this we conclude that hf=1.

Akira Kanda
Toronto University

P.S. I will develop further  on this.

---

My response:

Dear Prof. Akira Kanda

Thanks for your comment on my personal contact with God. I agree that God revealed Himself in many ways, like watching the ocean wave, or just starring at the night sky.


Our paper on Maxwell -Dirac isomorphism is intended as counter-argument to so many claims by QM proponents that QM supersede classical physics.


We disagree. We submit instead that a viewpoint that QM founders borrowed extensively from classical physics, that we can prove that the celebrated Dirac equation is a result of transformation of Maxwell by virtue of Pauli matrice.


Humbly yours,


Victor

Dikirim dari ponsel cerdas Samsung Galaxy saya.

Kamis, 07 Desember 2017

Believe !


December 7th, 2017

BELIEVE!

by Dag Heward-Mills

READ: Mark 11:12-24

Now the just shall live by faith: but if any man draw back, my soul shall have no pleasure in him
Hebrews 10:38

It is important to use faith every time you pray.

...What things soever ye desire, when ye pray, believe that ye receive them, and ye shall have them.
Mark 11:24

Jesus taught great lessons on faith throughout His ministry. He often emphasized that people were being blessed because they were using faith.

God is saying that if you draw away from faith, He will not be pleased with you. There are those who tend to draw away from the faith message and faith people. They feel that there must rather be an emphasis on patience, gentleness, holiness and on the other qualities of the fruit of the Spirit. I strongly believe that these qualities are important and play a special role in the Christian life.

However, the importance of the fruit of the Spirit to the Christian experience should not make us play down on the importance of something like faith. The fact that the heart is important does not make the kidneys any less important. Both are necessary , and have special, unique roles to play in the proper functioning of the human body.

Faith is a very special virtue which has a role in every Christian's life. It is interesting to note that Hebrews 11:6 does not say: "Without love it is impossible to please God." The Bible does not say: "Without peace it is impossible to please God." The Bible is very clear on this fact: Without faith it is impossible to please God!


Dikirim dari ponsel cerdas Samsung Galaxy saya.

Rabu, 06 Desember 2017

Injil yang lain

Injil yang lain

(Another Gospel)


Teks: 2 Kor. 11:4
"Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima."


Shalom, selamat malam saudara-saudari terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. Dalam satu atau dua dekade terakhir ini, agaknya kian berkembang subur pelbagai bidat atau setengah bidat, maksudnya gerakan atau "gereja" palsu yang memperkenalkan ajaran yang menyimpang dari Injil yang sejati.
Beberapa waktu lalu saya pernah menyinggung bahayanya paham universalisme.(1) Saya juga pernah menulis tentang gerakan yang disebut Yahwisme, dan bahwa aliran pemujaan nama Yahweh ini cenderung ke arah Christian Judeo Unitarian Modalism.(2)
Dalam sejarah, memang selalu ada sekte-sekte yang berusaha menjadi yang paling puritan di antara kaum Yahudi, bisa disebut misalnya sekte Esseni atau sekte Ebionit.
Apakah kelompok pemuja nama Yahweh ini memang berniat meng-ebionisasikan umat Kristen di Indonesia? (3)(4)
Saya kira gejala itu yang perlu dicermati, karena saya juga mendengar bahwa ada gereja-gereja tertentu yang berusaha mengembalikan tradisi Yahudi ke dalam liturgi gerejawi.
Selain universalisme dan Yahwisme, Anda mesti mewaspadai juga sekte Mormon dan Saksi Yehuwah. Dalam kesempatan ini saya akan membahas secara ringkas tentang Mormonisme dan Saksi Yehuwah.

a. Mormon.
Mengenai Mormonisme memang saya belum pernah berjumpa langsung dengan salah seorang dari mereka, namun seorang teman memberikan Kitab Mormon, yang isinya tentu saja menyimpang jauh dari berita Injil, meski mereka menuliskan di halaman depan: Satu kesaksian lagi tentang Yesus Kristus.
Kitab Mormon dalam bahasa Indonesia diterbitkan oleh Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Jaman Akhir, Salt Lake City, Utah. Kitab tersebut terdiri dari 15 pasal, yaitu:
- kitab nefi pertama
- kitab nefi kedua
- kitab yakub
- kitab enos
- kitab yarom
- kitab omni
- kata-kata mormon
- kitab mosia
- kitab alma
- kitab helaman
- nefi ketiga
- nefi keempat
- kitab mormon
- kitab eter
- kitab moroni
Saya belum membaca isinya, namun sekilas tampaknya kaum Mormon ini percaya bahwa ada sekelompok orang Israel yang melarikan diri dari Yerusalem saat Nebukadnezar menyerbu kota tsb. Lalu mereka terdampar di benua Amerika. Benar atau tidaknya legenda tersebut, masih perlu dipertanyakan.
Namun yang jelas, kalau ada sekte yang mulai berani menerbitkan Kitab Sucinya sendiri, tanpa mempertimbangkan kanon Kitab Suci yang kita kenal sejak Konsili Nicea, maka itu jelas indikasi bahwa mereka adalah bidat.

