Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018

Tuhan yang mati dan bangkit

Tuhan yang mati dan bangkit

Teks: Yoh. 15:13
"Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya."

Shalom, selamat siang saudara-saudari terkasih dalam Tuhan Yesus. Ketika akan menulis renungan ini, saya teringat akan diskusi beberapa bulan lalu dengan seorang profesor fisika asal Italia, yang menyangkal bahwa akan datang murka Tuhan "the wrath of God." Begini kira-kira argumennya: Tuhan dalam Injil begitu penuh cinta, dan ini berbeda dengan gambaran Tuhan dalam PL. Jika Tuhan adalah cinta, maka tidak mungkin akan ada murka Tuhan. Benarkah pendapat beliau?

Paradoksal
Memang ada banyak paradoks dalam kitab Suci, 2 di antaranya:
(a) Tuhan yang begitu dahsyat dan perkasa dalam PL, tiba-tiba menjadi begitu rapuh dan lemah lembut dalam PB, bahkan mati secara amat mengenaskan di kayu salib.
(b) namun Tuhan yang lemah lembut itu menjadi penuh murka dalam Kitab Wahyu.

Kalau dibaca sekilas, sepertinya ada suatu transi…

Menjadi sahabat bagi Yesus....

My Utmost (B. Indonesia) hr ini: 26 maret
... sahabat mempelai laki-laki .... — Yohanes 3:29

Renungan hari ini sangat kritis, dalam, dan tajam. Masih lanjutan dari yang kemarin, bagaimana menjadi "sahabat Mempelai laki-laki", antara lain dikemukakan bahwa begitu mudahnya seorang percaya atau pelayan jatuh pada "menampilkan hal yang dikerjakan Kristus baginya, bukannya mempresentasikan atau menampilkan Yesus Kristus sendiri". Orang-orang mengaguminya, bukan Kristus.

Memelihara Hubungan yang Semestinya

Kebaikan dan kepribadian (seorang percaya), walaupun suatu ciri yang mengundang, seharusnya hanya menjadi magnet yang menarik perhatian orang kepada Yesus Kristus. Hal yang menarik orang kepada Yesus Kristus seharusnya adalah kesucian. Jika kesucian saya tidak menarik orang lain kepada-Nya, itu bukanlah kesucian yang benar; itu hanya pengaruh yang membangkitkan emosi yang tidak semestinya dan hasrat yang jahat (evil desires) di dalam diri manusia dan membelokka…

Emas atau tanah?

Emas atau tanah?

Sebongkah emas bertemu dengan sebongkah tanah.

● Emas berkata pada tanah, "Coba lihat dirimu, suram dan lemah, apakah engkau memiliki cahaya mengkilat seperti aku.......?_
_Apakah engkau berharga seperti aku....... ?"_

● _Tanah menggelengkan kepala dan menjawab, "Aku bisa menumbuhkan bunga dan buah, bisa menumbuhkan rumput dan pohon, bisa menumbuhkan tanaman dan banyak yang lain, apakah kamu bisa....... ?"_

*Emas pun terdiam seribu bahasa......*

Dalam hidup ini banyak orang yang seperti emas, berharga, menyilaukan tetapi tidak bermanfaat bagi sesama.

Sukses dalam karir, banyak harta kekayaan, rupawan dalam paras, tapi sukar membantu apalagi peduli.

Tapi ada juga yang seperti tanah. Posisi biasa saja, bersahaja namun ringan tangan siap membantu kapanpun.

*_Makna dari kehidupan bukan terletak pada seberapa bernilainya diri kita, tetapi seberapa besar bermanfaatnya kita bagi orang lain._*

*_Jika keberadaan kita dapat menjadi berkah bag…