Langsung ke konten utama

Menjadi sahabat bagi Yesus....

My Utmost (B. Indonesia) hr ini: 26 maret

... sahabat mempelai laki-laki .... — Yohanes 3:29

Renungan hari ini sangat kritis, dalam, dan tajam. Masih lanjutan dari yang kemarin, bagaimana menjadi "sahabat Mempelai laki-laki", antara lain dikemukakan bahwa begitu mudahnya seorang percaya atau pelayan jatuh pada "menampilkan hal yang dikerjakan Kristus baginya, bukannya mempresentasikan atau menampilkan Yesus Kristus sendiri". Orang-orang mengaguminya, bukan Kristus.

Memelihara Hubungan yang Semestinya

Kebaikan dan kepribadian (seorang percaya), walaupun suatu ciri yang mengundang, seharusnya hanya menjadi magnet yang menarik perhatian orang kepada Yesus Kristus. Hal yang menarik orang kepada Yesus Kristus seharusnya adalah kesucian. Jika kesucian saya tidak menarik orang lain kepada-Nya, itu bukanlah kesucian yang benar; itu hanya pengaruh yang membangkitkan emosi yang tidak semestinya dan hasrat yang jahat (evil desires) di dalam diri manusia dan membelokkan mereka dari arah yang benar.

Seorang percaya atau orang kudus yang memukau dapat menjadi suatu hambatan dalam memimpin orang kepada Tuhan. Dia hanya menampilkan hal yang dikerjakan Kristus baginya, bukannya mempresentasikan atau menampilkan Yesus Kristus sendiri. Orang-orang akan kagum dan mengatakan, "Betapa baik dan menyenangkan orang itu!". Namun, dengan demikian ia itu tidaklah menjadi "sahabat mempelai laki-laki" yang sejati, di mana aku semakin besar sepanjang waktu, sedangkan Dia tidak.

Untuk memelihara persahabatan dan kesetiaan terhadap Mempelai laki-laki itu, kita harus berhati-hati agar menjalin hubungan yang erat dengan Dia di atas segala sesuatu, termasuk kepatuhan.

Terkadang tidak ada sesuatu tugas tertentu yang harus dipatuhi, kecuali memelihara hubungan yang erat dengan Yesus Kristus itu sendiri, tanpa ada gangguan. Walaupun dalam hal memelihara hubungan tersebut adakalanya juga merupakan soal kepatuhan. Pada saat-saat seperti itu kita bisa dihadapkan dengan suatu krisis, dan apabila hal itu terjadi, kita harus memastikan apa yang menjadi kehendak Allah.

Namun, yang terutama selalu adalah memelihara hubungan sebagai "sahabat mempelai laki-laki". Pekerjaan/kegiatan kristen sesungguhnya dapat menjadi sesuatu yang membelokkan fokus seseorang jauh dari Yesus Kristus. Kita, bukannya menjadi "sahabat mempelai laki-laki", tetapi kita mungkin menjadi penyelamat amatiran atas nama Allah bagi orang lain, dengan menggunakan senjata Allah, tetapi bekerja melawan Dia.

--
Dikutip dari My utmost, karya laris Oswald Chambers

Dikirim dari ponsel cerdas Samsung Galaxy saya.

Komentar

Popular posts

Pembangunan Bait Suci ke-3

*Pembangunan Bait Suci ke-3. Antikristus dan Rapture di depan mata kita!*
Salah satu topik yang paling hangat dibicarakan berkaitan dengan Akhir Zaman ialah pembangunan Bait Suci ke-3 di Yerusalem.  Pembangunan Bait Suci ini merupakan salah satu nubuatan yang akan segera digenapi.  Namun, terdapat banyak kendala yang menghambat pembangunannya, sebut saja Lokasi persis bangunan Bait Suci ke-3, apakah tabut perjanjian sudah ditemukan, dan bagaimana perkakas-perkakas Bait itu.  Bagaimana sebenarnya  kisah dan kelanjutannya, berikut adalah penjelasannya.
Pada 7 Juni 1967, selang beberapa hari setelah Israel mengambilalih kekuasaan atas Yerusalem, Moshe Dayan selaku Menteri Pertahanan Israel kala itu datang untuk pertama kalinya berdoa di Tembok Barat dari Bukit Bait Suci, dan ia menyatakan: "Kami telah mengembalikan tempat Maha Kudus kami dan kami tidak akan pernah meninggalkannya kembali". Shlomo Gorn, Rabbi kepala dari tentara Israel kemudian meniup "shofar" sebagai sy…

10 changes Jesus will bring

By Tim McHyde
my FREE article on the exciting Millennium changes...Big Changes When Jesus Returns - Including Pets Gone Vegetarian Since my last email to you, my world has frankly been turned upside down. Our autistic firstborn Zachary, 23, had to be taken to the ER due to not breathing well after some vomiting and fever. Rather than it being a mere flu, he had pneumonia and sepsis. This has landed him in the ICU where he is on a breathing tube and IV antibiotics. He literally almost died and the doctors are still not happy with his labs a week later (very low thrombocytes). I would appreciate your prayers for him. You can read the details, updates and answers to FAQs on this post for him. Thank you.

In extreme trials like this, I find it essential to deal with all lies and other negative thoughts (fear, worry, guilt, etc.) by rebuking them with positive truth from Scripture and reminding yourself of God's past good to you. As well, I find it comforting to remember that …

What God promised to tell me to do as the Elijah for the End of Times.

What God promised to tell me to do as the Elijah for the End of Times.

*And now He fulfill His promise, because this is the end of Times.

Note: Believe it or not, this article was written very carefully under guidance of Holy Spirit, because I do not know the meaning and unprepared to become a prophet of God. But thanks God, He is full of mercy.

Beginning
God call me in Oct. 2009 as His prophet in order to prepare so many people in His body of churches and nations for the End of Times. Before that, God asked me three times: "Do you love Me? Then shepherd My lambs." And I replied, "Yes, God. You know that I love You." At the time, I remembered that classic conversation between Jesus and Peter in John chapter 21. I tried to see how the relation of Jesus's question to Peter and God's question to me, but it is mystery.
Initially, I was so enthusiastic with this unexpected job from God to become His prophet, and at the time, a part of me said that it is a very …