b. Saksi Yehuwah
Sekitar sebulan lalu, seorang teman SMP memposting sebuah flyer undangan suatu acara melalui WhatsApp. Awalnya saya tidak memperhatikan, namun setelah saya agak senggang saya perhatikan ternyata itu undangan suatu konferensi Saksi Yehuwah (saya akan singkat menjadi SY). Lalu saya tanya kepada teman saya itu, apakah dia sudah lama mengikuti SY. Dan dia menjawab sudah sejak 20an tahun yang lampau, dan ia merasa bahwa ajaran SY menjawab semua pertanyaan dia waktu itu. Lalu saya menjawab: apakah dia sudah membandingkan dengan teliti perbedaan ajaran tersebut dengan ajaran Gereja yang ortodoks? Akhirnya kami sepakat untuk bertemu di Jakarta.
Ketika kami bertemu, ternyata dia mengajak suaminya dan juga mentornya. Padahal saya tidak terlalu siap sebenarnya untuk berdebat secara rinci.
Lalu saya berdoa mohon pertolongan Roh Kudus untuk menjelaskan Injil dengan baik.
Ya, ketiganya mengklaim bahwa ajaran merekalah yang "asli" dan paling sesuai dengan ajaran Yesus. Terutama mereka menyangkal bahwa Trinitas merupakan ajaran yang bersumber dari Alkitab.(5)
Kemudian, pelan-pelan saya jelaskan data-data Alkitab yang mendukung ajaran tentang Allah Tritunggal, meski memang kata "tritunggal" tidak bakal dijumpai di manapun di Alkitab. (Saya ingin tambahkan di sini, bagi mereka yang tidak belajar teologi, namun beranggapan bahwa karena fakta kata tritunggal atau trinitas tidak ditemukan di Alkitab maka doktrin itu rapuh, maka sebaiknya juga jangan menggunakan ponsel, laptop, sepatu, atau mobil, karena semuanya juga tidak ada pada zaman Yesus.)
Akhirnya kami mengalami titik buntu (deadlock), namun sebagai penutup pembicaraan, saya ajukan beberapa pertanyaan sederhana, setidaknya untuk mengukur seberapa jauh mereka tersesat. Dan ini jawaban mereka:
1. Mereka percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat (tapi sebagai Tuhan bgm?)
2. Mereka mendoakan Doa Bapa Kami
3. Mereka tidak membacakan Pengakuan Iman Rasuli
4. Tidak ada jawatan pendeta dalam gereja mereka, hanya ada penatua
5. Mereka membaptis sesuai dengan Matius 28:18-20.
6. Mereka punya Alkitab sendiri, yang disebut Living World Translation
7. Mereka menolak pandangan bahwa Roh Kudus adalah pribadi ketiga dari Trinitas
8. Mereka menolak doktrin Trinitas (5).
Mengenai butir kelima di atas, awalnya saya cukup bisa menerima jika mereka menggunakan baptisan seperti Mat. 28:18-20, namun setelah saya tanyakan ulang, ternyata bunyi ayat itu dalam Kitab Suci mereka adalah: "dalam nama Bapa, Putra dan roh kudus." (versi Living World Translation)
Dengan kata lain, mereka sengaja menuliskan "roh kudus" dengan r dan k kecil, karena mereka berkeyakinan bahwa Roh Kudus adalah semacam kuasa saja.

Simpulan
Kesimpulan sementara saya, letak kesesatan sekte Saksi Yehuwah ini antara lain:
a. Dari penolakan terhadap Pengakuan Iman Rasuli dan Trinitas saja, jelas bahwa ajaran ini menyimpang dari Injil yang sejati, yang diwariskan kepada kita sejak bapa-bapa gereja abad pertama.
b. ajaran mereka cenderung ke Unitarianisme, meski berbeda namun mungkin agak bisa dibandingkan dengan Yahweisme-nya Pdt. Yakub Sulistyo (4).
c. Pandangan mereka bahwa Roh Kudus hanya semacam "kuasa," itu agaknya bersumber pada pembacaan Injil yang terlalu bertumpu pada Lukas dan Kisah Para Rasul.
d. Gerakan ini tampaknya hanya memiliki penatua saja (kalau benar pengakuan teman saya itu), artinya kemungkinan tidak ada tim khusus yang menggumuli pertanyaan-pertanyaan teologis secara mendalam dan dengan pemahaman hermeneutik yang baik. Tidak heran jika gerakan "kaum awam" ini bertumbuh secara pesat, namun agak kacau dari sudut pandang sistematikanya.
e. Yang terakhir, kalau suatu aliran mengaku diri pengikut Kristus namun menyangkal Pengakuan Iman Rasuli dan ajaran gereja sejak dulu, itu artinya mereka menolak tradisi gereja yang diwariskan sejak abad pertama, atau disebut "suksesi apostolik." Ini suatu bentuk kesombongan rohani, apalagi mereka melakukan pembangkangan tersebut tanpa pimpinan Roh Kudus. (bagaimana lagi, wong mereka juga menyangkal adanya Roh Kudus sebagai pribadi.)

Penutup
Memang saya sudah sampaikan kepada mentor teman saya itu bahwa penuturan mengenai Roh Kudus agak berbeda-beda dalam: PL, Lukas/Kisah Para Rasul, Injil Yohanes, dan surat-surat Paulus. Gambaran akan berita Injil yang utuh akan kita peroleh jika kita membaca Alkitab sebagai suatu kesatuan meski ada perbedaan di sana-sini, "unity in diversity", atau kesatuan dalam kebhinekaan. Artinya tidaklah bijak jika hanya mencomot sedikit di sana sedikit di sini dari Alkitab lalu menjadikannya suatu landasan pengajaran gereja, bukannya mempertimbangkan berita Injil secara keseluruhan. Yang seperti ini bukan lagi pengajaran Alkitabiah, tapi lebih cocok disebut "comotiah."
Kiranya artikel singkat ini dapat berguna bagi pembaca jika kebetulan berinteraksi dengan ajaran-ajaran palsu tersebut. Kita memang mesti waspada terhadap para penginjil yang memberitakan Injil yang lain.

Bagaimana pendapat Anda?

versi 1.0: 6 desember 2017, pk. 18:27
versi 1.1: 6 desember 2017, pk. 21:45
VC

Referensi:
(1) http://sabdaspace.org/pembusukan
(2) http://sabdaspace.org/pagar
(3) http://sabdaspace.org/tetragrammaton
(4) http://sabdaspace.org/JGLT
(5) http://sabdaspace.org/Trinitas



Victor Christianto
*Founder and Technical Director, www.ketindo.com
E-learning and consulting services in renewable energy
**Founder of Second Coming Institute, www.sci4God.com
Http://www.facebook.com/vchristianto
Twitter: @Christianto2013, Line: @ThirdElijah, IG: @ThirdElijah
***books: http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
http://nulisbuku.com/books/view_book/9694/sastra-harjendra-ajaran-luhur-dari-tuhan-a5
http://www.unesco.chair.network.uevora.pt/media/kunena/attachments/731/ChristologyReloaded_Aug2016.pdf
http://fs.gallup.unm.edu/APS-Abstracts/APS-Abstracts-list.htm
http://independent.academia.edu/VChristianto
Http://researchgate.net/profile/Victor_Christianto/
http://www.amazon.com/Victor-Christianto/e/B00AZEDP4E
http://nulisbuku.com/books/view_book/9661/teologi-yesus-sobat-kita-10-artikel-dialog-antara-teologi-dan-sains
http://nulisbuku.com/books/view_book/9693/jalan-yang-lurus-manual-anak-anak-terang-a5
http://www.mdpi.com/journal/mathematics/special_issues/Beyond_Quantum_Physics_Computation

Selasa, 05 Desember 2017

from MSN.com: U.S. top court weighs baker's refusal to make cake for gay couple

U.S. top court weighs baker's refusal to make cake for gay couple



WASHINGTON, Dec 5 (Reuters) - The U.S. Supreme Court on Tuesday is set to hear arguments in a major case on whether certain businesses can refuse service to gay couples if they oppose same-sex marriage on religious grounds in a dispute involving a conservative Christian baker in Colorado who declined to make a wedding cake for two men.

The nine justices at 10 a.m. (1500 GMT) are due to hear an appeal brought by Jack Phillips, a baker who runs Masterpiece Cakeshop in the Denver suburb of Lakewood, of a state court ruling that his refusal violated a Colorado anti-discrimination law.

In one of the biggest cases of the conservative-majority court's nine-month term, the justices must decide whether the baker's action was constitutionally protected, meaning he can avoid punishment under the Colorado law.


Phillips contends that law violated his rights to freedom of speech and free exercise of religion under the U.S. Constitution's First Amendment. The Supreme Court arguments will focus on his free speech claim, based on the idea that creating a custom cake is a form of free expression.



source: https://www.msn.com/en-us/news/us/us-top-court-weighs-bakers-refusal-to-make-cake-for-gay-couple/ar-BBGeUcS?li=BBmkt5R&ocid=spartanntp



where is the world going?


Please, in the name of Jesus Christ, read this message.             

  please where is the world going?

1-Adultery is allowed in South Africa,
Man or woman no longer has the right to repudiate
the other because of adultery
2-The United States confirmed that for all countries in the
world to build good relations with the great power, these countries must practice
homosexual marriage (woman + woman = 1 or
Man + man = 1).
3. Germany had just signed the law which declares
that there is no more incest, that is to say: Brother and
Sisters can get married, Mum with her son and
Dad with his daughter ..
4-The City of Miami is now proclaiming a City of public sex which means that on the road, church, market, football field etc if you need sex you can have it en route
without having any problem.
5-Canada allows bestiality (sex with Animals) In Spain: pornographic films are allowed in high school and universities.
6- The authorization of the prostitution of minors,
Marg Luker declares that any young girl at the age of 10 feels sexual pleasure and
no one should defend that person from discovering how her body works.
7- Finally, the US has opened the church of satanic publicly. Dear brothers and sisters, the end is near, the departure in the Glory approach.
The Lord Jesus is coming soon!  MARANATHA
Christians are being distracted, and the devil wants to take maximum number of souls with him in order to stop them from divine mercy.
If you have a minute ... share this message.
  Why do we sleep in church but stay awake in the bars?
       Why is it so hard to talk about God but so easy to make gossip?
       
    God bless you. Amen!!!


Dikirim dari ponsel cerdas Samsung Galaxy saya.

Minggu, 03 Desember 2017

47 Judges affirm heterosexual marriage


BREAKING NEWS☎

*47 Judges of World Human Right Court Declares;No Rights To Homosexual*

(STRASBOURG,  FRANCE)

This is the world's most credible and important human right Court:::::  This judgment implies that:

(1) States are free to reserve marriage only to heterosexuals👫

(2) Any law supporting Same sex marriages seek to destroy humanity

(3) The enactment of laws to punish ⛓ homosexual marriage is in order and does not constitute discrimination against persons

(4) The natural right to marry is anthropologically healthy, valuable, sensible
and responsible between opposite Sex only

(5) That considering the philosophy's of Natural laws, Common sense, Course of positive Laws, that Nature and indeed spirit nature does not in anyway contemplate homosexual marriage

Thus, Article 12 📖 of the European Convention on human right supports the claims which is also validated by Article on Human Right Treaties as in the case of 17 of the pact and No 23 of International Covenants on Civil and political Rights

The 47 judge's held that the concept of Family created between man and woman is Supreme in the development of Human Race to the right order of life, peace, sanity, equality and equity

To this end, Homosexual marriages should be
* Rejected by our Spirit, Soul And Body,
* Chased out of our Social Orientation,
* Subtracted From our Constitution's and Laws and
* Should not in any way be entertained by our respective Social cultures - whether by  Religious means or by a constitutional given right by government, groups or nations:

*_Judgement Analyzed and Reported By WORKMAN INTERNATIONAL HUMAN RIGHT COMMITTEE_*

GOD is happy with you when you spread and share this Good news urgently📣📢🔴


Dikirim dari ponsel cerdas Samsung Galaxy saya.

I KILLED BOB MARLEY - CIA AGENT CONFESSES ON HIS DEATHBEAD

I KILLED BOB MARLEY - CIA AGENT CONFESSES ON HIS DEATHBEAD
CIA, Bill Oxley - finally spoke the truth - He killed Bob Marley
Comment, Share, like - It's time to wake up

A 79-year-old retired officer of the CIA, Bill Oxley, has made a series of stunning confessions since he was admitted to the Mercy Hospital in Maine on Monday and told he has weeks to live. He claims he committed 17 assassinations for the American government between 1974 and 1985, including the music icon Bob Marley.

Mr. Oxley, who worked for the CIA for 29 years as an operative with top-level security clearances, claims he was often used as a hitman by the organization, to assassinate individuals who could represent a threat to the goals of the agency.Trained as a sniper and marksman, Mr. Oxley also has significant experience with more unconventional methods of inflicting harm upon others, like poisons, explosives, induced heart attacks and cancer.

The 79-year-old operative claims he committed the assassinations between March 1974 and August 1985, at a time when he says the CIA "was a law unto itself." He says he was part of an operative cell of three members which carried out political assassinations across the country and occasionally in foreign countries. Most of their victims were political activists, journalists, and union leaders, but he also confesses to assassinating a few scientists, medical researchers, artists and musicians whose ideas and influence "represented a threat to the interests of the United States."

He claims he had no problem with going through with the assassination of Bob Marley, because "I was a patriot, I believed in the CIA, and I didn't question the motivation of the agency. I've always understood that sometimes sacrifices have to be made for the greater good." But Mr. Oxley confesses that Bob Marley remains unique among his victims, as he was the only victim he "felt anything for."

"The others were assholes. Bob Marley was Bob Marley. I was no closer to being a long-haired hippy back then than I am now, but I must admit Bob's music did move me. It held some power over me."

He claims to have "mixed feelings" about Bob Marley's death. On the one hand, Marley was "a good man, a beautiful soul" with "profound artistic gifts" who did not deserve to have his life cut short. But according to Mr. Oxley, Bob Marley was also placing the goals of the CIA in jeopardy and threatening the existence of the United States:

"He was succeeding in creating a revolution that used music as a more powerful tool than bullets and bombs. Bob Marley in 1976 was a very serious threat to the global status quo and to the hidden power brokers implementing their plan for a new world order. As far as the agency was concerned, Bob Marley was too successful, too famous, too influential… A Jamaican Rastaman who started using his funds and fame to support causes around the world that were in direct conflict with the CIA… To be honest, he signed his own death warrant."

"It's not like we didn't warn him. We sent a few guys to shoot up his house in Kingston," Mr Oxley says, referring to a shooting in the Marley residence that left the singer with an injured arm and chest.  "We had a message for him. We impressed upon him the gravity of the situation he found himself in. He didn't listen."

"Two days later, in the mountains, I stuck him with the pin."
How Bob Marley was murdered by the CIA
Two days after Bob Marley was shot in the left arm by one of three gunmen who ambushed the singer and some of his crew in his house in Kingston, and after a brief stint in hospital, Bob Marley travelled to the protective hills of the Blue Mountains and spent time at the highest point in Jamaica, rehearsing for an upcoming concert. According to Mr. Oxley, he used press credentials to gain access to Bob Marley during his Blue Mountains retreat. He introduced himself as a famous photographer working for the New York Times, and gave Bob Marley a gift.

"I gave him a pair of Converse All Stars. Size 10. When he tried on the right shoe, he screamed out 'OUUUCH.'"That was it. His life was over right there and then. The nail in the shoe was tainted with cancer viruses and bacteria. If it pierced his skin, which it did, it was goodnight nurse."

"There had been a series of high-profile assassinations of counter-culture figures in the United States in the late sixties, early seventies. By the time Bob Marley's time came around, we thought subtlety was the order of the day. No more bullets and splattered brains."

Mr. Oxley says he kept close contact with Marley during the final years of his life, ensuring the medical advice he received in Paris, London and the United States "would hasten his demise rather than cure him." He died from cancer in May 1981. He was just 36 years old.

"The last time I saw Bob before he died he had removed the dreadlocks, and his weight was dropping like a stone," he says.

"He was very withdrawn, unbelievably small. He was shrinking in front of us. The cancer had done it's job." "The day he died in Miami was definitely one of the most difficult moments in my career. I felt real bad. For a long time I wasn't comfortable with my part in his death. But eventually I came to realize it had to be done, for America."

credit : yournewswire.com